[Kabar] Pengamat: Zion*s Yahudi Tidak Sekuat yang Dipropagandakan

[Kabar] Pengamat: Zion*s Yahudi Tidak Sekuat yang Dipropagandakan

Muslimah News, NASIONAL — Hingga saat ini, Palestina masih dalam penjajahan Zion*s Israel. Namun, pengamat politik Siti Muslikhati, S.I.P., M.Si. menilai bahwa sebenarnya entitas Zion*s tidak sekuat yang dipropagandakan.

“Sebenarnya entitas Yahudi tidak sekuat yang dipropagandakan. Mereka tampak kuat karena di-back up oleh Amerika Serikat (AS),”ulasnya dalam Focus Group Discussion (FGD) Intelektual Muslimah bertajuk “Tragedi Gaza dan Jalan Penyelamatan Hakiki: Solusi Syariat Kafah”, Ahad (27-7-2025), yang dilaksanakan secara hibrida.

Dosen di sebuah perguruan tinggi swasta ini memandang, dalam kondisi umat Islam masih terpecah, lemah, dan belum punya kekuatan penuh saja, musuh-musuh Islam sudah merasa terancam.

Ia mencontohkan perang Iran-“Israel” pada Juni lalu berhenti akibat gencatan senjata atas inisiasi AS. “Apakah perang tersebut menyelesaikan masalah Gaza?” tanyanya retoris.

“Israel”—dalam hal ini IDF dan Mossad—, ungkapnya, berani menyerang dengan menargetkan fasilitas nuklir, instalasi militer, dan kediaman pribadi pejabat Iran adalah atas support AS.

Jadi, ia menganalisis, dalang utama konflik di Timur Tengah adalah AS dengan berbagai kepentingannya. “Kepentingan tersebut antara lain, ekonomi. AS menjadi produsen dan pemasok senjata tempat terjadinya perang. Kemudian mempertahankan dominasi entitas Yahudi dan menghalangi gerakan Islam dengan melabelinya teroris,” paparnya.

Jika dalangnya dari mereka (Barat), sambungnya, masihkah berharap pada solusi Barat? “Solusi dua negara, normalisasi hubungan dengan “Israel”, evakuasi warga Gaza hanyalah solusi parsial,” ucapnya.

Dari peristiwa ini, nilainya, sebenarnya umat menyaksikan pentingnya ketahanan dan kemandirian teknologi senjata, yaitu pentingnya menghadapi “Israel” dengan kekuatan militer dan senjata.

“Tidak cukup Iran (sendirian) karena belum memenuhi syarat jihad akibat adanya sekat nasionalisme. Apalagi, mereka (Barat) bersatu menyerang, menciptakan narasi jahat, dan memobilisasi kekuatan hanya untuk membendung satu negara muslim (Iran) yang akan membalas (serangan “Israel”),”urainya.

Hambatan

Terlebih, ungkapnya, ada hambatan yang dihadapi umat Islam saat ini, yakni politik demokrasi dan nation-state, serta penerapan ekonomi kapitalisme sehingga terjadi kapitalisasi pengelolaan sumber daya alam.

“Maka, umat harus diarahkan untuk menyadari potensi besar yang dimilikinya dan pentingnya memiliki kekuatan politik serta militer dalam naungan Daulah Islam yang bisa memunculkan kekuatan setara,” terangnya.

Ini karena, tuturnya, yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah Palestina adalah jihad dan Khilafah. “Palestina membutuhkan persatuan umat untuk melawan dominasi superpower dunia saat ini dengan tegaknya kepemimpinan global umat Islam, yaitu Khilafah,” tegasnya.

Ia menjelaskan, jihad sebagai metode pokok dakwah luar negeri adalah perintah Allah Taala. “Jihad adalah perang di jalan Allah untuk meninggikan kalimat-Nya, membuat firman-Nya tertinggi di dunia,” cetusnya.

Pada masa Rasulullah saw., tambahnya, jihad menghilangkan hambatan khusus. “Hasil jihad adalah  dibebaskannya berbagai wilayah sehingga (penduduknya) memperoleh hak dasar. Bahkan, politik luar negeri Islam adalah pengembangan dakwah Islam dan jihad adalah metode mendasar yang diterapkan Islam untuk menyampaikan pesan Islam ke luar negeri,” urainya.

Metode ini, lanjutnya, bersifat tetap dan tidak pernah berubah. “Target utama Islam adalah seluruh dunia. Jihad digunakan sebagai alat untuk dua hal, yaitu universalisasi agama dan pembentukan negara Islam dunia (superpower dar Islam),” pungkasnya. [MNews/RA-Kontributor daerah: Rin/Yogya]

Share

One thought on “[Kabar] Pengamat: Zion*s Yahudi Tidak Sekuat yang Dipropagandakan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *