[Kabar] Terdaftar Halal, Ternyata Haram, UIY: Ini Sifat Bisnis Sekuler

[Kabar] Terdaftar Halal, Ternyata Haram, UIY: Ini Sifat Bisnis Sekuler

Muslimah News, NASIONAL — Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal dan Badan Pengawas Obat dan Makanan menemukan jajanan anak yang mengandung unsur babi. Bahkan, tujuh di antaranya sudah bersertifikat halal.

Cendekiawan muslim Ustaz Ismail Yusanto (UIY) menegaskan, inilah sifat dari bisnis sekuler. ”Ini menunjukkan sifat dari bisnis di mana pun tempat itu sama, yakni untuk mengejar keuntungan, apa pun akan cenderung ditempuh. Ini bisnis yang sekuler, yang kapitalistis, termasuk memanipulasi label halal,” tuturnya dalam Focus To The Point dengan tajuk “Terdaftar Halal, Ternyata Haram, Kok Bisa?”, Kamis (8-5-2025), di kanal UIY Official.

Para pebisnis itu, lanjut UIY, sadar bahwa Indonesia dengan mayoritas konsumen muslim, label halal akan sangat menentukan. ”Oleh karenanya, mereka berusaha mencari itu [label halal] dan dapat. Nah, jika benar begitu, maka ini harus diusut, ini harus dianggap sebagai sebuah kejahatan,” tandasnya.

Kejahatan ini, ucapnya, kejahatan luar biasa. ”Bisa dihitung kalau tujuh item tadi kali sekian produk bisa ditelusuri kan sudah laku berapa? Akan bisa kita bayangkan, berapa banyak orang yang sudah mengonsumsi itu. Meskipun secara fikih tidak bisa dipersalahkan, tetapi ingredient (komposisi) yang mengandung bahan haram itu pasti akan berpengaruh pada tubuh kita,” bebernya.

UIY berharap, baik produsen maupun konsumen hendaknya mengembangkan self control untuk memastikan barang yang diproduksi atau dikonsumsi halal. Hanya saja, menurutnya, self control untuk konsumen itu tidak mudah sebab tidak semua orang mengetahui sebuah produk itu mengandung unsur haram. ”Babi itu kan nama umumnya, tetapi nama generiknya (nama dagangnya) kita tidak tahu, bisa dalam berbagai bentuk nama. Ini yang jadi soal!” imbuhnya.

Negara Hadir

Di sinilah, menurut UIY, pentingnya negara hadir dalam mengendalikan konsumsi masyarakat dan memastikan bahwa masyarakat mengonsumsi makanan yang halal saja. “Ini soal yang sangat penting dalam pandangan Islam,” jelasnya.

Betapa pentingnya menjaga makanan halal ini, lanjutnya, sampai Nabi saw. mengatakan dalam hadis riwayat Al-Baihaqi, ”Adalah lebih baik bagi salah seorang dari kamu memasukkan tanah ke dalam mulutnya daripada memasukkan barang haram.”

”Nabi saw. juga mengatakan, ’Tidak masuk surga darah dan daging yang terbuat atau tersusun dari zat yang haram. Neraka lebih layak untuk darah dan daging seperti itu,.’,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia berharap, negara harus lebih canggih dalam melakukan identifikasi terhadap kandungan bahan yang haram. [MNews/IA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *