[Kabar] Pemuda Zion*s Wamil, Pengamat: Sedangkan di Gaza, Semangat Juang Pemudanya Terus Menyala

[Kabar] Pemuda Zion*s Wamil, Pengamat: Sedangkan di Gaza, Semangat Juang Pemudanya Terus Menyala

Muslimah News, INTERNASIONAL — Zion*s Israel mengharuskan generasi muda mengikuti wajib militer (wamil). Sedangkan di Gaza, pengamat politik Endiyah Puji Tristanti menyatakan, semangat juang para pemudanya terus menyala. “Di Gaza semangat juang para pemuda terus menyala karena faktor-faktor penguatnya,” ujarnya kepada MNews, Kamis (25-7-2024).

Endiyah mengungkap, data PBB melaporkan bahwa 70% populasi di Jalur Gaza terdiri dari kaum muda di bawah usia 30 tahun. “Mereka hidup dengan berpegang teguh pada keimanan mereka dan menolak menyerah mempertahankan tanah Palestina yang diberkahi Allah Swt.. Loyalitas pemuda Gaza hanya untuk Rabb-nya, Al-Aziz, Al-Jabbar, Al-Mutakabbir,” tegasnya.

Saat ini, menurutnya, potret keimanan pemuda dan anak-anak Gaza telah memberikan pengajaran paling berharga bagi generasi muda di seluruh dunia. “Hanya dengan Al-Qur’an, mereka mampu membentuk karakter unggul generasi muda Palestina. Keberanian, kekuatan, kecerdasan, tanggung jawab, kasih sayang, keuletan, kesabaran, kegigihan, dan kesetiaan berkumpul dalam diri para pemuda muslim Gaza,” paparnya.

Berkebalikan

Endiyah menilai, hal yang terjadi di Gaza berkebalikan dengan kondisi kaum muslim yang ada di negeri-negeri muslim hari ini. Selain itu, ia melihat, Barat sedang berupaya mencegah kebangkitan generasi muslim dengan berbagai program yang menyasar Gen Z. “Fenomena buruk terus berlangsung di negeri-negeri muslim lainnya, seperti Arab Saudi, Mesir, dan Indonesia. Proyek war on terrorism (WoT) dan war on radicalism (WoR) terus berjalan masif menyasar Gen Z. Salah satu progamnya yakni deradikalisasi dengan menggencarkan program moderasi beragama,” ulasnya.

Sebenarnya, ia menguraikan, moderasi beragama bukan gagasan orisinal pemerintah negeri-negeri muslim, tetapi gagasan titipan, dikte pemerintahan Barat melalui lembaga-lembaga internasional. “Hal itu sebagai antisipasi dini mencegah meluasnya kesadaran dan lahirnya gerakan dari kalangan muda muslim untuk menolak segala bentuk penjajahan serta penjarahan kekayaan alam negerinya sebagai pelunakan militansi dan agresivitas pemuda muslim,” lanjutnya.

Dalam moderasi beragama, ia menilai, terkandung depolitisasi dan sekularisasi Gen Z dengan tujuan menghapus pemikiran jihad ofensif Khilafah dari khasanah berpikir serta literasi Gen Z. “Pelunakan generasi muda dengan ungkapan manis yang beracun, yakni mengembangkan toleransi, persatuan, dan perdamaian, hakikatnya mencerabut akar-akar kesadaran perjuangan jihad fi sabilillah dari jiwa pemuda muslim,” paparnya.

Endiyah berujar, Indonesia terlalu kaya sehingga Barat berhasrat terhadap kekayaan alamnya dan takut akan bangkitnya kesadaran Gen Z untuk menjaga kekayaan alam negerinya. “Ini karena akan menyulitkan para investor (asing) yang eksploitatif juga oligarki untuk terus menguasai kekayaan alam yang seharusnya dikelola untuk rakyat. Pikiran sadar ini penting dimatikan, bahkan kalau bisa dimatikan sebelum menyala kembali,” paparnya.

Gerakan Ideologis

Endiyah bersyukur, selama gerakan ideologis eksis, akan senantiasa berupaya menyelamatkan dan menjaga ruh jihad dalam jiwa pemuda muslim. “Alhamdulillah, kita harus terus bersyukur dengan keberadaan gerakan-gerakan Islam dengan tanggung jawab keimanan, kesungguhannya mengasuh anak-anak umat dalam buaian ideologi Islam,” ujarnya.

Sebabnya, ia melanjutkan, Gaza adalah skenario Tuhan pemilik alam semesta. “Gaza bukan skenario Barat. Gaza bukan dalam kendali pemerintahan Netanyahu yang rapuh. Gaza adalah skenario Allah Taala yang telah menyiapkan generasi muslim hari ini. Sudah selayaknya, Gaza menyalakan ruh jihad Gen Z di seluruh dunia. Sinarnya sudah sangat terang, seterang fajar di ufuk Timur,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pemuda muslim di berbagai negeri Islam seharusnya belajar dari ketangguhan para pemuda gaza, yakni mereka sanggup membuktikan diri sebagai penjaga Islam yang terpercaya. “Pintu gerbang kemenangan kaum muslim sudah saatnya dibuka. Kuncinya ada pada penyatuan ideologi Islam dalam kalbu para pemuda muslim. Betapa mereka tampak begitu gagah, bukan? Para kesatria penjaga Islam yang tepercaya!” pungkasnya. [MNews/IK]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *