[Metode Dakwah Al-Qur’an] Iman kepada Allah

[Metode Dakwah Al-Qur’an] Iman kepada Allah

Penulis: Hafidz Shaleh, M.A.

Muslimah News, FIKRUL ISLAM — Al-Qur’an tidak hanya mendiskusikan pembuktian adanya Sang Pencipta yang telah menciptakan segala sesuatu. Akan tetapi, Al-Qur’an juga berisi apa saja yang dituntut oleh sifat-sifat ketuhanan, seperti Kemahaesaan (Wahdâniyyah), Kemahakuasaan (Qudrah), Kemahatahuan (Ilm), juga menafikan persamaan.

Asmaulhusna (nama-nama indah) yang telah dideskripsikan oleh Allah ‘Azza wa Jalla itu dinyatakan ratusan kali dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Cukuplah kita mengetahui bahwa nama-nama Allah yang dinyatakan dalam Al-Qur’an itu ada 99. Ini artinya, ada 99 ayat yang menyatakan sifat-sifat Allah Taala.

Ketika kita menemukan bahwa kebanyakan nama dan sifat ini diulang-ulang puluhan kali, maka kita memahami sejauh mana pentingnya pembahasan ini dan bahwa pembahasan tersebut merupakan fokus utama dalam keimanan yang dibangun berdasarkan kepuasan intelektual (al-qana’ah al-aqliyyah) secara mutlak dan ketenteraman hati secara penuh.

Ayat-ayat ini, antara lain sebagai berikut.

1. Surah Al-Ikhlâs

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَداَللّٰهُ الصَّمَدلَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدوَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

“Katakanlah, ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.'” (QS Al-Ikhlâs [112]: 1-4).

2. Firman-Nya

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur.” (QS Al-Baqarah [2]: 255).

3. Firman-Nya

و الله لا إله إلا هو الحي القيوم نزل عليك الكتاب

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. Dia menurunkan Alkitab (Al-Qur’an) kepadamu.” (QS Ali ‘Imrân [3]: 2).

4. Firman-Nya

يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمالَّذِيْ خَلَقَكَ فَسَوّٰىكَ فَعَدَلَكَِۙۙ

“Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu.” (QS Al-Infithâr [82]: 6—7).

5. Firman-Nya

 يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ اِنَّكَ كَادِحٌ اِلٰى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلٰقِيْهِۚ

“Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.”(QS Al-Insyiqâq [84]: 6).

6. Firman-Nya

ءَاَنۡتُمۡ اَشَدُّ خَلۡقًا اَمِ السَّمَآءُ​ ؕ بَنٰٮهَا‏

رَفَعَ سَمۡكَهَا فَسَوَّٮهَا

“Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya.” (QS Al-Nâzi’ât [79]: 27—28).

7. Firman-Nya

قَالَتۡ رُسُلُهُمۡ اَفِى اللّٰهِ شَكٌّ فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ‌ؕ

“Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi?” (QS Ibrâhîm [14]: 10).

8. Firman-Nya

اَمۡ خُلِقُوۡا مِنۡ غَيۡرِ شَىۡءٍ اَمۡ هُمُ الۡخٰلِقُوۡنَؕ

“Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?” (QS Ath-Thür [52]: 35).

9. Firman-Nya

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ

ثُمَّ رَدَدْنٰهُ اَسْفَلَ سٰفِلِيْنَۙ

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍۗ

فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّيْنِۗ

اَلَيْسَ اللّٰهُ بِاَحْكَمِ الْحٰكِمِيْنَ

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?” (QS At-Tîn [95]: 4—8).

10. Firman-Nya

لَوۡ كَانَ فِيۡهِمَاۤ اٰلِهَةٌ اِلَّا اللّٰهُ لَـفَسَدَتَا‌ۚ فَسُبۡحٰنَ اللّٰهِ رَبِّ الۡعَرۡشِ عَمَّا يَصِفُوۡنَ

“Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa.”(QS Al-Anbiyâ’ [21]: 22).

11. Firman-Nya

 قُلْ لَّوْ كَانَ مَعَهٗ ٓ اٰلِهَةٌ كَمَا يَقُوْلُوْنَ اِذًا لَّابْتَغَوْا اِلٰى ذِى الْعَرْشِ سَبِيْلًا

“Katakanlah, ‘Jikalau ada Tuhan-Tuhan di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya Tuhan-Tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai ‘Arsy.” (QS Al-Isra’ [17]: 42).

Cukuplah saya katakan bahwa lafaz al-Jalâlah, Allâh, yang dinyatakan dalam Al-Qur’an lebih dari dua ribu lima ratus kali. Ini selain nama-nama dan sifat-sifat lain. [MNews/Rgl]

Sumber: Hafidz Shaleh, M.A., Metode Dakwah Al-Qur’an

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *