Muslimah News, INTERNASIONAL — Mengutip Quds Network (19-2-2024), PBB melaporkan bahwa sejumlah perempuan dan anak perempuan di Jalur Gaza mengalami kekerasan seksual oleh tentara Zion*s. Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB mengatakan, para ahlinya prihatin dengan laporan yang menunjukkan bahwa perempuan dan anak perempuan Palestina yang ditawan telah menjadi sasaran berbagai bentuk kekerasan seksual. PBB menyatakan, ada laporan terdokumentasi tentang pelanggaran HAM berat yang terus dihadapi perempuan dan anak perempuan Palestina di Gaza dan Tepi Barat.
Memalukan
Divisi Perempuan sebuah kelompok dakwah ideologis internasional (24-3-2024) menyatakan, hal ini sangat memalukan bagi umat Islam.
“Organisasi-organisasi internasional ini, yang lahir dari rahim sistem kapitalisme, merasa prihatin dan sedih atas laporan-laporan tersebut, sedangkan umat Islam tetap tertidur lelap, terbiasa dengan pemandangan mengerikan dan seruan keras tanpa tergerak untuk bertindak,” ungkapnya.
Sangat memalukan juga, kecamnya, organisasi-organisasi internasional ini sekali lagi mengeksploitasi keprihatinan dan kesedihan mereka—satu bentuk kemunafikan atas slogan yang mereka angkat—sedangkan hak perempuan muslim dilanggar dan martabat mereka diinjak-injak tanpa menjadikan darah umat Islam mendidih.
“Sangat menyedihkan bahwa umat Islam kehilangan kontak dengan apa yang terjadi dan menyedihkan bahwa mereka terbiasa menyaksikan pembantaian dan genosida terhadap anak-anak mereka tanpa menuntut tindakan dari para penguasa mereka,” sesalnya.
Apalagi, divisi ini menyatakan, Zion*s yang mengambil alih kekuasaan terus menerus mempermalukan rakyat Gaza dengan membuat mereka kelaparan, menindas mereka, menghancurkan rumah mereka, menggusur mereka, dan saat ini, dengan berani melanggar martabat para muslimah.
Divisi ini pun bertanya kepada umat Islam. “Ini adalah saudari-saudarimu yang meminta dukunganmu, lalu di mana tanggapanmu terhadap seruan mereka? Di mana orang-orangmu dan ada apa dengan keheningan ini? Jika tidak marah ketika kehormatanmu, martabat putri dan istrimu dilanggar oleh para penjahat ini, lalu kapan akan marah? Jika teriakan dan permohonan mereka tidak membuat Anda tergerak, lalu kapan Anda akan tergerak?”
Gaza sedang dihancurkan, lanjutnya, setiap hari menyaksikan pembantaian yang lebih buruk dari yang sebelumnya, sedangkan umat hanya duduk diam. “Andai saja darah mereka mengalir lagi di pembuluh darah mereka sehingga mereka dapat hidup kembali, dengan gigih mereka akan berusaha mencari nafkah dan mempertahankan martabat mereka,” cetusnya.
Dimintai Pertanggungjawaban
Bahkan, divisi ini menegaskan, umat Islam akan dimintai pertanggungjawaban atas sikap diam dan kelalaian sampai-sampai ada pihak yang berani melanggar martabat para muslimah.
Perang ini, ungkapnya, menunjukkan bahwa bangsa kufur telah bersatu dan mendukung Zion*s perampas. “Juga menanamkan dalam hati bangsa muslim bahwa Zion*s tidak terkalahkan—meskipun operasi Badai Al-Aqsa membuktikan sebaliknya—untuk mencegah persatuan muslim di bawah satu kepemimpinan yang menerapkan hukum Allah,” ulasnya.
Bangsa kufur ini, imbuhnya, berupaya memperpanjang umur peradaban Barat dengan bersegera membantu Zion*s dalam menjamin kelangsungan hidupnya dan mencegah munculnya entitas yang mengancam eksistensi peradabannya.
Meskipun begitu, divisi ini yakin, masih ada di antara umat Islam yang darahnya mendidih ketika mendengar berita tentang Gaza, anak-anak, dan perempuan yang ada di sana.
“Jangan ragu, kalian adalah umat terbaik yang dihadirkan untuk umat manusia, yang mengambil peran demi mencapai salah satu dari dua kehormatan, kemenangan atau syahid,” tandasnya. [MNews/Ruh]
