Muslimah News, INTERNASIONAL — Genosida di Gaza telah berlangsung selama dua tahun dan Uni Eropa terus melontarkan slogan-slogan kosong tentang pengakuan negara Palestina.
Di sisi lain, mereka tetap menjadi mitra dagang terbesar entitas Zion*s dengan nilai perdagangan mencapai 42 triliun euro. Juga mengekspor senjata ke entitas Zion*s tersebut.
Bahkan, surat kabar Denmark, Information, mengungkapkan bahwa pada Agustus lalu, Denmark mengirimkan komponen senjata pesawat yang digunakan untuk membunuh anak-anak di Gaza.
Mahkamah Agung Belanda juga telah memutuskan bahwa mereka tidak akan ikut campur dalam pengiriman suku cadang pesawat oleh pemerintah Belanda untuk jet tempur F-35 milik Zion*s.
Retak
Merespons tindakan Uni Eropa ini, aktivis dakwah Taimullah Abu Laban menyatakan “topeng” dunia Barat telah retak sepenuhnya.
“’Topeng’ itu adalah hak asasi manusia. ‘Topeng’ yang digunakan Barat untuk menjajah dunia,” ujarnya kepada Kantor Berita ideologis internasional, Jumat (10-10-2025).
Menurutnya, Barat telah berupaya keras untuk mempertahankan koloni pemukim modernnya (baca: Zion*s) di Palestina karena mereka tahu bahwa keruntuhan Zion*s akan menandai berakhirnya hegemoni Barat atas dunia muslim.
“Pendudukan Zion*s adalah simbol kemenangan Barat atas Islam. Jika entitas tidak sah ini runtuh, itu akan menandakan bahwa dunia Islam sedang menuju kebangkitan,” jelasnya.
Keruntuhan tersebut, lanjutnya, akan menumbuhkan rasa percaya diri di tubuh dunia Muslim. “Rasa percaya diri yang tidak terlukiskan dan mendorong umat muslim maju menuju kemenangan akhir atas imperialisme Barat,” tuturnya.
Oleh karena itu, ungkapnya, Barat bersedia membayar harga berapa pun untuk mempertahankan pendudukan Zion*s. “Mereka telah mengorbankan uang dan sedikit kredibilitas yang mungkin tersisa demi mempertahankan entitas Zion*s secara artifisial,” imbuhnya.
Namun, ia meyakini bahwa itu tidak akan berlangsung lama. “Seluruh dunia telah menyadari bahwa Barat hanyalah monster dan dunia muslim benar-benar mulai bangkit melawan rezim-rezim yang berkhianat dan bersikap tirani. Protes di berbagai tempat hanyalah permulaan dan tanda kuat bahwa umat ini belum mati, seperti yang diyakini kaum Zion*s,” tegasnya.
Ia menyatakan, umat ini masih hidup. “Hanya masalah waktu sebelum umat mendapatkan kembali rasa hormat dunia dan menunjukkan bahwa kepemimpinan dapat dicapai tanpa kekerasan, pertumpahan darah, atau penjajahan. Sebaliknya, itu akan dicapai melalui kecerdasan dan nilai-nilai Islam,” tandasnya. [MNews/RA]

Semoga khilafah segera tegak