Muslimah News, INTERNASIONAL— Merespons serangan udara Zion*s Yahudi ke Qatar beberapa waktu lalu, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Darurat Negara-Negara Arab dan Islam menggelar pertemuan di Doha, Qatar, Senin (15-9-2025).
Puncak KTT Darurat diakhiri dengan pernyataan resmi yang secara tegas mengutuk serangan penjajah Zion*s dan menyatakan solidaritas penuh terhadap Qatar.
Juru bicara (jubir) kelompok dakwah ideologis internasional wilayah Pakistan menyesalkan, KTT hanya menghasilkan kecaman dan ungkapan penyesalan. ”Kecaman itu, bahkan bukan untuk para martir yang gugur di Doha dan Gaza, tetapi untuk dugaan serangan terhadap kedaulatan Doha,” tuturnya kepada Kantor Berita ideologis internasional, Senin (15-9-2025).
Ia menambahkan, setelah jumlah syahid di Gaza melampaui puluhan ribu, KTT itu tidak memberikan kecaman dan kutukan, sebaliknya hanya mengeluarkan pernyataan yang mengutuk agresi Zion*s di Doha dengan menyebutnya pengecut.
“Adapun deklarasi penutup mereka, hal itu tidak menyimpang dari kebijakan pengecut yang telah mereka terapkan. Ini tidak luput dari agen Amerika yang hadir di pertemuan dan menegaskan apa yang menjadi perhatian mereka, yaitu memerangi Islam dan kaum muslim,” ulasnya.
Juru bicara resmi kepresidenan Mesir yang hadir di acara itu, ucapnya, menegaskan bahwa Mesir mengutuk segala bentuk terorisme dan ekstremisme, serta menolak segala bentuk aktivitas yang mengancam keamanan dan stabilitas.
“Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan memuji peran aktif Mesir dalam meredakan ketegangan regional, memuji upaya mediasi Kairo untuk mencapai gencatan senjata di Gaza. Juga upayanya untuk meringankan penderitaan warga sipil, serta perannya dalam memfasilitasi kesepakatan untuk melanjutkan kerja sama antara Iran dan Badan Tenaga Atom Internasional,” bebernya.
Ia prihatin, semua ini terjadi di tengah darah umat mendidih tersebab kebiadaban Zion*s atas Gaza dan seluruh Palestina.
Menjadi Jelas
Jubir lalu menegaskan, teka-teki ini telah menjadi jelas bagi semua orang, baik yang dekat maupun yang jauh. ”Mereka bukanlah para penguasa umat Islam yang jujur dan tulus. Sebaliknya, mereka adalah agen-agen kekuatan kolonialis Barat dan penjaga setia pendudukan Zion*s.”
Menurutnya, fungsi para penguasa Arab adalah melindungi kepentingan Barat di negeri-negeri muslim dan melindungi entitas Zion*s yang biadab. ”Mereka juga berupaya mencegah penyatuan umat Islam dan pembentukan institusi Islam, Khilafah, yang berlandaskan pada tuntunan kenabian,” jelasnya.
Ia berharap, tentara muslim di negeri-negeri muslim bisa membebaskan penguasa mereka dari pengaruh Barat. ”Merupakan kewajiban syariat bagi para perwira yang tulus dalam angkatan bersenjata Pakistan untuk memperluas nusrah (dukungan militer). Inilah satu-satunya tindakan yang akan membersihkan hati nurani mereka, mengembalikan martabat mereka, dan menghormati kewajiban syariat mereka yang semuanya telah dinodai oleh para pemimpin ruwaibidhah (orang-orang bodoh dan ikut campur dalam urusan publik) ini,” bebernya.
Ia mengingatkan, jika para tentara itu diam, mereka akan tenggelam dalam kehinaan dan rasa malu di dunia sebelum tenggelam di akhirat.
”Kapankah para perwira yang tulus akan mendukung Allah Swt. dan Rasul-Nya dengan memperluas nusrah kepada partai ideologis yang akan menegakkan Khilafah dan memerintah dengan segala yang telah Allah Swt. turunkan?” tanyanya retoris.
Khilafah, sambungnya, akan mempersiapkan pasukan dan memimpin pembebasan Tanah Suci Palestina, menuntut balas atas nama para ibu, anak-anak, dan orang tua yang berduka, serta menguburkan penjajah Zion*s di kuburan yang digalinya sendiri.
Terakhir, ia menandaskan, tentara yang mendukung Allah Swt. dan Rasul-Nya akan mendapatkan kehormatan, diselamatkan dari siksa akhirat, dan meraih kebahagiaan surga.
“Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang ada di dekatmu dan biarkan mereka merasakan kekerasan dalam dirimu. Ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa,” pungkasnya membacakan surah At-Taubah ayat 123. [MNews/IA]
