[Kabar] Aktivis: ChatGPT Berpotensi Disalahgunakan dalam Sistem Kapitalisme

[Kabar] Aktivis: ChatGPT Berpotensi Disalahgunakan dalam Sistem Kapitalisme

Muslimah News, INTERNASIONAL — Orang tua Adam Raine, remaja berusia 16 tahun asal Amerika Serikat, menuduh ChatGPT berperan dalam kematian anak mereka yang bunuh diri pada April lalu. Dalam dokumen pengadilan, orang tua Adam menyebut chatbot AI itu tidak hanya menjadi tempat curhat anak mereka, tetapi juga memberi informasi rinci tentang metode bunuh diri.

Terdapat riwayat percakapan dengan judul Hanging Safety Concerns. Percakapan itu menunjukkan bahwa Adam sudah berbulan-bulan membicarakan tentang bunuh diri dengan ChatGPT. Orangtua Adam menilai ChatGPT gagal menjalankan tanggung jawab dasarnya untuk melindungi pengguna.

Disalahgunakan

Aktivis muslimah sekaligus pemerhati remaja Tia M. Khoiriyah, S.Si. menilai, dalam sistem kapitalisme, ChatGPT berpotensi disalahgunakan. “Keberadaan ChatGPT yang terlahir di sistem kapitalisme menjadikannya bebas tanpa batasan yang jelas. Dalam situasi ini, teknologi modern ChatGPT berpotensi besar disalahgunakan, seperti yang terjadi pada kasus bunuh dirinya Adam Raine,” tuturnya kepada MNews, Selasa (9-9-2025).

Ia menambahkan, sejak awal peluncurannya, ChatGPT telah mencuri perhatian. “Menurut OpenAI, ChatGPT memperoleh 1 juta pengguna hanya dalam 5 hari setelah diluncurkan pada November 2022. Fast response dari ChatGPT menarik mereka untuk menanyakan apapun yang diperlukan kepada ChatGPT. Mereka memperlakukan ChatGPT layaknya asisten. Padahal, ChatGPT hanyalah sebuah produk teknologi yang merangkum informasi tanpa memiliki standar benar-salah, juga tidak ada filter dalam memberi perlindungan,” terangnya.

Sistem kapitalisme, menurut Tia, berorientasi pada materi saja sehingga hanya memprioritaskan penguasaan pasar tanpa mempertimbangkan keselamatan pengguna rentan. ”Segala sesuatu dinilai dari sisi manfaat praktis dan keuntungan duniawi saja tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi kehidupan manusia, baik di dunia maupun akhirat,” kritiknya.

Pandangan Islam

Tia menjelaskan bahwa Islam berbeda dengan kapitalisme dalam memandang teknologi. Menurutnya, walaupun teknologi bersifat universal dan dapat dimanfaatkan oleh siapa pun, tanpa batas ruang dan waktu, tetapi harus terikat dengan aturan Allah Taala.

“Islam tidak membiarkan penggunaannya bebas tanpa aturan, melainkan tetap memperhatikan aspek keamanan, baik dalam ranah pemikiran maupun perlindungan jiwa manusia. Kemajuan teknologi dalam pandangan Islam bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk menghadirkan kemaslahatan bagi umat,” paparnya.  

Oleh karena itu, sambungnya, pemanfaatan teknologi senantiasa diarahkan untuk kepentingan umat dengan motivasi ruhiah, bukan sekadar kepentingan materi atau duniawi.

”Orientasi akhirnya adalah mencari rida Allah, sebagaimana firman-Nya dalam QS Al-Qashash ayat 77, ’Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi.’,” tandasnya.

Tia menyimpulkan bahwa Islam menempatkan teknologi pada posisi yang seimbang. “Teknologi dapat dimanfaatkan untuk kemajuan peradaban, tetapi tetap terikat pada standar syariat. Dengan demikian, teknologi tidak melahirkan kerusakan, tapi justru menghadirkan keberkahan bagi kehidupan manusia,” pungkasnya. [MNews/IA]

Share

One thought on “[Kabar] Aktivis: ChatGPT Berpotensi Disalahgunakan dalam Sistem Kapitalisme”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *