[Kabar] Aktivis: Rusia Telah Berubah dari Kekuatan Global Menjadi Kekuatan Regional

[Kabar] Aktivis: Rusia Telah Berubah dari Kekuatan Global Menjadi Kekuatan Regional

Muslimah News, INTERNASIONAL — Mantan Utusan Khusus AS untuk Ukraina Keith Kellogg mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin berharap Presiden AS Donald Trump akan mendukung tuntutannya kepada Kyiv terkait penarikan unit-unit Ukraina dari Donbas.

“Rusia tanpa Ukraina telah berubah dari kekuatan global menjadi kekuatan regional. Dengan kerugian yang dideritanya, Rusia hampir tidak mencapai tingkat regional lagi. Ambil contoh, hubungan dengan Cina. Di sana, mereka adalah mitra junior, bukan senior. Di sana, mereka bahkan tidak setara,” kata Kellogg.

Hal ini diamini aktivis dakwah asal Ukraina Fazyl Amzaev. Kepada Kantor Berita ideologis internasional, Sabtu (5-9-2026), ia menyatakan, tujuan AS yang sebenarnya dalam konflik ini adalah mengubah Rusia dari kekuatan global menjadi kekuatan regional. “Rencana ini, khususnya, menyiratkan pencegahan aliansi apa pun, baik ekonomi, militer, maupun politik, antara Rusia dan Cina,” jelasnya.

Ia menerangkan, invasi Rusia ke Ukraina telah berlangsung selama lebih dari 4,5 tahun dan tampaknya tidak akan ada perubahan dalam waktu yang lama. “Kepala Kantor Presiden Ukraina menyatakan bahwa saat ini Ukraina tidak mampu menghentikan perang dengan Rusia. Meskipun Ukraina mencoba mencapai kesepakatan dengan Rusia mengenai penghentian bersama serangan jarak jauh, inisiatif ini tetap tidak berhasil,” ujarnya.

Memang, ulasnya, Ukraina menolak untuk menarik diri dari wilayah Donbas yang dikuasainya, menolak untuk mengakui wilayah yang direbut, termasuk Krimea, sebagai milik Rusia, tidak setuju atas keinginan Rusia agar Ukraina tidak bergabung dengan NATO, dan menuntut ganti rugi dari Rusia. “Ukraina bersikeras pada gencatan senjata tanpa prasyarat apa pun,” ucapnya.

Sementara itu, lanjutnya, Rusia menuntut Ukraina dan mitra internasionalnya untuk memberikan pengakuan internasional atas kendali Rusia atas Krimea dan Ukraina timur, alih-alih sekadar menghentikan perang.

Aktor Utama

Namun, Fazyl mengingatkan, aktor utama konflik Rusia-Ukraina adalah AS. “AS mendapat keuntungan dari berlanjutnya konflik ini. Trump mengalihkan beban keuangan perang ini ke Eropa dan sekutu NATO lainnya. AS tidak memberikan pengaruh efektif apa pun kepada pihak-pihak yang berkonflik, baik terhadap Rusia maupun Ukraina, untuk menghentikan invasi Rusia,” tutupnya. [MNews/Ruruh]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *