Muslimah News, INTERNASIONAL — Penerapan standar ganda menjadi hal yang sering disaksikan dunia internasional, terutama menyangkut tindakan negara-negara Barat dalam mengatasi konflik di dunia muslim.
Fenomena tersebut tampak dari dua peristiwa yang baru-baru ini terjadi, yakni, keputusan Mahkamah Internasional (ICJ) tentang Zion*s yang diprakarsai Afrika Selatan pada 29 Desember 2023 dan klaim tidak berdasar oleh Zion*s mengenai UNRWA (Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina) yang diduga memiliki hubungan dengan Ham*s. Kesenjangan dalam tanggapan dan tindakan yang diambil oleh negara-negara Barat dalam situasi ini memperlihatkan secara terang-terangan dan tanpa rasa malu tidak konsistennya pendekatan mereka terhadap keadilan dan akuntabilitas.
Hal ini disampaikan aktivis dakwah Sumaya binti Khayyat, Sabtu (17-2-2024), pada sebuah media ideologis internasional.
ICJ
Ia menguraikan, pada Desember 2023, Afrika Selatan mengajukan permintaan kepada ICJ untuk meminta pendapat penasihat mengenai konsekuensi hukum adanya genosida yang dilakukan Zion*s di Jalur Gaza, apartheid selama 75 tahun, pendudukan 56 tahun, dan blokade 16 tahun terhadap Jalur Gaza.
“Meskipun terdapat banyak bukti pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Zion*s, termasuk terhadap Konvensi Genosida, negara-negara Barat masih ragu-ragu mengambil tindakan dan sama sekali mengabaikan keputusan ICJ. Bahkan beberapa negara, seperti Jerman, mendukung Zion*s,” ujarnya.
UNRWA
Sebaliknya, ia melanjutkan, tuduhan Zion*s terhadap UNRWA yang menuduhnya memelihara hubungan dengan Ham*s, bahkan menjadi kaki tangan dalam peristiwa 7 Oktober, telah mendapat kecaman dan tindakan nyata dari negara-negara Barat.
“Klaim Zion*s tersebut, meskipun tidak memiliki bukti apa pun, telah menyebabkan sanksi yang cepat dan langsung terhadap UNRWA. Prancis, Jerman, Italia, dan Belanda telah menangguhkan pembayaran untuk UNRWA dan Inggris menginginkan jaminan mutlak bahwa UNRWA tidak akan mempekerjakan “teroris” sebelum melanjutkan pendanaan,” bebernya.
Bahkan, jelasnya, Komisi Eropa telah menerbitkan pernyataan resmi yang mengumumkan bahwa keputusan pendanaan UNRWA mendatang akan ditinjau dan penyelidikan menyeluruh harus dilakukan untuk memastikan bahwa organisasi atau stafnya tidak berpartisipasi dalam serangan tersebut.
Membuka Mata
Sumaya mengulas, perbedaan tanggapan dan penerapan prinsip-prinsip kejam Barat secara selektif ketika mengkaji tindakan-tindakan yang diambil oleh Barat dalam setiap skenario, telah membuka mata tidak hanya bagi umat Islam, tetapi juga bagi banyak nonmuslim.
“Hal ini telah merusak kredibilitas negara-negara Barat dan mengubah narasi global yang menentang Zion*s dan para pemimpin tirani Barat lainnya,” ucapnya.
Namun, imbuhnya, perilaku dan reaksi ini seharusnya tidak mengejutkan umat Islam.” Komunitas internasional, termasuk ICJ dan UNRWA serta banyak organisasi lainnya, merupakan hasil dari dua perjanjian perdamaian yang ditandatangani pada 1648 di Westphalia, yang juga dikenal sebagai Perdamaian Westphalia,” ungkapnya.
Perjanjian ini, tuturnya, telah membentuk tatanan politik Eropa yang baru dan meletakkan dasar bagi diplomasi modern dan hubungan internasional demi kepentingan Barat dan melindungi kedaulatan Barat atas dunia Islam.
“Jadi, setiap organisasi yang merupakan hasil dari perjanjian ini secara otomatis dan tanpa keraguan bekerja dan digunakan oleh agenda Barat untuk melawan umat Nabi Muhammad saw.,” urainya.
Hanya saja, ia mengkritisi para pemimpin muslim yang hanya diam menyaksikan semua ini, pada saat umat telah memperjelas pendiriannya, menyuarakan dan melakukan gerakan besar-besaran untuk mengambil tindakan nyata demi menyelamatkan saudara-saudarinya di Palestina dan mengakhiri pemukiman kejam Zion*s.
“Oleh karenanya, saat ini, lebih dari sebelumnya, kita membutuhkan Khilafah berdasarkan metode kenabian untuk mengembalikan keadilan dan perdamaian bagi dunia muslim dan sekitarnya. Juga untuk menyingkirkan para pemimpin yang biadab dan munafik di negeri kita serta mengakhiri agenda orang-orang kafir,” tegasnya seraya mengutip firman Allah Swt. dalam surah Al-Baqarah ayat 39,
“Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.” [MNews/Ruh]
