[Kabar] Konflik AS-Iran, UIY: Perlunya Persatuan Dunia Islam

[Kabar] Konflik AS-Iran, UIY: Perlunya Persatuan Dunia Islam

Muslimah News, INTERNASIONAL — Ketegangan antara Amerika dan Iran belum usai. Merespons hal tersebut, cendekiawan muslim Ustaz Muhammad Ismail Yusanto yang kerap disapa UIY angkat bicara. “Penyebab utama kerentanan negeri-negeri Islam terhadap serangan asing adalah ketidakseimbangan kekuatan. Pelajaran penting dari konflik ini adalah perlunya persatuan dunia Islam. Dengan jumlah demografi lebih dari 2 miliar jiwa dan potensi sumber daya alam yang luar biasa, dunia Islam sebenarnya memiliki modal untuk menjadi kekuatan global yang disegani,” ujarnya dalam Fokus to The Point: “AS Menyerang Iran, Apa Kesalahan Kita?” pada Sabtu (14-3-2026) di kanal UIY Official.

Ia menjelaskan, AS dan Zion*s tidak akan berani melakukan serangan langsung jika kekuatan militer lawannya seimbang sebagaimana sikap mereka terhadap Rusia atau Cina. “Persatuan umat dalam bingkai kepemimpinan yang kuat (Khilafah) dipandang sebagai satu-satunya cara untuk menghimpun potensi sains, teknologi, ekonomi, dan militer guna mewujudkan keseimbangan kekuatan di dunia internasional,” paparnya.

Dilematis

Ia pun menyorot posisi dilematis para penguasa di negeri-negeri Arab. “Banyak di antara mereka yang enggan mengecam serangan AS-Israel karena ketakutan akan kehilangan kekuasaan. Mereka khawatir jika tidak mendukung AS, posisi mereka akan terancam seperti yang dialami oleh Mursi di Mesir atau Maduro di Venezuela. Namun, mulai muncul kekecewaan di antara para pemimpin Teluk karena aset militer AS yang diharapkan bisa mengamankan mereka justru dipindahkan untuk kepentingan perlindungan Israel,” terangnya.

Hal ini, imbuhnya, memicu langkah-langkah diplomasi rahasia dengan Iran untuk membatasi dampak serangan agar tidak meluas ke wilayah mereka. “Meskipun telah ditekan melalui blokade ekonomi dan sanksi embargo yang berkepanjangan, Iran terbukti mampu bertahan dan memberikan perlawanan yang mengejutkan dunia. Pada Juni 2025, AS mengklaim telah melumpuhkan ambisi nuklir Iran, tetapi serangan-serangan berikutnya membuktikan bahwa program tersebut tetap berjalan melalui ahli-ahli yang tidak terdeteksi oleh intelijen Barat,” bebernya.

Sekutu AS di Eropa, ungkapnya, mulai menunjukkan keengganan untuk terlibat lebih jauh. “Spanyol secara terbuka menolak penggunaan pangkalan udara dan ruang udaranya untuk kepentingan militer AS dalam menyerang Iran. Penolakan ini menjadi pukulan telak karena posisi geografis Spanyol sangat strategis bagi suplai logistik AS menuju Israel. Ketidakinginan Eropa ini dipicu oleh kondisi internal mereka yang sedang “sakit” akibat dampak lanjutan perang Rusia-Ukraina dan krisis energi yang memicu inflasi tinggi,” tandasnya. [MNews/IK]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *