Wahai para Ulama, Dukungan untuk Gaza Bukanlah Lewat Pidato-Pidato dan Berbagai Perayaan

Wahai para Ulama, Dukungan untuk Gaza Bukanlah Lewat Pidato-Pidato dan Berbagai Perayaan

Muslimah News, FOKUS — Kami yakin bahwa tragedi yang menimpa rakyat kita di Gaza telah menggugah perasaan seluruh putra-putri umat di semua tingkatan, dan tidak seorang pun di antara mereka yang tidak mengungkapkan rasa solidaritas, kesedihan, dan dukacita atas kondisi rakyat kita yang tertindas di Gaza, yang meluluhkan hati dengan duka dan rasa sakit.

Siapa pun yang mengikuti aksi rakyat di seluruh pelosok negara muslim, akan menemukan dan menyadari betapa besarnya kekompakan, komunikasi, dan solidaritas umat, serta dukungan putra-putri umat dengan segala cara yang tersedia untuk mengungkapkan kemarahan dan menghibur rakyat kita di Gaza, Tepi Barat, dan sekarang di Lebanon.

Demikian pula demonstrasi yang disaksikan di jalan-jalan Eropa dan Amerika dalam memprotes genosida, tindakan pembunuhan, serta kekerasan yang mengerikan yang dilakukan oleh entitas Yahudi dengan segala keangkuhan dan kesombongan, yang tidak terhalang oleh pengadilan internasional atau resolusi Dewan Keamanan, tidak terpengaruh oleh boikot, tidak pula terhalang oleh ancaman atau kecaman.

Telah menjadi jelas bahwa umat Islam—dengan segala demonstrasi, pertemuan, perayaan, dan pidatonya—nyatanya sama sekali tidak bisa mendukung Gaza. Juga tidak dapat menghalangi penindas untuk menghentikan agresinya dan menarik kembali niatnya untuk menghancurkan, menggusur, membunuh, dan mengusir.

Setahun penuh telah berlalu dan tiada sehari pun berlalu tanpa demonstrasi atau seremoni. Anehnya, semua bukti ini tidak membuat para ulama muslim di seluruh dunia berhenti mengadakan semacam konferensi dan mengambil inisiatif berkoordinasi dengan Asosiasi Ulama Palestina dengan tujuan yang mulia dan bercahaya, tetapi samar dan tanpa cara yang jelas untuk mencapainya, yaitu “menyatukan upaya Islam untuk mendukung perjuangan Palestina”!

Hal yang memperburuk keadaan adalah bahwa mereka masih memohon dan menyerukan dukungan materiel dan moral bagi rakyat Palestina. Pidato mereka tidak lepas dari bentuk kecaman atas penderitaan yang dialami rakyat Palestina di Gaza selama hampir setahun lamanya. Sebagian dari mereka berani dalam pidatonya untuk fokus pada perlunya melanjutkan perjuangan melawan pendudukan, sebagian lagi menekankan pentingnya memperluas lingkaran dukungan dan perlawanan!

—

Wahai para ulama yang terhormat. Jika kelemahan yang menimpa manusia disebabkan oleh ketaktahuan mereka dan membuat mereka terjerumus ke dalam jurang wahn (cinta dunia dan takut mati), meskipun demikian, sebagian dari mereka tetap keluar, berdemonstrasi, memprotes, mengangkat suara, dan menunjukkan solidaritas mereka. Mungkin ini adalah hal terdekat yang dapat dilakukan sebagian orang, seperti para pekerja, karyawan, insinyur, dokter, ibu rumah tangga, dan para ibu.

Situasi ini terjadi sebagai hasil dari “kebijakan membungkam mulut” yang didahului oleh kebijakan membiarkan orang tetap dalam ketaktahuan, disertai kebijakan menutup informasi dan ambiguitas. Akibatnya, ketakutan dan kelemahan menyebar di kalangan masyarakat sehingga kalian tidak melihat mereka mengambil tindakan yang diperlukan dan berpengaruh, baik dalam masyarakat maupun tingkat internasional.

Tidak diragukan lagi bahwa pekerjaan yang berpengaruh ini dipercayakan kepada para ulama dan ahli hukum. Ini adalah tugas untuk meningkatkan kesadaran untuk melakukan tindakan yang berpengaruh yang mengarah pada hasil yang diinginkan, yaitu mengubah situasi, mendukung yang lemah, dan mengangkat ketakadilan dari yang tertindas.

Oleh karena itu, yang mengejutkan adalah bahwa perayaan retorika Anda tidak melampaui apa yang diketahui tentang perlunya mendukung dan membantu Gaza. Sungguh mengherankan bahwa perayaan itu terbatas pada kegiatan moral yang tidak bermanfaat dan tuntutan yang tidak relevan. Juga sekadar pernyataan kecaman dan kutukan yang tertolak karena orang-orang sudah terbiasa mendengarnya dari rezim yang korup!

—

Wahai para ulama yang terhormat. Kalian adalah pewaris para nabi. Umat menaruh kepercayaan mereka kepada kalian dan mengharapkan tindakan dari kalian, bukan hanya kata-kata. Juga harapan bahwa kalian dapat membimbing mereka kepada kebenaran dan menghidupkannya dengan apa yang telah Allah berikan kepada kalian, yaitu ilmu dan pemahaman, serta rasa takut dan takwa kepada Allah.

Wajib bagi Anda untuk mengatakan kebenaran, bukan karena takut akan celaan orang yang mencela maupun kezaliman orang yang zalim. Kalian paham bahwa kewajiban dari Allah untuk berjihad bukan hanya kewajiban bagi penduduk Gaza, Tepi Barat, maupun Lebanon, melainkan kewajiban seluruh umat Islam. Sebelum kewajiban itu terpenuhi, umat Islam seluruhnya berdosa, kecuali mereka yang beramal, dan kalianlah yang menanggung beban dan tanggung jawab yang lebih besar.

Oleh sebab itu, janganlah kalian seperti orang yang diberi ayat-ayat Allah, lalu Allah meninggalkannya. Jangan pula seperti orang yang diberi Taurat, tetapi mereka tidak mengamalkannya! Jangan lupa bahwa Allah akan bertanya kepada kalian tentang ilmu yang telah diberikan-Nya kepada kalian, saat membaca firman Allah Swt., “Tahanlah mereka (di tempat perhentian). Sesungguhnya mereka akan ditanya (tentang keyakinan dan perilaku mereka).” (QS Ash-Shaffat: 24).

—

Wahai para ulama, hendaknya kalian pertama, menjelaskan siapa pihak yang menjadi penyebab pendudukan Palestina dan pengusiran penduduknya, dan mengungkap adanya kerja sama organisasi internasional dan PBB dalam melanjutkan pendudukan, dan bahwa tidak ada manfaat yang diharapkan dari berbicara kepada mereka untuk mengangkat kezaliman dari penduduk Gaza.

Kedua, bongkar para penguasa kaum muslim dan para konspirator serta kaki tangan lainnya, kemudian menyingkapkan kepada umat pengkhianatan dan kolusi mereka, bahkan kegembiraan mereka atas kemenangan entitas Yahudi dan terbasminya kaum Mujahidin.

Ketiga, jelaskan kepada umat bahwa gerakan yang efektif adalah gerakan yang mampu mengubah situasi politik, menumbangkan para penguasa, dan menyatukan umat dalam kesatuan politik yang mengembalikan kejayaannya, bukan sekadar persatuan dalam upaya mendukung perjuangan Palestina.

Keempat, jadilah pemimpin umat dalam menghadapi para penindas yang mendukung entitas Yahudi dan mereka yang telah membelenggu umat, menyumpal mulutnya, dan mengenakan kerah kehinaan dan ketundukan, sehingga umat bangkit bersama kalian dan memperlihatkan kepada Allah apa yang diridai-Nya, dan umat sangat menginginkannya.

Kelima, deklarasikanlah jihad dan janganlah merasa puas dengan deklarasi itu hingga kalian memulainya dengan pasukan muslim gagah berani. Janganlah merasa puas dengan seruan para pemuda untuk berjihad sebagaimana yang kalian lakukan karena para pemuda itu dipersiapkan, tetapi tidak diperlengkapi.

Sementara itu, pasukan yang ditempatkan di barak-barak lebih layak untuk kalian seru karena mereka telah terlatih dan siap, dan tidak diragukan lagi bahwa banyak dari mereka yang secara fisik, spiritual, materi, dan moral, siap untuk berkorban dan menebus dosa. Akan tetapi, batu sandungannya adalah rezim korup yang mereka patuhi, yang menghalangi mereka untuk bergerak. Alhasil, sudah menjadi kewajiban kalian untuk mendahulukan mereka daripada tanggung jawab mereka dan menuntut nusrah (dukungan) mereka.

—

Wahai para ulama, kalian telah mendapatkan pelajaran dari ulama besar Al-Izz bin Abdul Salam dan Imam Ahmad bin Hanbal yang saleh, serta ulama-ulama mujahidin muslim lainnya yang tidak tinggal diam terhadap kezaliman dan kerusakan, dan berjuang di jalan Allah dengan perjuangan yang benar. Kalian juga telah membaca riwayat hidup mereka dan mengetahui keutamaan mereka dalam membela Islam dan menjadi pemenang bagi kaum muslim.

Kembali kami ingatkan kepada kalian akan firman Allah Swt. dalam QS Ash-Shaff ayat 4, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam satu barisan, seakan-akan mereka suatu bangunan yang tersusun kokoh.” [MNews/AH-GZ]

Sumber artikel: Central Media Office, 29-9-2024

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *