Muslimah News, NASIONAL — Puluhan ribu orang terpaksa mengungsi akibat banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Banjir yang disebut terparah sepanjang masa ini, pada Rabu (20-3-2024), makin meluas hingga merendam 13 kecamatan.
Kawasan Masjid Agung Demak dan alun alun Demak juga dalam keadaan banjir yang masih menggenang. Penggunaan pompa penyedot air terus difungsikan agar genangan di halaman Masjid Agung Demak bisa berkurang.
“Banjirnya semakin tinggi dan semakin meluas hampir 13 kecamatan. Kemarin 11 kecamatan sekarang desanya ada 70. Terdampak 97.000 warga, kalau pengungsi kurang lebih 25.000 ada yang di Kudus dan di Demak,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Demak, Agus Nugroho saat rakor penanganan banjir di kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (20-3-2024).
Enam Tanggul Jebol
Agus mengatakan, hampir seluruh wilayah di Kabupaten Demak tergenang banjir setelah enam tanggul sungai jebol karena “volume air yang sangat luar biasa”.
Diketahui, Demak dilanda bah usai hujan lebat dan tanggul jebol sejak Rabu (13/3). Ini menunjukkan bahwa infrastruktur pengendali banjir yang ada belum siap menghadapi cuaca ekstrem yang sejak lama telah diprediksi akan lebih sering terjadi.
“Kebanyakan banjir itu kan dari tanggul jebol satu-satu, pasti ada sesuatu yang ekstrem, deras, tidak bisa nampung. Akhirnya tanggul itu enggak kuat, satu per satu, beruntun,” ujar Erma Yulihastin dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) mengutip BBC.
Untuk mengatasi hal ini, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengungkapkan, upaya pengeringan air banjir yang menggenangi Kabupaten Demak-Kudus, Jawa Tengah, dikebut hingga dapat selesai dalam tempo tiga hari.
Ia menerangkan, untuk mencapai target tersebut, saat ini sudah dioperasikan puluhan unit pompa bantuan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Kementerian PUPR, dan instansi terkait di lingkungan pemerintah daerah lainnya.
Puluhan unit pompa itu disebar ke beberapa lokasi yang terdampak banjir untuk menyedot dan mengalirkan genangan air kembali ke sungai.
Selain itu tim pekerja dari BBWS dan Kementerian PUPR saat ini juga masih terus berupaya siang-malam untuk menyempurnakan konstruksi perbaikan enam tanggul sungai yang jebol.
“Konstruksi pokok sudah selesai saat ini tinggal tahap penyempurnaan tanggul ditinggikan dan dipertebal dari ukuran sebelumnya,” jelasnya.
Keenam tanggul yang jebol tersebut tersebar di aliran Sungai Wulan, yang berada di perbatasan antara Kabupaten Demak dan Kudus.
Penguatan tanggul memang menjadi hal yang penting sehingga harus dilakukan secara maksimal, mengingat pada awal Februari 2024, tanggul di Sungai Wulan ini juga jebol dan sudah diperbaiki. Namun nyatanya, Maret 2024 ini tanggul tersebut kembali jebol setelah hujan deras terjadi.
Abdul Muhari menyatakan, ada faktor kegagalan teknologi dalam kejadian tersebut (tanggul jebol dalam waktu berdekatan-red.) sehingga ia meminta agar evaluasi dilakukan terhadap tanggul-tanggul di wilayah Jawa Tengah.
Semoga warga terdampak diberikan kesabaran oleh Allah Swt., penanganan dapat berjalan optimal dengan evaluasi menyeluruh yang mengacu pada aturan Allah Swt., dan banjir segera surut. [MNews/Ruh]
