[Tokoh Bicara] Pentingnya Membangun Kesadaran Umat untuk Menegakkan Hukum Allah Taala

[Tokoh Bicara] Pentingnya Membangun Kesadaran Umat untuk Menegakkan Hukum Allah Taala

Muslimah News, TOKOH BICARA — Berbagai persoalan yang dihadapi kaum muslim saat ini menjadi perhatian para mubaligah. Melalui dakwah, mereka menekankan pentingnya membangun kesadaran umat agar kembali berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunah, menerapkan syariat Islam secara kafah, menguatkan peran amar makruf nahi mungkar dalam kehidupan, dan berkontribusi mewujudkan perubahan yang sesuai tuntunan Islam.

Membangun Kesadaran Umat

Persoalan besar yang dihadapi kaum muslim saat ini adalah belum tegaknya hukum Allah dalam kehidupan kaum muslim. Ketika kehidupan tidak berlandaskan aturan Allah, akan muncul berbagai persoalan di tengah umat, baik dalam kehidupan individu, maupun masyarakat. Karena itu, umat Islam perlu kembali memahami dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

Adapun yang harus kita lakukan dalam dakwah saat ini agar hukum Allah tegak di muka bumi ialah membangun kesadaran di tengah umat agar terbentuk pola pikir yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunah serta memahami Islam secara menyeluruh. Ketika pola pikir umat dibangun di atas Al-Qur’an dan Sunah, maka pola sikap (masya’ir) dan perasaan mereka akan mengikuti. Jadi, umat tidak akan rela jika aturan yang diberlakukan di lingkungan sekitarnya tidak berdasarkan syariatnya Allah.

— Ummu Hanif (Mubaligah) —

Hakikat Ketakwaan secara Kafah

Di tengah berbagai ujian dan perpecahan yang melanda dunia Islam saat ini, mari kita merenung sejenak. Tidakkah hati kita merindukan masa-masa kejayaan ketika kaum muslim hidup dalam ikatan ukhuah yang kuat, terlindungi kehormatannya, dan dipimpin oleh aturan yang bersumber dari Sang Maha Pencipta?

Khilafah bukan sekadar angan-angan masa lalu, melainkan institusi kepemimpinan yang diwajibkan syariat. Kehadirannya menjadi perisai bagi yang lemah, penegak keadilan yang hakiki, serta wadah persatuan yang mengembalikan izzah Islam dan kaum muslim.

Memahami urgensi Khilafah berarti memahami hakikat ketakwaan secara kafah. Bukan semata tentang kekuasaan, melainkan tentang penerapan hukum-hukum Allah secara menyeluruh demi mendatangkan rahmat bagi semesta alam.

Para mubaligah dan para pengemban dakwah hendaknya bersama-sama membuka hati untuk mengkaji kembali warisan agung Rasulullah saw. ini serta menyatukan langkah. Umat Islam adalah umat yang besar. Kebesarannya akan kembali bersinar ketika bernaung di bawah satu kepemimpinan, yaitu Khilafah Rasyidah ala minhaj nubuwwah.

Semoga Allah Swt. senantiasa mengetuk hati umat Islam dengan hidayah-Nya serta menganugerahkan kekuatan dan keistikamahan kepada para mubaligah dan para pengemban dakwah Islam kafah.

— Bunda Nabila (Mubaligah) —

Mempelajari Islam secara Utuh

Masalah utama kaum muslim saat ini adalah belum tegaknya hukum Allah. Kalau kita lihat realitas di masyarakat sekitar, masih banyak ketimpangan akibat kebijakan yang tidak bijaksana di tingkat hulu yang berdampak besar bagi masyarakat di tingkat hilir.

Dakwah saat ini pun harus dilakukan agar hukum Allah tegak di muka bumi. Ketika kita mengaku sebagai seorang muslim, maka yang harus dilakukan adalah memperbaiki akidah dan mempelajari Islam secara utuh. Islam bukan agama ritual, melainkan syariat yang harus ditegakkan.

Setiap masa memiliki ujiannya sendiri dan setiap peradaban akan terus berganti. Ketika belum ada ululamri yang memenuhi kriteria untuk menegakkan syariat Islam, maka kitalah yang memiliki kewajiban mengader generasi muda, memberikan pemahaman yang sejelas-jelasnya, serta menyampaikan pemahaman Islam yang sebenar-benarnya.

— Ani Rohmawati (Mubaligah) —

Teruslah Berdakwah

Jika kita lihat tingkat kepercayaan masyarakat benar-benar makin lemah dan menurun sebagai dampak dari berbagai kebijakan politik yang benar-benar merugikan rakyat.

Kondisi tersebut menjadi tantangan besar para mubaligah ketika menghadapi jemaah atau masyarakat dalam melaksanakan dakwah, tidak mudah untuk diterima. Apalagi, arus media sosial itu sangat kuat.

Nah, sebagai mubaligah, tidak cukup jika hanya memberikan edukasi, sosialisasi, atau materi-materi terkait yang ingin didakwahkan, tetapi harus memberikan bukti konkret. Pasalnya, masyarakat sekarang di satu sisi cerdas, tetapi di sisi lain sebenarnya belum memahami secara utuh informasi yang mereka serap. Meskipun arus informasi dari media sosial sangat deras, mereka belum tentu memahami apa yang sebenarnya mereka terima.

Para mubaligah, jangan pernah lelah. Apa yang kita lakukan hari ini, hasilnya tidak akan kita lihat hari ini. Namanya dakwah dan syiar harus terus-menerus dilakukan. Jangan pernah patah semangat apa pun hasilnya. Kita harus benar-benar mengamalkan wajāhidū bi amwālikum wa anfusikum dengan terus berjuang dalam dakwah dan tidak pernah menyerah.

—- Juwairiyah (Mubaligah) —-

Istikamah dalam Menjalankan Syariat Kafah

Dalam Al-Qur’an dan Sunah, kita diperintahkan untuk lebih taat mencintai Allah Swt. dan Rasul-Nya serta lebih istikamah dalam menjalankan syariat kafah. Menyambut perintah tersebut, kita harus mengubah sikap dan perilaku untuk menegakkan kebenaran keadilan dan mengajak kaum muslim untuk kembali ke (pemerintahan yang dipimpin) khalifah sebagai pemimpin kita.

Kita wajib memperjuangkan akidah Islam, harus lebih gigih dalam memperjuangkan syariat Islam, sekaligus terus menjaga dan menguatkan akidah agar tetap kokoh. Dengan demikian, kita mampu membentengi diri dari berbagai perbuatan yang dilarang agama, serta senantiasa berakhlakul karimah dan berjiwa ihsan.

—- Ratna Nurjanah (Mubaligah) —-

Menegakkan Syariat Islam sebagai Jalan Perubahan

Masalah utama kaum muslim saat ini karena belum tegaknya hukum Allah. Salah satu kendalanya adalah HAM (Hak Asasi Manusia) dan aturan yang diterapkan. Adanya HAM yang dijadikan sebagai hukum di Indonesia menyebabkan aturan-aturan yang seharusnya diikuti seorang muslim, tidak dijalankan oleh orang-orang di Indonesia yang mengaku muslim sesuai kaidah syariat Islam. Oleh sebab itu, sulit bagi syariat Islam untuk tegak di Indonesia.

Satu-satunya jalan adalah sistemnya harus diganti. Karena itu, sangat penting bergabung dengan jemaah dakwah yang mewujudkan ululamri sesuai akidah. Kita adalah orang Islam, sehingga harus mengikuti sistem Islam, terutama dalam menegakkan agama Islam dan Negara Islam, yang menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

— Umi Ling (Mubaligah) —

[MNews/SA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *