Dua Golongan Manusia yang Disebut dalam Al-Qur’an

Dua Golongan Manusia yang Disebut dalam Al-Qur’an

Penulis: K.H. Rokhmat S. Labib

Muslimah News, KOLOM — Ada dua golongan manusia yang dijelaskan dalam Al-Qur’an. Pertama, orang beriman atau mukmin yang disebutkan dalam QS Al-Baqarah: 3,

“(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.”

Kedua, orang kafir yang disebutkan dalam QS Al-Baqarah: 6,

“Sesungguhnya orang-orang yang kufur itu sama saja bagi mereka, apakah engkau beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman.”

Begitu pula dalam QS At-Taghabun: 2, Allah Swt. berfirman, “Dialah yang menciptakan kamu, maka di antara kamu ada yang kafir dan di antaramu ada yang mukmin. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Jadi, hanya ada dua golongan, yakni mukmin dan kafir. Bagi yang mukmin disediakan surga, sedangkan bagi orang kafir disiapkan neraka. Lalu bagaimana dengan orang munafik? Tidak ada golongan orang munafik. Dalam QS Al-Baqarah: 8, Allah Swt. berfirman, “Dan di antara manusia ada yang berkata, ‘Kami beriman kepada Allah dan Hari Akhir.’ Padahal, sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.”

Artinya, kalau bukan orang beriman, lalu apa? Kafir, hanya saja ada di antara mereka yang mengatakan dirinya beriman, sedangkan hatinya tidak.

Golongan mukmin dan kafir dibedakan oleh iman yang berada di dalam hati. Orang munafik, hatinya tidak beriman, hanya lisannya. Inilah yang disebut munafik i’tiqadi (keyakinan), bukan munafik ‘amali (perbuatan).

Kalau ingin disebut mukmin, maka harus ada keyakinan dalam hatinya plus secara lisan. Jika hatinya saja yang beriman, sementara lisannya tidak beriman, tidak bisa juga disebut sebagai mukmin. Jadi, iman itu harus al-‘itiqadu bil-qalbi al-iqraru bil-lisan, keyakinan dengan hati dan diikrarkan dalam bentuk lisan.

Moderasi Beragama

Dalam moderasi beragama dikatakan bahwa semua pemeluk agama akan masuk surga karena Tuhannya sama. Memang, Allah Swt. itu Rabbul ‘alamin, Tuhan semesta alam, Tuhan semua manusia, termasuk orang kafir tadi. Yang mematikan dan memberikan rezeki kepada mereka juga Allah Swt.

Namun masalahnya, apakah Allah Swt. itu dijadikan Tuhan oleh mereka? Jelas tidak! Di sinilah sebenarnya letak perbedaan antara iman dan kafir.

Dalam QS Al-Kafirun ayat 2 dijelaskan لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَ. Artinya, “Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.” Pertanyaannya, berbeda tidak sembahannya orang mukmin dan orang kafir? Beda! Orang mukmin menyembah Allah, sedangkan orang kafir menyembah selain Allah.

Kemudian, ada tidak ayat Al-Qur’an yang mengatakan orang kafir masuk surga? Justru Allah mengharamkan surga bagi mereka. Tempat tinggal mereka adalah neraka. Informasi tentang surga dan neraka ini dari Al-Qur’an.

Suatu ketika, saat diskusi antaragama, di samping saya ada pendeta. Saya katakan terus terang bahwa orang kafir itu masuk neraka selama-lamanya sehingga saya ajak pendeta itu masuk Islam. “Pak, masuk Islam. Kalau enggak saya ingatkan sekarang, nanti saya khawatir ditagih di akhirat, kok enggak diajak masuk Islam.”

Itu keyakinan mutlak dalam Islam bahwa Islam satu-satunya agama yang benar. Namun, umat Islam tidak boleh memaksa orang kafir masuk Islam. Yang boleh hanya menyampaikan agar mereka juga selamat.

Ironisnya, dalam moderasi beragama, umat Islam yang menyatakan Islam satu-satunya agama yang benar justru disebut fanatik, menimbulkan sikap intoleran, ekstremis, dan semacamnya.

Padahal, tidak seperti itu. Keyakinan adalah keyakinan, dan dakwah adalah dakwah. Inilah yang dicontohkan Rasulullah saw. dan diikuti oleh umat Islam. [MNews/RA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *