[Kabar] Trump Sedang Berencana Menjarah Negeri Muslim untuk Membiayai Kejahatan Perangnya

[Kabar] Trump Sedang Berencana Menjarah Negeri Muslim untuk Membiayai Kejahatan Perangnya

Muslimah News, INTERNASIONAL — Jubir Gedung Putih Karoline Leavitt, Senin (30-3-2026), tidak mengungkapkan rahasia apa pun ketika ia mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump sangat tertarik dengan gagasan untuk menekan negara-negara Arab agar menanggung biaya operasi militer Amerika terhadap Iran. Karoline menambahkan, ia tidak akan mendahului Presiden, tetapi ia tahu pasti bahwa Trump memiliki gagasan ini dalam pikirannya.

Merespons hal tersebut, jubir jemaah dakwah ideologis internasional menilai, ini adalah perilaku yang khas dan dapat diprediksi dari Trump yang arogan terhadap para penguasa muslim yang telah menghujaninya dengan ratusan miliar dolar sejak ia menjabat 2015. “Ia menjarah negeri muslim untuk membiayai kejahatan perangnya,” ucapnya kepada Kantor Berita ideologis internasional, Kamis (2-4-2026).

Terlepas dari semua yang telah dan sedang terjadi, ungkapnya, penjarahan kekayaan kaum muslim oleh Trump terus berlanjut tanpa henti. Umat muslim, lanjutnya, belum melupakan kejadian pertama dan kedua dari penjarahan ini, maupun jumlah uang mereka yang sangat besar yang dijanjikan para penguasa mereka untuk diberikan kepada Trump dalam bentuk kesepakatan ekonomi yang konon bernilai lebih dari dua triliun dolar! “Sekarang ia sedang mempersiapkan aksi penjarahan kekayaan muslim yang ketiga, setelah secara terbuka menyatakan keinginannya agar para pemimpin negeri muslim membiayai perang yang dilancarkannya di tanah mereka dengan uang mereka sendiri,” jelasnya

Ia menerangkan, Trump memperlakukan para penguasa muslim sebagai pelayan yang tunduk, memohon bantuan dan pelayanannya sebagai imbalan atas perlindungan atau kelanjutan kekuasaan, tanpa sedikit pun rasa hormat atau pertimbangan. “Beberapa hari yang lalu, Trump berbicara dengan nada menghina selama pidato di sebuah forum investasi di Miami, menggunakan bahasa arogan dan ungkapan vulgar yang mencerminkan penghinaan dan cemoohannya terhadap para penguasa muslim. Para penguasa umat Islam telah mencapai tingkat kehinaan, kelalaian, dan pengkhianatan yang sangat tinggi,” paparnya.

Para penguasa muslim, ujarnya, tidak menjaga martabat, kehormatan, kekayaan, maupun tanah umat Islam. “Betapa jahatnya para penguasa ini dan betapa lelahnya umat Islam melihat pengkhianatan mereka! Mereka adalah sumber utama penderitaan, kelemahan, dan penghinaan yang diderita umat Islam. Tidak ada jalan keluar dari situasi ini, kecuali bagi kaum muslim mengupayakan kembalinya kehidupan Islam sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah saw., yakni sistem pemerintahan Khilafah sebagaimana yang diteruskan para Khulafaurasyidin. Dengan kembalinya Khilafah, umat Islam akan mendapatkan kembali kejayaan mereka karena Khilafah adalah perisai bagi kaum muslim,” pungkasnya. [MNews/IK]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *