Muslimah News, NASIONAL — Persoalan yang terjadi di Gaza, Palestina, bukanlah konflik, melainkan genosida. Bukan pula perang, tetapi ethnic cleansing. Juga bukan bencana kelaparan, tetapi pelaparan sistemis. Kondisi yang sangat memprihatinkan ini menjadi fokus perhatian ratusan tokoh muslimah se-Indonesia yang hadir pada Bincang Hangat: “Politik Pelaparan Gaza dan Tanggung Jawab Kita”, Jumat (8-8-2025) yang dilaksanakan secara daring dan luring.
Dalam keynote speech-nya, aktivis dakwah nasional Ir. Ratu Erma Rachmayanti mengkritisi sikap para penguasa muslim yang tidak bisa diandalkan untuk menyelesaikan problem di Palestina tersebut. “Oleh karenanya umat Islam harus sadar, bangkit bersatu menjalankan kewajiban dakwah untuk mencerdaskan umat dan melakukan muhasabah kepada penguasa,” ungkapnya.
Ia menegaskan, tindakan yang semestinya dilakukan terhadap Zion*s hanyalah satu kata, yakni jihad. Hanya saja persoalannya saat ini, lanjutnya, tidak ada negara yang menggerakkannya. “Apalagi, perdamaian dengan Yahudi berarti menyerahkan tanah Islam kepada mereka, memberi mereka kesempatan untuk menguasai umat Islam di dalamnya. Ini tidak boleh secara syar’i dan Islam mewajibkan seluruh umat Islam memerangi Yahudi hingga dapat dihancurkan dan tanah umat muslim dibebaskan,” ucapnya.
Namun, yang dapat melakukannya hanya negara Islam, Khilafah, yang saat ini belum terwujud. “Untuk itu, isu utama umat Islam saat ini adalah tidak adanya Khilafah yang akan menata dunia dengan syariat Islam sebagai ideologi yang sesuai dengan fitrah insaniah,” ujarnya.
Perang Pemikiran
Selanjutnya pegiat Palestina dan motivator Annisa Theresia Maqdisia, S.Sos., M.Si. sebagai pemateri pertama mengingatkan bahwa di Palestina terjadi perang fisik dan eksistensi, tetapi di sini yang harus dilakukan kaum muslim adalah perang pemikiran dengan narasi. “Liberation of mind before liberation of land,” sebutnya.
Ia mengutarakan, apa yang terjadi di Gaza sejatinya bukan dimulai dari 7 Oktober 2023 tetapi sejak keruntuhan Khilafah pada 1924. “Saat itu, Palestina adalah provinsi di dalam naungan Khilafah,” terangnya.
Urusan Palestina, dalam pandangannya, bukan hanya urusan warga Gaza karena ini tanah umat Islam, yakni sebagai ardhul muqoddas (tanah suci), tanah kharajiyah, dan tanah ribath (perbatasan) yang merupakan sebaik-baik tempat bagi umat Rasulullah saw. “Maka, tidak ada alasan kaum muslim berdalih dan menjadi “setan bisu”,” cetusnya.
Terlebih, sambungnya, Zion*s memiliki agenda besar eretz Israel (tanah yang dijanjikan) yang ingin diwujudkan. “Ini ancaman nyata, sudahkan umat muslim menyadarinya dengan pemahaman yang utuh?” tanyanya lugas.
Ia mengungkapkan, kaum muslim harus bersikap. “Caranya, ilmui atau pelajari, bersuara, berpihak, boikot, menyiapkan generasi pembebas, dan sambut kembali fitrah kemenangan dengan sistem Islam,” urainya.
Harus Dihentikan
Pemateri berikutnya akademisi sekaligus pakar ekonomi Islam Nida Saadah, S.E., Ak., M.E.I. menyatakan, yang terjadi di Gaza, termasuk pelaparan sistemis, harus segera dihentikan. “Dalam Islam, negara bertanggung jawab menjaga darah, kehormatan, dan darah kaum muslim. Tidak boleh membiarkan mereka ditindas oleh kekuatan asing,” jelasnya.
Ia membeberkan, langkah syar’i, logis, dan rasional untuk membebaskan Gaza adalah pemberangkatan pasukan oleh negara Islam. “Negara Islam, Khilafah, akan membebaskan Gaza sekaligus menyelesaikan berbagai problem manusia di dunia karena yang terjadi di Gaza dan munculnya berbagai problem tersebut akibat manusia meninggalkan syariat Allah, termasuk dalam hal bernegara,” ucapnya.
Langkah untuk merealisasikannya, ia menyampaikan, adalah dengan menyatukan pikiran dan perasaan umat Islam global dengan Islam ideologis. “Ini butuh konsolidasi dan peran semua pihak yang sudah memahami untuk melibatkan diri melakukan gerakan perubahan pemikiran global sistematis,” tandasnya.
Merespons pemaparan para pemateri, tokoh-tokoh yang hadir menyatakan keprihatinannya yang mendalam terhadap kondisi rakyat Gaza. Banyak hal yang telah mereka lakukan, seperti donasi dan doa. Namun, mereka sepakat bahwa harus ada gerakan nyata menuju penerapan sistem Islam kafah yang akan membebaskan Palestina. [MNews/RA]
#GazaSystematicsStarvation #armiestoaqsa #aynalmuslimun #PalestinaNeedsJihad

#GazaSystematicsStarvation #armiestoaqsa #aynalmuslimun #PalestinaNeedsJihad