[Kabar] Mengandalkan Trump untuk Menyelamatkan Gaza Adalah Puncak Pengkhianatan!

[Kabar] Mengandalkan Trump untuk Menyelamatkan Gaza Adalah Puncak Pengkhianatan!

Muslimah News, INTERNASIONAL— Presiden Amerika Serikat Donald Trump memimpin pertemuan yang dihadiri Arab Saudi, UEA, Qatar, Mesir, Yordania, Turki, Indonesia, dan Pakistan, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB, Selasa (23-9-2025).

Trump menyatakan bahwa tujuan pertemuan itu untuk membebaskan tahanan Yahudi yang ditahan Ham*s, gencatan senjata permanen, dan penarikan bertahap tentara Yahudi.

Para penguasa yang berkumpul sangat gembira dengan rencana Trump ini. Emir Qatar menyatakan, “Kami mengandalkan Anda [Trump] dan kepemimpinan Anda untuk mengakhiri perang ini dan membantu rakyat Gaza.” Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang hadir dalam pertemuan tersebut, juga menyatakan, “Pertemuan ini sangat bermanfaat.” Pernyataan-pernyataan ini mewakili pernyataan para penguasa lainnya.

Pengkhianatan

Jubir kelompok dakwah ideologis internasional mengingatkan perilaku para penguasa itu. ”Merupakan puncak penghinaan dan pengkhianatan jika mengandalkan Trump untuk menyelamatkan Gaza dengan mengakhiri perang di sana karena Trump adalah pendukung utama agresi brutal Zion*s Yahudi terhadap Gaza,” ungkapnya kepada Kantor Berita ideologis internasional Sabtu (27-9-2025).

Ia mempertegas peringatannya itu dengan mengutip Al-Quran surah Hud ayat 113, ”Dan janganlah kamu condong kepada orang-orang yang zalim, yang menyebabkan kamu ditimpa api neraka. Karena jika demikian, maka tidak ada pelindung bagimu selain Allah dan tidak pula kamu akan ditolong.”

Ia meyakini, andai pasukan muslim bergerak memerangi penjajah Zion*s Yahudi pasti Allah Swt. akan menolongnya untuk mengembalikan seluruh wilayah Palestina ke pangkuan Islam. “Perangilah mereka, niscaya Allah Swt. akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tanganmu, dan Dia akan menghinakan mereka, menolongmu mengalahkan mereka, serta menenangkan hati orang-orang beriman,” ucapnya mengutip surah At-Taubah ayat 14.

Ia merasa sedih, sejak Khilafah runtuh 100 tahun lalu, tidak ada yang bisa diandalkan untuk melindungi kaum muslim. ”Kesucian kaum muslim dilanggar, tanah mereka dijajah, dan kaum ruwaibidhah (yang tidak berarti dan bodoh) memerintah mereka. Para pemimpin itu tidak mengusir musuh maupun melindungi integritas Islam hingga tanah yang diberkati justru diduduki oleh orang-orang yang dilanda kehinaan dan kesengsaraan, dan mereka pun ditimpa murka Allah,” ucapnya prihatin.

Tentara Islam

Jubir mempertanyakan, tidak adakah di antara tentara Islam yang darahnya mendidih ketika menyaksikan kejahatan entitas Yahudi yang mengamuk di Gaza, menghancurkan rumah-rumah, dan menumpahkan darah dalam pembantaian brutal yang menyasar para lansia, anak-anak, dan wanita? ”Tidak adakah di antara kalian orang berakal yang darahnya mendidih ketika melihat orang-orang berpindah dari satu tempat ke tempat lain dan Zion*s Yahudi membombardir mereka dalam pergerakan dan migrasi mereka?” sindirnya.

Jubir juga mengingatkan, menaati para penguasa yang tunduk pada agresi Zion*s serta tidak menolong Palestina merupakan aib di dunia dan akan mendapat siksa pedih di akhirat. Bahkan, ucapnya, orang-orang yang menaati para pemimpin dalam kemaksiatan kepada Allah, para pemimpin itu akan mengingkarinya pada hari kiamat, dan mereka akan menyesal telah mengikuti para pemimpin dalam kemaksiatan kepada Allah, tetapi tidak ada waktu untuk menyesal.

Jubir menyertakan surah Al-Baqarah ayat 166-167 sebagai dalilnya, ”(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: ’Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami’. Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka.”

”Tidakkah ada di antara kalian orang yang berakal budi yang menginginkan salah satu dari dua kebaikan, yaitu memimpin pasukan Islam dan membebaskan Gaza sebagaimana yang dilakukan Al-Faruq ketika membukanya, Salahudin ketika membebaskan Baitulmaqdis, dan Abdul Hamid ketika melindungi Palestina dari kejahatan orang-orang Yahudi?” tanyanya retoris.

Janji Allah

Jubir menyampaikan, kemenangan itu pasti karena merupakan janji Allah dan kabar gembira dari Rasulullah saw.. ”Kemenangan itu berupa kejayaan Islam dan kaum muslim, kembalinya Khilafah Rasyidah, memerangi Yahudi, dan dibukanya Roma sebagaimana Konstantinopel ditaklukkan,” tandasnya.

Hanya saja, ia mengingatkan, Allah Swt. tidak memerintahkan malaikat turun dari langit untuk menegakkan Khilafah, sementara umat Islam berdiam diri. ”Sebaliknya, para malaikat turun kepada kita untuk membantu kita selama kita bekerja dengan sungguh-sungguh, tekun, jujur, dan ikhlas. Maka, Allah Swt. akan menganugerahkan kita kemenangan dan kejayaan di dunia dan akhirat, dan itulah kemenangan yang agung,” tegasnya.

“Dan pada hari itu orang-orang yang beriman akan bergembira atas kemenangan yang dikehendaki Allah. Dia memberikan kemenangan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Sebab Dialah Yang Maha Kuasa lagi Maha Penyayang,” pungkasnya membacakan surah Ar-Rum ayat 4—5. [MNews/IA]

Share

3 thoughts on “[Kabar] Mengandalkan Trump untuk Menyelamatkan Gaza Adalah Puncak Pengkhianatan!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *