[Kabar] Gencatan Senjata bagi Anak-Anak di Yaman, Imrana Muhammad: Taktik Dangkal

[Kabar] Gencatan Senjata bagi Anak-Anak di Yaman, Imrana Muhammad: Taktik Dangkal

Muslimah News, INTERNASIONAL—Aktivis muslimah Imrana Muhammad menyoroti penderitaan anak-anak di Yaman setelah gencatan senjata berakhir 2 Juni lalu—yang kemudian diperbarui lagi—sebagai hal yang membahayakan anak-anak muslim yang rentan di sana.

“Penggunaan langkah-langkah gencatan senjata dalam situasi di Yaman ini adalah taktik dangkal yang hanya memperpanjang bahaya bagi anak-anak muslim yang rentan. Anak-anak menderita tanpa akhir di Yaman dan tangisan mereka tidak terdengar,” ungkapnya dalam sebuah media ideologis internasional, Rabu (8/6/2022).

Ia mengutip sebuah laporan dari Relief Web (31/5/2022) bahwa gencatan senjata dalam sebuah peperangan memang memungkinkan mereka beristirahat, tetapi ketakutan dan ketidakamanan hidup di Yaman, secara mendasar, tidak berubah.

“Bahkan, satu generasi anak-anak telah kehilangan kepolosan dan rasa normal mereka di zona perang dan telah mengganggu pendidikan, layanan kesehatan, serta kesejahteraan psikologis jutaan wanita, anak-anak, dan orang tua,” ujarnya.

Ia lantas mencontohkan pada diri Maya (10 tahun), yang diwawancarai Relief Web, mengatakan bahwa kehancuran melanda hidupnya selama perang dan keinginannya untuk hidup aman. “Maya sendiri mengalami komplikasi kesehatan yang parah setelah pecahan peluru menghantam lengan kiri, punggung, dan perutnya,” jelasnya prihatin.

Tidak Peduli

Imrana menegaskan, tampaklah ketidakamanan yang dihadapi oleh penduduk, sementara itu gencatan senjata pada dasarnya menunjukkan para pemimpin dunia tidak peduli untuk menyelesaikan krisis di Yaman.

“Ini adalah bencana akibat kurangnya perhatian yang ditunjukkan oleh para pemimpin muslim dunia ketika mereka membiarkan perang biadab ini berkecamuk tanpa terkendali. PBB telah menyatakan Yaman sebagai tempat terburuk di dunia untuk anak-anak. Angka kematian dan penyakit jauh di atas norma global, tetapi telah menjadi norma di dunia muslim ini,” kritiknya.

Ketika Khilafah Didirikan

Sebaliknya, Imrana menandaskan, hal ini tidak akan terjadi ketika Khilafah sebagaimana yang ditetapkan oleh Allah Swt., didirikan. “Tidak akan ada gagasan tentang “jeda” konyol dalam penderitaan umat Islam hanya untuk kemudian dilanjutkan,” sorotnya.

Selain itu, imbuhnya, solusi dan tindakan mendasar akan diambil dalam memastikan para pemuda dapat memimpin menuju kemenangan demi Al-Haq di masa depan, tidak mendukung kepentingan bangsa-bangsa Barat dan keserakahannya terhadap sumber daya muslim.

“Kita doakan semoga pengkhianatan mereka segera berakhir dan para pengemban dakwah menang dalam menegakkan hukum Allah Swt. di muka bumi ini,” ucapnya.

Ia pun menutup dengan firman Allah dalam surat As-Saffat ayat 171—173,

“Dan sungguh, janji Kami telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul. (Yaitu) mereka itu pasti akan mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya bala tentara Kami itulah yang pasti menang.” [MNews/Ruh]

Foto sampul: Unicef

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *