[Kabar] Guncangan Energi, Pemerhati: Bukti Nyata Kerugian Dunia Akibat Hegemoni AS

[Kabar] Guncangan Energi, Pemerhati: Bukti Nyata Kerugian Dunia Akibat Hegemoni AS

Muslimah News, INTERNASIONAL — Dana Moneter Internasional (IMF) mengingatkan, negara di kawasan Asia lebih rentan terhadap guncangan energi daripada wilayah lain karena ketergantungannya yang besar pada bahan bakar dari Timur Tengah. IMF juga mewanti-wanti dampak akut terhadap ekonomi jika perang Iran yang berkepanjangan memicu kekurangan pasokan minyak.

Hitungan IMF, penggunaan minyak dan gas mencapai sekitar 4% dari produk domestik bruto (PDB) Asia, hampir dua kali lipat dari Eropa yang hanya sekitar 2,5% dari PDB Asia.

“Ini adalah guncangan, yang akan lebih memengaruhi Asia daripada wilayah lain,” kata Krishna Srinivasan, Direktur Departemen Asia-Pasifik IMF, Rabu (15-4-2026), dalam wawancara dengan Reuters. “Yang akan kita lihat adalah inflasi yang lebih tinggi, pertumbuhan yang lebih lemah, dan neraca transaksi berjalan yang lebih lemah.”

Kerugian Dunia

Kepada MNews, Kamis (30-4-2026), pemerhati generasi Diana Mufida menyatakan, ini merupakan bukti nyata kerugian dunia akibat hegemoni Amerika Serikat (AS). “Terlebih, fakta bahwa rantai pasok dan cadangan energi negara-negara di dunia yang saat ini terganggu, sebenarnya tidak terjadi karena sebab tunggal, yaitu perang Iran melawan AS-Israel,” ungkapnya.

Ia menerangkan, yang terjadi adalah AS sebagai negara adidaya saat ini memaksa negara-negara lain di dunia untuk tunduk pada peraturannya, yaitu mewajibkan penggunaan mata uang dolar Amerika dalam transaksi internasionalnya. “Akibatnya, negara-negara berkembang harus menguras sumber keuangannya agar bisa menghasilkan dolar sebanyak-banyaknya demi bisa mendapatkan energi ataupun kebutuhan lainnya yang dibeli dari pasar global,” imbuhnya.

Pasar global itu pun, lanjut Diana sebenarnya pasar bebas yang juga sudah diatur oleh AS melalui perpanjangan tangannya di WTO. “Pasar global menjadikan semua komoditas harus diperjualbelikan dengan harga yang disepakati oleh internasional, yakni AS melalui WTO,” ujarnya.

Artinya, ia menyampaikan, sekalipun suatu negara merupakan negara penghasil minyak, tetapi negara tersebut tidak bisa mengatur harga minyaknya sendiri, harga minyak mereka diatur oleh pasar global. “Demikian juga dengan komoditas lainnya. Perjanjian bilateral antara dua negara pun tidak efektif dalam mensiasati kelicikan AS dengan pasar globalnya itu,” paparnya..

Dua hal tersebut, penggunaan mata uang dolar AS dan tekanan pasar global, jelasnya, telah terjadi sejak lama dan hingga hari ini pun masih terjadi. “Amerika nyata-nyata menggunakannya sebagai alat penjajahan untuk mengontrol, mengendalikan, dan menghegemoni dunia,” terangnya.

Diana mengutarakan, hegemoni tersebut menjadikan dunia sangat tergantung pada dolar AS dan pasar global. “Akibatnya, ketika terjadi sesuatu yang berpengaruh besar terhadap nilai dolar AS ataupun terhadap pasar global, rantai pasok semua komoditas negara-negara di dunia juga akan terganggu. Konsekuensinya, seluruh negara di dunia harus tunduk dan patuh pada AS agar rantai pasoknya aman, meskipun menderita kerugian,” ulasnya.

Jadi, bebernya, terganggunya rantai pasok internasional hari ini, tidak semata-mata akibat perang Iran melawan Amerika-Israel. “Ini merupakan bukti nyata kerugian dunia akibat hegemoni AS. AS melemahkan posisi perjanjian bilateral sehingga negara-negara di dunia harus tergantung pada pasar global,” urainya.

Selain itu, tambahnya, Amerika juga menjadikan mata uangnya sebagai alat transaksi internasional sehingga negara-negara di dunia kesulitan menggunakan mata uang selain dolar AS. “Dalam kondisi dolar AS yang makin menguat, maka makin sulit terutama bagi negara berkembang menyediakan dolar AS untuk transaksi internasional. Hal ini bisa memicu masalah berikutnya, yaitu utang,” cetusnya.

Harus Diubah

Padahal, ujar Diana, Allah Swt. berfirman dalam QS An-Nisa ayat 141, “Allah tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk mengalahkan orang-orang mukmin.”

Namun, ia menyayangkan, fakta yang dihadapi sekarang berbeda dengan firman Allah Swt. tersebut. “Oleh karenanya, fakta ini yang harus diubah agar sesuai dengan ayat Allah Swt. tersebut karena firman Allah Swt. adalah kebenaran yang nyata,” tegasnya.

Di sisi lain, Diana menilai, perang yang terjadi hari ini merupakan bentuk pertolongan Allah Swt. kepada umat Islam di seluruh dunia agar segera sadar terhadap wujud asli AS yang jahat, licik, dan serakah. “Keserakahan ini merupakan ciri khas sekuler kapitalisme,” ucapnya.

Untuk itu, ia mengingatkan umat Islam di Indonesia dan dunia agar bersatu melawan hegemoni AS berikut kapitalismenya. }Umat Islam di Indonesia dan dunia harus kembali pada petunjuk Allah Swt. karena Allah Swt. pasti menepati janjinya untuk mengembalikan Islam dan kaum muslim sebagai umat terbaik di atas muka bumi ini,” tandasnya. [MNews/RA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *