[Kabar] Smart City Mestinya Tidak Sebatas Penggunaan Teknologi Informasi

[Kabar] Smart City Mestinya Tidak Sebatas Penggunaan Teknologi Informasi

Muslimah News, NASIONAL — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan TransNet LLC, perusahaan software pertama di Rusia yang dikembangkan oleh Russian Academy of Sciences yang berfokus pada perancangan transformasi perencanaan kota, Kamis (9-11-2023).

Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerjasama, dan Kealumnian ITS Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D. mengatakan, kerja sama ini melibatkan penyerahan full version software khusus untuk Departemen Geomatika di ITS.

“Dengan pengembangan software tersebut, capaian pengaturan traffic transportasi di jalan akan menjadi faktor kunci dalam mewujudkan keberhasilan konsep smart city dengan dampak yang signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Pengembangan tersebut membawa inovasi melalui software yang tidak hanya mampu mengatur laju transportasi, tetapi juga memonitor tingkat polusi,” katanya.

Tidak Sebatas Teknologi

Hanya saja, dosen di Surabaya, Dr. Lizda Johar Mawarani, S.T., M.T. menyatakan, terwujudnya smart city untuk kualitas hidup yang lebih baik, semestinya tidak hanya sebatas penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. “Harusnya juga pada peningkatan kenyamanan dan kesejahteraan warganya,” tuturnya kepada MNews, Jumat (17-11-2023) .

Terkait polusi, ia memisalkan, tidak cukup hanya memonitor tingkat polusinya, tetapi yang lebih penting adalah pengendaliannya.

“Tingginya tingkat polusi tidak bisa diselesaikan dengan software apa pun jika sumber polusinya tidak dikurangi. Polusi pun tidak akan berkurang jika transportasi masih bertumpu pada kendaraan pribadi yang jumlahnya selalu meningkat setiap waktu,” urainya.

Bagaimana tidak, ucapnya, selain transportasi publik yang begitu buruk, sistem ekonomi kapitalisme selalu mendorong industri kendaraan bermotor memacu produksinya. “Membelinya pun makin dipermudah dengan cicilan berbunga,” ungkapnya.

Keseriusan Pemerintah

Menurutnya, ketika penggunaan transportasi publik merupakan salah satu solusi pengendalian polusi, maka kebijakan mewujudkan smart city harus dibarengi dengan keseriusan pemerintah menyediakan sarana transportasi publik.

“Misalnya, trayek yang menjangkau semua kawasan dan waktu tunggu kendaraan umum [antara] satu dengan [yang] lainnya tidak lama,” ujarnya.

Ia menekankan, jika keadaannya telah demikian, maka penggunaan teknologi smart city akan benar-benar optimal dalam meningkatkan kualitas hidup warganya. “Kebijakan semacam inilah yang akan diambil jika sistem Islam diterapkan. Sebabnya, Islam meletakkan posisi pemerintah sebagai pelayan bagi rakyatnya,” jelasnya. [MNews/Ruh].

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *