[Kabar] Mubaligah: Kompetensi Juru Dakwah Perlu Dikuatkan dengan Islam Kafah

[Kabar] Mubaligah: Kompetensi Juru Dakwah Perlu Dikuatkan dengan Islam Kafah

Muslimah News, NASIONAL — Buntut ucapan Gus Miftah kepada penjaja es saat berceramah, mendorong DPR meminta Kementerian Agama (Kemenag) melakukan sertifikasi bagi seluruh juru dakwah di Indonesia. Menag Nasaruddin Umar pun merespons usulan tersebut dan akan mengkaji usulan terkait sertifikasi juru dakwah.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) MUI K.H. Zainut Tauhid Sa’adi lebih sepakat jika program tersebut menggunakan istilah penguatan kompetensi juru dakwah/dai.

Ia menjelaskan, materi yang disampaikan bisa meliputi isu-isu aktual keagamaan, relasi agama dan negara, wawasan kebangsaan, moderasi beragama, literasi media digital, penanggulangan terorisme, strategi dakwah di kalangan Gen-Z, dan sebagainya.

Menyorot hal ini, mubaligah Ustazah Hayyin Thohiro menerangkan kepada MNews, Jumat (22-12-2024), yang diperlukan adalah penguatan kompetensi juru dakwah dengan Islam kafah.

Sebaliknya, jelasnya, usulan Wantim MUI untuk menguatkan kompetensi juru dakwah dengan materi moderasi beragama harus ditolak.

“Sebabnya, moderasi beragama justru menjauhkan umat dari agama Islam yang kafah, syamil, dan kamil,” ujarnya.

Apalagi, tambahnya, moderasi mengajarkan toleransi kebablasan yang mengancam akidah umat.

“Moderasi mengajarkan nasionalisme yang berdampak diamnya umat Islam terhadap derita muslim Palestina. Moderasi juga menyerukan antiradikalisme yang ditujukan pada muslim yang menginginkan penerapan Islam kafah,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, ia menekankan, tidak boleh ada penguatan juru dakwah dengan materi moderasi karena akan membuat umat makin jauh dari Islam.

“Justru sebaliknya agar umat Islam paham terhadap agama, maka juru dakwah harus ditingkatkan kemampuannya dengan materi Islam kafah,” tandasnya. [MNews/RA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *