[Nafais Tsamarat] Sifat Iri yang Terpuji

[Nafais Tsamarat] Sifat Iri yang Terpuji

Muslimah News, NAFAIS TSAMARAT — Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada sifat iri yang terpuji, kecuali pada dua orang, yakni seorang yang dipahamkan oleh Allah tentang Al-Qur’an, lalu ia membacanya pada waktu malam dan siang hari. Kemudian, salah seorang tetangganya mendengarkan (bacaan Al-Qur’annya) dan berkata, ‘Duhai kiranya aku diberi (pemahaman Al-Qur’an) seperti yang diberikan kepada si Fulan, sehingga aku bisa mengamalkan (membaca Al-Qur’an) seperti yang diamalkannya.’ Dan seorang yang dilimpahkan oleh Allah baginya harta, lalu ia membelanjakannya di jalan yang benar. Kemudian, ada orang lain yang berkata, ‘Duhai kiranya aku diberi kelebihan harta seperti yang diberikan kepada si Fulan, sehingga aku bisa mengamalkan (bersedekah di jalan Allah) seperti yang diamalkannya.’” (HR Bukhari).

Sifat iri yang terpuji dalam hadis ini disebut Al-Gibthah, yakni iri yang benar dan tidak tercela. Al-Ghibthah artinya menginginkan nikmat yang Allah berikan kepada orang lain tanpa mengharapkan hilangnya nikmat itu dari orang tersebut.

Semoga setiap juru dakwah bisa memiliki keduanya, yakni dipahamkan oleh Allah tentang Al-Qur’an dan mampu mengamalkannya, serta dilimpahi Allah dengan harta dan menjadi seorang dermawan di jalan dakwah. Amin. [MNews/RY-YG]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *