[Kabar] Ulama: Siapa pun Mesti Menyelamatkan Pemimpin dari Perbuatan Zalim

[Kabar] Ulama: Siapa pun Mesti Menyelamatkan Pemimpin dari Perbuatan Zalim

Muslimah News, NASIONAL — Terkait gelaran pemilihan pemimpin di negeri ini yang baru berlangsung, ulama aswaja Ustaz M. Taufik N.T. menjelaskan, siapa saja yang mendukung, baik orang yang didukung menang atau kalah, maupun tidak mendukung satu orang pun dari mereka, maka tidak terlepas dari perintah Allah untuk menyelamatkan siapa pun—baik yang menang atau tidak—dari perbuatan zalim.

“Ini berdasarkan hadis riwayat Bukhari dari Anas bin Malik, Rasulullah saw. bersabda, ‘Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan yang dizalimi.’ Kemudian ada seseorang bertanya, ‘Bagaimana cara menolong orang yang berbuat zalim?’ Beliau menjawab, ‘Kamu cegah ia dari berbuat zalim, maka sesungguhnya engkau telah menolongnya.’,” jelasnya dalam pemaparan “Golput pun Wajib “Menolong” Pemimpin, Begini Bentuk Pertolongannya” di kanal MT Darul Hikmah Banjarbaru, Sabtu (17-2-2024).

Ia menerangkan, hadis ini bisa berlaku untuk rakyat terhadap penguasa. “Tidak bisa kita beralasan bahwa yang “jadi” itu bukan pilihan saya, kemudian kita biarkan kezalimannya. Tidak bisa kita beralasan bahwa kita enggak ikut memilih, kemudian kita biarkan kezaliman itu terjadi di mana-mana. Perintah Rasulullah ini berlaku untuk siapa saja,” urainya.

Seorang pemimpin, ujarnya, tidak boleh zalim karena akan menjadi kehinaan kelak di hari akhir. “Rasulullah mengatakan bahwa kepemimpinan  adalah amanah, ia merupakan kehinaan dan penyesalan pada hari kiamat, kecuali orang yang mengambilnya dengan haknya, dan menunaikannya (dengan sebaik-baiknya),” kutipnya.

Jadi, lanjutnya, Allah membebankan dua hal kepada pemimpin, yakni mendapatkan jabatan dengan benar dan menjalankan kekuasaan sesuai dengan aturan Allah Swt.. “Ketika ini diabaikan, maka jabatan akan menjadi kehinaan dan penyesalan,” ucapnya.

Menasihati Pemimpin

Kemudian, ujarnya, tugas rakyat, terlebih lagi tim suksesnya adalah menasihati agar pemimpin yang sudah dipromosikan ini betul-betul menjadi orang yang tidak menyesal kelak di hari akhir.

“Tim sukses adalah orang yang lebih bertanggung jawab daripada yang lain. Rakyat secara umum juga lebih bertanggung jawab ketika punya kedekatan dengan yang menjadi pejabat tersebut,” ucapnya.

Ia menerangkan hal ini seperti yang dilakukan Syaqiq al-Bakhi, seorang ulama yang wafat pada 139 Hijriah, saat datang kepada Harun ar-Rasyid, seorang khalifah yang menegakkan hukum Allah Taala.

“Namun, Syaqiq al-Bakhi tetap menasihati Khalifah Harun ar-Rasyid dengan nasihat yang membekas,  di antaranya, ketika ada rakyat yang menyelisihi perintah Allah, maka hendaklah dididik dengan hukum takzir. Kalau khalifah tidak berbuat di wilayah kekuasaannya dengan agama Allah Taala, maka kelak ia adalah pemimpin penduduk neraka,” ungkapnya.

Selain itu, sambungnya, bukan hanya kerugian bagi pemimpin ketika tidak adil dan tidak menjalankan ketentuan Allah, tetapi juga akan menyebabkan tersebarnya kerusakan.

“Rasulullah saw. di dalam hadis riwayat Imam Ibnu Majah mengatakan bahwa selama para pemimpin tidak berhukum dengan apa yang telah Allah turunkan dalam Kitabullah dan justru memilih mengikuti hawa nafsu mereka dibandingkan mengikuti apa yang telah Allah turunkan, Allah akan senantiasa menjadikan di tengah mereka ada bencana dan musibah,” tuturnya.

Terakhir, ia berharap agar Allah menjadikan generasi saat ini dan yang akan datang adalah generasi yang taat kepada Allah Taala yang akan menyebarkan rahmat kebaikan dan keberkahan dalam kehidupan manusia di muka bumi ini. [MNews/Ruh]

Share

One thought on “[Kabar] Ulama: Siapa pun Mesti Menyelamatkan Pemimpin dari Perbuatan Zalim”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *