Muslimah News, NASIONAL — Ulama aswaja K.H. Ahmad Zen menggambarkan kondisi ketika Khilafah berdiri. “Tegaknya Khilafah akan mengubah dunia yang hari ini diwarnai dengan kezaliman dan kejahatan menjadi penuh kedamaian dan keadilan,” ujarnya di YouTube Jalan Pulang yang mengusung tema “Kenapa Harus Khilafah?”, Kamis (26/05/2022).
Menurutnya, Khilafah merupakan sebuah kewajiban. Oleh karena itu, ia mengungkapkan bahwa ia harus menyampaikan opini tersebut dan meluruskan pemahaman yang salah tentang Khilafah.
“Jika mengatakan Khilafah ini terlarang, mari kita buktikan dari sudut pandang dalil mengenai kewajiban Khilafah dan sejarah tegaknya Khilafah di bumi ini,” imbuhnya.
Terjaga
Ia mempertanyakan tentang alasan yang menyebabkan orang-orang alergi dengan Khilafah. “Apakah Khilafah akan mengancam keutuhan NKRI?” tanyanya retorik.
Padahal, katanya, keutuhan Indonesia akan terjaga dengan tegaknya Khilafah di muka bumi ini. “Demi Allah, jika Khilafah tegak hari ini, maka Indonesia akan terjaga, salah satunya dengan kembalinya Timor Timur ke Indonesia,” jelasnya.
Ia pun mengungkapkan apa yang menjadi penyebab Timor Timur lepas, bahkan Papua yang sekarang juga menyatakan ingin lepas dari Indonesia. “Dibunuhnya warga sipil di Papua lalu mereka juga terang-terangan ngajak duel dengan tentara menunjukkan Indonesia sudah tidak dihargai, ini bukan karena Khilafah, melainkan akibat sistem demokrasi,” tegasnya.
Cinta Sejati
K.H. Ahmad Zen menyatakan heran dengan orang-orang yang mengaku cinta tanah air, tetapi membiarkan kerusakan bahkan dirinya sendiri yang memiliki moral yang buruk.
“Mereka mengibarkan bendera merah putih, kemana-mana menyombongkan dirinya dengan mengatakan ‘Aku Pancasila’, tetapi nyatanya mereka malah ramai-ramai korupsi,” ungkapnya miris.
Ia pun menerangkan bagaimana caranya untuk menunjukkan cinta yang sejati pada Indonesia. “Membuktikan cinta sejati pada Indonesia ialah dengan mengikuti cara Nabi, yakni memuliakan sebuah negara dengan Islam,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Bela Indonesia artinya berjuang siang malam supaya hukum jahiliah yang sekarang diganti dengan Islam. Itulah yang dinamakan cinta sejati dengan Indonesia,” ulasnya.
Ganti Sistem
Ia mengimbau kepada para penganut demokrasi, jika menginginkan tercapainya kesalehan individu di negeri ini maka harus mengubah sistem rusak saat ini dan membentuk sistem yang baru.
“Sistem demokrasi sekuler yang liberal ini wajib diganti. Meninggalkan segala macam kesesatan akibat sistem yang buruk ini. Beralih pada kebaikan Islam sesuai ajaran Rasulullah saw.,” terangnya.
Ia mengingatkan kembali terkait Islam yang berisi kaidah-kaidah dan peraturan-peraturan yang menata hubungan antara makhluk dengan Allah Swt., “Islam memiliki aturan yang lengkap untuk menata setiap orang bisa berhubungan dengan dirinya dengan Sang Pencipta,” ucapnya.
Termasuk di dalamnya, lanjutnya, Islam memiliki aturan yang lengkap pula terkait bagaimana seseorang bisa bergaul dan berinteraksi dengan sesama manusia. “Islam memiliki aturan kehidupan di antara sesama manusia. Ini dicontohkan oleh Rasulullah saw. dengan menegakkan negara Islam,” urainya.
Ia menekankan, Rasulullah saw. ketika menjadi kepala negara, yakni negara Islam pertama di Madinah, menegakkan kemuliaan Islam. “Negara Islam penuh dengan keadilan dan kedamaian meskipun di dalamnya terdapat multiagama, keyakinan, suku, dan ras. Itulah yang dimaksud dengan Islam rahmatan lil ‘alamin,” simpulnya. [MNews/Nvt]
Foto sampul: Dok. MNews
