[Kabar] Aktivis: Tatanan Dunia Sekuler Nasionalistis Adalah Penyebab Perang Berkelanjutan di Dunia Muslim

[Kabar] Aktivis: Tatanan Dunia Sekuler Nasionalistis Adalah Penyebab Perang Berkelanjutan di Dunia Muslim

Muslimah News, INTERNASIONAL — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (12-10-2025) berjanji akan menangani eskalasi terbaru antara Afganistan dan Pakistan seraya mengklaim dirinya mahir menyelesaikan perang.

“Saya bilang, saya akan menunggu sampai kembali nanti. Saya sedang menyelesaikan satu lagi. Karena saya hebat dalam menghentikan perang, saya hebat dalam menciptakan perdamaian, dan itu sebuah kehormatan. Saya telah menyelamatkan jutaan nyawa,” ujarnya.

Pernyataan ini disorot aktivis dakwah Pakistan Musab Umair. Ia menilai, Trump adalah pembohong yang arogan. “Justru faktanya, tatanan dunia sekuler dan nasionalistis yang diwujudkan Trump adalah penyebab perang berkelanjutan antarmuslim. Di sisi lain, menegakkan aliansi umat muslim dengan musuh utamanya,” ucapnya kepada Kantor Berita ideologis internasional, Senin (13-10-2025).

Ia membeberkan beberapa contoh. Pertama, sebutnya, perang antara Pakistan dan Afganistan disebabkan oleh Garis Durand yang nasionalistis, yang memecah belah umat muslim dan memicu konflik di antara mereka. “Tatanan dunia nasionalistis Trump menjadikan umat muslim terpecah menjadi lebih dari lima puluh negara kecil berdasarkan batas-batas yang digambar oleh penjajah di peta,” ujarnya.

Padahal, lanjutnya, Rasululllah saw. bersabda dalam riwayat Al-Baihaqi, “Ini adalah perjanjian Nabi Muhammad (saw) antara kaum Muslimin dan kaum mukminin dari suku-suku Quraisy dan Yatsrib, serta orang-orang yang berada di bawah mereka, yang berperang bersama mereka. Sesungguhnya mereka adalah umat yang satu, yang berbeda dari umat lainnya.”

Sekarang, ia mempertanyakan, dapatkah dibayangkan bahwa Aus dan Khazraj menetapkan perbatasan di antara mereka sendiri setelah berdirinya Negara Islam atau Ansar menetapkan perbatasan untuk memisahkan Madinah dari Makkah setelah penaklukan Makkah? “Jadi, bagaimana mungkin umat Islam menerima batas-batas nasionalistis antarumat muslim yang dibuat oleh kaum kafir, yang melanggar perintah Nabi saw.? Bagaimana caranya?” tanyanya retoris.

Kedua, paparnya, aliansi dengan musuh-musuh umat Islam, baik entitas Yahudi, Negara Hindu, maupun AS sendiri, adalah karena tatanan dunia sekuler yang ditegakkan Trump. “Tatanan dunia sekuler Trump memberi imbalan kepada musuh-musuh umat Islam, berupa aliansi militer dan ekonomi dengan umat muslim sendiri sehingga musuh-musuh tersebut mendapatkan keuntungan dari sumber daya umat Islam yang melimpah dan berada dalam posisi yang lebih baik untuk menciptakan pemberontakan di Dunia Muslim,” bebernya.

Sekularisme

Musab menyampaikan, sekularisme merupakan pemisahan Islam dari politik, ekonomi, dan hubungan luar negeri. “Dengan demikian, rezim-rezim muslim tidak melihat adanya kerugian dalam menormalisasi hubungan dengan musuh-musuh Islam yang memerangi umat Islam dan membantu pihak lain dalam melakukannya,” sesalnya.

Hal ini, lanjutnya, terjadi meskipun Allah Swt. berfirman dalam QS Al-Mumtahanah: 9, “Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

Lalu, ia mempertanyakan, masih adakah keraguan bahwa sesungguhnya AS adalah musuh umat Islam, setelah menduduki Irak dan Afganistan itu sendiri, kemudian membantu entitas Zion*s Yahudi dan Negara Hindu untuk menduduki Tanah Muslim?

“Adakah keraguan bahwa Negara Hindu adalah musuh umat Islam setelah menduduki Kashmir dan memerangi Islam di wilayahnya? Adakah keraguan bahwa entitas Zion*s Yahudi adalah musuh umat Islam setelah menduduki Tanah Suci Palestina dan mengubur Gaza? Bagaimana mungkin umat Islam Afganistan bisa membiarkan terjadinya aliansi dengan India? Bagaimana bisa umat Islam Pakistan membiarkan negaranya beraliansi dengan AS dan menormalisasi hubungan dengan entitas Yahudi?” tanyanya lagi.

Ia mengingatkan dengan firman Allah Swt. dalam QS Al-Ankabut: 41, “Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah Swt. adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.”

Para leluhur kita, tutur Musab, telah membebaskan kita dari pendudukan kolonialis Inggris, tetapi tidak dari tatanan dunia sekuler nasionalis kolonial. “Inilah sebabnya kita terpecah belah dan lemah, sementara musuh-musuh kita menyerang kita siang dan malam. Inilah sebabnya kita berperang satu sama lain, sambil berdamai dengan musuh-musuh kita,” cetusnya.

Menegakkan Khilafah

Untuk itu, ia menegaskan, tidak ada cara untuk memperkuat Dunia Muslim tanpa menegakkan Khilafah Rasyidah berdasarkan metode kenabian. “Khilafah Rasyidah-lah yang akan berupaya menyatukan seluruh Dunia Muslim sebagai negara paling kuat di dunia. Khilafah Rasyidah-lah yang akan memerdekakan negeri-negeri muslim. Khilafah Rasyidah-lah yang akan memimpin dunia dalam membongkar tatanan dunia sekuler nasionalis. Maka, wahai umat Islam, berjuanglah untuk menegakkan kembali Khilafah Rasyidah!” pungkasnya. [MNews/RA]

Share

2 thoughts on “[Kabar] Aktivis: Tatanan Dunia Sekuler Nasionalistis Adalah Penyebab Perang Berkelanjutan di Dunia Muslim”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *