Muslimah News, NASIONAL — Lebih dari 300 pendidik se-Indonesia berpartisipasi dalam Pelatihan Pendidikan Berbasis Human AI Collaboration pada Kamis (28-8-2025). Dalam kesempatan ini, Wakil Rektor I Universitas Bali Dwipa sekaligus CEO CH Group Lidia Sandra menegaskan, AI bukan untuk menggantikan manusia, melainkan untuk berkolaborasi.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen Prof. Toni Toharudin pun menyoroti perubahan orientasi pendidikan dari hafalan menuju orkestrasi kolaborasi manusia dan kecerdasan buatan. Sudah semestinya, ia menerangkan, guru diposisikan sebagai arsitek pembelajaran yang merancang pengalaman belajar yang kritis, kreatif, dan beretika.
Mampukah?
Namun, pengamat pendidikan Hadiyatul Fitriyah, M.Si. mempertanyakan, mampukah AI menggantikan peran guru?
Menurutnya, keberadaan AI bagi guru hanyalah penunjang proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan berfungsi mempermudah prosesnya, bukan pengganti profesionalisme guru.
“Teknologi boleh canggih, tetapi dalam proses KBM, sentuhan gurulah yang menyentuh hati peserta didik. AI memang dapat mempercepat pekerjaan guru, tetapi gurulah yang bisa memperdalam makna belajar,” tuturnya kepada MNews, Senin (8-9-2025).
Dalam proses KBM, lanjutnya, kewajiban guru tidak hanya mentransfer ilmu. “Lebih dari itu, guru adalah seorang pendidik, mengarahkan siswa, membimbing siswa agar siswa memahami mana yang benar dan mana yang salah menurut standar Islam,” ujarnya.
Apalagi, ungkapnya, dalam Islam, tugas guru sangat mulia, yakni mendidik generasi dan menjadikannya berkepribadian Islam sehingga tidak mungkin digantikan oleh AI.
Oleh karenanya, ia menilai, masih banyak tantangan ketika kebijakan ini diimplementasikan. “Meskipun sebagian besar guru di Indonesia sudah memiliki literasi dasar teknologi, mereka masih harus belajar secara otodidak, bahkan sering menghadapi keterbatasan sarana dan akses,” ujarnya.
Ia mencontohkan, di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sangat mungkin terjadi ketimpangan. “Ini karena AI hanya bisa diakses dan digunakan di daerah perkotaan. Jika kondisi ini terjadi, maka akan makin memperlebar kesenjangan fasilitas pendidikan antara kota dan daerah 3T,” imbuhnya.
Kemajuan Teknologi dalam Islam
Hadiyatul menerangkan bahwa Islam memandang kemajuan teknologi sebagai sesuatu yang diusahakan dengan harapan dapat menunjang kemudahan kehidupan manusia.
“Sepanjang peradaban Islam, banyak sekali penemuan teknologi yang dapat mempermudah kehidupan manusia, misalnya di bidang kesehatan ada Ibnu Sina, di bidang matematika ada Al-Khawarizmi, kemudian Ibnu Firnas yang dikenal sebagai penemu konsep pesawat. Dalam benak mereka, teknologi sebagai pendukung untuk mempermudah kehidupan manusia dan mewujudkan kemaslahatan,” urainya.
Mereka, sambungnya, berlomba-lomba melakukan penemuan teknologi semata-mata karena dorongan keimanan.
“Ini karena dalam pandangan Islam, kemajuan teknologi bukan satu-satunya yang menjadi tolok ukur kemajuan peradaban. Kemajuan peradaban bisa juga diukur dengan kesalihan generasinya. Jangan sampai kita memiliki generasi yang “salah arah” dalam menggunakan teknologi sehingga di sinilah peran guru sangat diperlukan,” ucapnya.
Jadi, ia menyimpulkan, sangat jelas peran guru dalam mengajar dan mendidik generasi tidak boleh digantikan oleh AI.
“Guru tidak sebatas menstransfer ilmu. Lebih dari itu, guru mempunyai kewajiban mulia dalam mendidik generasi. Dalam Islam, kurikulum dan materi ajar disusun untuk menguatkan akidah, memahami tsaqafah Islam, dan sains teknologi,” jelasnya.
Sedangkan AI, ungkapnya, hanya sebagai sarana penunjang dalam proses belajar mengajar tanpa meminggirkan peran guru.
“Siswa pun tidak hanya dibentuk menjadi anak yang cerdas akalnya, tetapi juga memiliki kepribadian Islam. Untuk itu, dibutuhkan teladan secara langsung dari para guru yang tidak bisa diwakilkan oleh AI,” tandasnya. [MNews/RA]

Kedudukan guru tidak dapat tergantikan oleh IA. Ketika kita belajar sama guru bukan hanya ilmu yang kita dapat, tapi juga doa guru, keberkahan dan ridho guru yang membuat ilmu bisa bermanfaat dunia akhirat
Keberhasilan guru dalam pendidikan adalah anak didik yang taat pada Rabnya, teknologi akan bermanfaat jika manusia semakin memahami kekuasaan Pencipta
AI tdk bisa menggantikan posisi seorang guru