Muslimah News, INTERNASIONAL— Konflik yang belum usai tidak menyurutkan warga Palestina untuk melaksanakan ibadah Ramadan di Masjidilaqsa, tempat suci ketiga di dunia bagi kaum muslim.
Sekitar 50 ribu jemaah memadati Masjidilaqsa di Yerusalem Timur yang diduduki. Mereka melaksanakan ibadah salat Tarawih pada Kamis (21-3-2024), meskipun ada pembatasan dari Zion*s.
Dalam pernyataan singkatnya, Departemen Wakaf Islam di Yerusalem menyatakan, hampir 50.000 orang mengikuti salat Tarawih di Masjidilaqsa menjelang Jumat kedua pada Ramadan. Sementara itu, sebagaimana disampaikan kantor berita resmi Palestina WAFA, pasukan Zion*s menutup Jalan Al-Wad di Kota Tua Yerusalem, untuk menghalangi jalan masuk ke masjid.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Palestina pada Kamis (14-3-2024) mengutuk keras Zion*s karena memasang penghalang besi di tiga gerbang masuk menuju Masjidilaqsa di Yerusalem Timur yang diduduki.
Dalam pernyataannya, Kemenlu menyebut tindakan Zion*s tersebut adalah upaya untuk mengubah realitas sejarah, hukum, dan politik Masjidilaqsa.
Mereka menganggap pemasangan penghalang besi sebagai pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan hal yang pasti bahwa itu dilakukan Zion*s sebagai bentuk pendudukan terhadap tempat ibadah.
Kemenlu meminta bantuan masyarakat internasional untuk menghentikan pelanggaran Zion*s terhadap Yerusalem dan tempat-tempat suci umat Kristen dan muslim.
Selain itu, H*mas turut mengecam tindakan Zion*s tersebut dan mengatakan hal itu adalah usaha keji untuk mencegah jemaah mencapai Masjidilaqsa selama Ramadan.
Sementara itu, pada Kamis (14-3-2024), polisi Zion*s mengatakan pihaknya telah memasang sesuatu untuk memperkuat personelnya di gerbang menuju Masjidilaqsa dan membantah memberikan penghalang di depan jemaah.
Zion*s telah membatasi jemaah Palestina masuk ke Masjidilaqsa di tengah ketegangan yang meningkat di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki. [MNews/Ruh]
