[Kabar] Agenda Spesial for Gen Z, Bahaya Digitalisasi Sekuler dan Pentingnya Gen Z Speak Up Islam

[Kabar] Agenda Spesial for Gen Z, Bahaya Digitalisasi Sekuler dan Pentingnya Gen Z Speak Up Islam

Muslimah News, NASIONAL— Dalam beberapa waktu, #IslamSelamatkanGenerasi, #genzriseupforislam, #GenerasiIslamTangguh tampak ramai beredar di jagat maya. Pantauan MNews, tagar-tagar ini disertai seruan agar Gen Z waspada menjadi sasaran pangsa pasar digitalisasi kapitalisme.Terlebih, tidak bisa dimungkiri peradaban masa depan akan ditentukan kualitas generasi saat ini, khususnya di kalangan Gen  Z.

Dalam Agenda Spesial for Gen Z  bertema “Gen Z & Digitalisasi: Rise Up for Islam or be A Victim?”, kewaspadaan terhadap kapitalisme, khususnya di dunia digital ini banyak dikupas. Acara yang diselenggarakan pada Ahad (30/10/2022) disaksikan sekitar 18.000 peserta Gen Z dari seluruh indonesia dengan 350 titik nobar.

Menurut panitia pelaksana, acara ini dilaksanakan mengingat berdasarkan kajian McKinsey, populasi Gen Z pada 2025 nanti akan mencapai seperempat jumlah populasi kawasan Asia Pasifik sehingga Gen Z memegang peranan sangat besar. Begitu pula di Indonesia, yang jumlahnya berdasarkan hasil sensus penduduk BPS 2020 sekitar 74,93 juta atau sekitar 27,94% dari total penduduk Indonesia.

“Potensi demografi tersebut dilengkapi  dengan data bahwa Gen Z menghabiskan rata-rata 10 jam sehari di media sosial. Tentu ini akan menjadikan Gen Z  sebagai pelopor perubahan dunia melalui dunia digital,” tuturnya dalam keterangan tertulis yang diterima MNews.

Hanya saja, lanjutnya, mampukah Gen Z mengoptimalkan potensinya tersebut untuk kebangkitan Islam atau justru sebaliknya mereka menjadi korban di tengah arus digitalisasi saat ini?

Untuk menjawab hal tersebut, pihak panitia menghadirkan para pembicara berkompeten seperti Zikra Azril, S.E. (youth care expert dan tim riset IMuNe ), Putri Ria Angelina, M.Pd.Kons. (dosen konselor), serta Sayyidah Nisa’ (content creator).

Pangsa Pasar

Menurut Zikra Asril, potensi peran digital Gen Z saat ini memang disayangkan karena hanya menjadi  pangsa pasar produk digital yang sejatinya agar para kapitalis mendapat keuntungan materi dalam setiap produk digitalisasinya.

“Ini berbahaya karena pengarusan  peran digital Gen Z hanya untuk kepentingan kapitalis akan menjauhkan potensi intelektual hakiki generasi,” bebernya.

Oleh karena itu, Zikra menekankan, Gen Z mesti memahami bahwa Islam memiliki sistem konstruktif untuk mengoptimasi peran pemuda, termasuk dalam memanfaatkan dunia digital.

“Agar tidak tergerus arus digitalisasi yang merusak ini, para pemuda mesti berada dalam sebuah inkubator, yakni dakwah berjamaah,” ucapnya.

Merusak Generasi

Hal ini dikuatkan Putri Ria Angelina yang menegaskan, digitalisasi merupakan senjata sekuler kapitalisme merusak generasi. Ia juga mengungkap bahaya standar pemikiran sekuler liberal pada media digital, bahkan menganggap konten yang mendakwahkan Islam sebagai konten radikal.

“Akhirnya, generasi akan rusak mental, akhlak, dan identitasnya  karena terpapar ide sekuler dan budaya liberalisme. Apalagi yang mengalami kecanduan,” cetusnya

Jadi, Putri menjelaskan, butuh solusi Islam untuk menyelamatkan generasi dari bahaya digitalisasi semacam ini. “Gen Z harus paham hal ini sehingga perlu mengkaji Islam secara intensif untuk menyelamatkan diri, berdakwah untuk melawan perusakan, serta berada bersama jamaah agar memiliki circle perjuangan,” paparnya.

Perang Digital untuk Kebangkitan Islam

Selanjutnya, Sayyidah Nisa’ selaku content creator menerangkan tips memenangkan perang digital untuk kebangkitan Islam. “Potensi digital generasi muslim, khususnya Gen Z, harusnya diaruskan untuk kebangkitan Islam,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan, Gen Z mesti menyadari perusakan generasi yang sedang terjadi ini harus dilawan, tidak dibiarkan, sehingga perlu bekal. “Ikutilah kajian Islam intensif dan kuatkan literasi Islam kafah,” tandasnya.

Selain itu terdapat pula stand up dakwah oleh Yuni dan Nurinaa Hasna Kamila yang menggambarkan hidup ini singkat sehingga harus memperolah kebahagiaan dunia dan akhirat, juga profil pemuda didikan Rasul yang memanfaatkan waktu dan hidupnya untuk Islam, serta kebutuhan kita terhadap Islam kafah sebagai petunjuk hidup.

Menurut panitia pelaksana, acara ini mendapat apresiasi yang luas. Para Gen Z yang hadir bersepakat untuk mengkaji Islam, membangun  circle Gen Z salihah, dan bergerak bersama menyadarkan Gen Z untuk speak up Islam. [MNews/Ruh]

Foto sampul: Dok. MNews

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *