[Kabar] Keputusan Pembongkaran Rumah Warga Palestina di Tepi Barat untuk Mewujudkan Impian Zion*s

[Kabar] Keputusan Pembongkaran Rumah Warga Palestina di Tepi Barat untuk Mewujudkan Impian Zion*s

Muslimah News, INTERNASIONAL — Sebuah kelompok pemantau mengatakan, Kamis (4-7-2024), bahwa Pemerintah Israel telah menyetujui rencana untuk membangun hampir 5.300 rumah baru di permukiman di Tepi Barat yang diduduki.

Komandan tentara Zion*s Yahudi wilayah tengah juga telah menandatangani keputusan yang mengizinkan pembongkaran rumah-rumah warga Palestina. Keputusan tersebut termasuk mencegah pembangunan gedung baru di Area B Otoritas Palestina di Tepi Barat.

Impian

Pembongkaran ini ditanggapi media dakwah ideologis di Palestina, Sabtu (20-7-2024). Media ini menilai, Zion*s terus memaksakan pengaturan untuk mewujudkan impian dari keyakinan mereka di Palestina, sedangkan penguasa negeri muslim tidak bergerak.

“Dalam hal ini, Zion*s mengambil keuntungan dari keadaan perang yang ada dengan mengumumkan keadaan darurat dan mengirimkan menteri-menterinya dari sayap kanan ekstrem untuk memuaskan keinginan dan mewujudkan impian mereka di Tepi Barat, paralel dengan apa yang terjadi di Jalur Gaza,” ungkapnya.

Pemerintahan Netanyahu, lanjutnya, dengan koalisi yang terdiri dari kelompok sayap kanan dan ekstrem kanan tidak melihat solusi dua negara sebagai cara untuk menyelesaikan konflik atau jalan menuju masa depan, tetapi justru menjadi ancaman bagi mereka.

Oleh karena itu, ulasnya, Majelis Umum Knesset Israel menyetujui, pada Kamis dini hari (18-7-2024), rancangan resolusi yang menolak pembentukan negara Palestina.

“Ini diambil setelah keputusan Knesset pada Februari lalu untuk menolak pengakuan internasional secara sepihak terhadap negara Palestina,” ucapnya.

Resolusi tersebut, bebernya, menyatakan bahwa Knesset sangat menentang pembentukan negara Palestina di sebelah barat Sungai Yordan. “Kemudian, menganggap pembentukan negara Palestina di jantung Israel akan menjadi ancaman nyata terhadap negara Israel dan warga negaranya, menyebabkan berlanjutnya konflik Israel-Palestina, dan mengganggu stabilitas kawasan,” urainya.

Mengusir Rakyat Palestina

Jadi, media ini menyatakan, Zion*s berusaha untuk membatasi Otoritas Palestina dan menjadikannya pemerintahan sipil sementara, bukan permanen, hingga mereka mampu mengusir rakyat Palestina dan otoritas dari Palestina.

“Zion*s melakukannya untuk mewujudkan impian-impian kitab mereka. Mereka pun saat ini mengandalkan kelemahan pemerintahan AS yang sibuk dengan pemilu dengan rangkaian kegiatan yang akan berlangsung hingga pelantikan pada pertengahan Januari 2025,” paparnya.

Mereka juga berharap, tambahnya, Trump akan memenangkan pemilihan karena dinilai lebih dekat dengan visi mereka dibandingkan Biden.

“Ironisnya, Otoritas Palestina tetap berkhayal dan tersesat di balik impian negara Palestina yang diyakini akan terwujud melalui forum internasional, perjanjian “pengkhianatan”, dan layanan keamanan yang diberikan kepada entitas Zion*s Yahudi,” kritiknya.

“Bidak Catur”

Adapun para penguasa muslim, sesalnya, hanya menjadi “bidak catur”. “Para penguasa ini tidak bergerak, kecuali sesuai dengan apa yang didiktekan “tuan”-nya di Washington dan London. Mereka adalah penjaga Zion*s Yahudi, juga musuh umat Islam dan Palestina,” tukasnya.

Lalu, media ini mengingatkan, sampai kapan hal tersebut berlangsung? “Umat Islam akan terus menyaksikan dengan mata kepala sendiri arogansi, agresi, dan kebrutalan Zion*s Yahudi yang menimpa umat Islam di Palestina, serta menjadi saksi permainan para penguasa yang kekanak-kanakan, termasuk Otoritas Palestina, serta konspirasi mereka terhadap Palestina,” ucapnya.

Sedangkan para penguasa muslim, imbuhnya, tidak mengambil tindakan untuk mengembalikan masalah tersebut ke asal usulnya dan penyelesaiannya—bahwa ini masalah tanah kaum muslim dan perjalanan Rasulullah—, dengan menggunakan tentara, pengadilan, dan tekadnya untuk membebaskan Palestina, Gaza, dan Masjidilaqsa.

Jadi, media ini menegaskan, tidak ada solusi bagi persoalan Palestina, kecuali dengan bergeraknya tentara kaum muslim memenuhi tugas yang diamahkan Allah Swt. kepada mereka.

“Setiap hari, jika mereka terlambat dalam melaksanakan tugas, berarti makin banyak arogansi, penodaan, kebrutalan, dan pertumpahan darah. Ini sesuatu yang luar biasa di mata Allah Taala,” pungkasnya. [MNews/RA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *