Penulis: Nabila Ummu Anas
Muslimah News, TARIKH KHULAFA — Pada masa Rasulullah saw., Perang Mu’tah adalah peperangan yang dilakukan kaum muslim melawan Romawi saat musim dingin. Mu’tah adalah wilayah kekuasaan Romawi yang ketika musim dingin menjadi daerah yang bersalju.
Begitu pula di masa kekhalifahan Muawiyah bin Abu Sufyan. Ia mengerahkan beberapa kali satuan militer Daulah Islam untuk memerangi Romawi saat musim dingin. Motivasi ruhiyah kaum muslim untuk mengejar syahid di jalan Allah mengalahkan suasana musim dingin, bahkan bersalju di medan peperangan.
Tetap Berjihad Meski Saat Musim Dingin
Penyebarluasan risalah Islam dengan jihad fisabilillah adalah kewajiban dari Allah Swt. sebagai sebuah kewajiban yang berlangsung terus-menerus dan menjadi tanggung jawab Khilafah. Kaum muslim tidak memilih waktu yang disukai untuk berjihad. Ketika Khalifah memerintahkan berperang saat musim dingin maka mereka pun bersegera melaksanakannya. Kefarduan jihad ini terdapat dalam banyak ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi saw..
Allah Swt. berfirman, “Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti maka tidak ada (lagi) permusuhan, kecuali terhadap orang-orang zalim.” (QS Al-Baqarah: 193)
“Jika kalian tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah akan mengazab kalian dengan azab yang pedih.” (QS At-Taubah: 39)
Imam Ahmad dan Abu Daud meriwayatkan dari Anas, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Jihad berlaku sejak Allah mengutusku sampai umat terakhirku memerangi Dajjal. Jihad tidak bisa dibatalkan oleh kezaliman orang yang zalim dan tidak pula oleh keadilan orang yang adil.”
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata, “Seorang laki-laki diantara sahabat Rasulullah saw. bejalan melewati sebuah lembah yang di dalamnya terdapat mata air kecil yang segar, dan ia pun terpesona karena keindahannya maka ia berkata, ‘Seandainya aku mengasingkan diri dari manusia, lalu aku tinggal di lembah ini. Tetapi aku tidak akan melakukannya sampai aku meminta izin kepada Rasulullah saw.’ Lalu ia menceritakan hal tersebut kepada Nabi saw. maka beliau berkata, ‘Jangan kamu lakukan karena kedudukan salah seorang dari kalian yang berjihad di jalan Allah lebih utama daripada ia salat di rumahnya tujuh puluh tahun’.” (HR At-Tirmidzi)
Bangsa Romawi dan wilayah kekuasaannya sudah terbiasa hidup dalam empat musim, termasuk musim dingin dan turun salju. Berbeda dengan kaum muslim dan wilayah yang telah dikuasai Daulah Islam masih di dominasi daerah dengan dua musim.
Namun, perbedaan musim ini tidak menyurutkan langkah pasukan kaum muslim dalam berjihad memperluas wilayah kekuasaan Islam dan menyebarkan risalah Islam ke berbagai penjuru dunia.
Pengerahan Pasukan Jihad Hampir Setiap Musim Dingin
Menjadi tanggung jawab negara menyiapkan militer untuk berjihad. Muawiyah bin Abu Sufyan di masa kekhalifahannya beberapa kali mengirim pasukan kaum muslim untuk memerangi Romawi dan itu terjadi saat musim dingin.
Busr bin Abi Arthah iangkat sebagai panglima perang pada musim dingin pada 43 H untuk menghadapi Romawi di berbagai wilayah hingga membawanya sampai berhenti di Humma, salah satu wilayah kekuasaan Romawi. Kemudian tiga tahun berturut-turut yakni tahun 50, 51, dan 52 H Busr terlibat bentrok dengan Romawi, baik saat musim dingin maupun musim panas.
Kemudian beberapa panglima pasukan kaum muslim yang diangkat Muawiyah bin Abu Sufyan untuk memimpin peperangan saat musim dingin menghadapi pasukan Romawi. Di antaranya, Abdurrahman bin Khalid bin Walid pada 44 H. Sedangkan, pada 52 H di bawah komando Sufyan bin Auf al-Azadi.
Sementara itu, pada 54 H pasukan kaum muslim dipimpin Muhamad bin Malik. Junadah bin Abu Umayah pada 56 H. Pada 57 H di bawah kepemimpinan Abdullah bin Qais, dan Amru bin Murrah Al Juhani pada 59 H.
Mereka semua dikerahkan untuk menaklukkan daerah-daerah yang masih menjadi wilayah kekuasaan Romawi. Kemenangan demi kemenangan diraih oleh kaum muslim. Wilayah kekuasaan Islam makin luas dan makin banyak penduduk yang tunduk kepada hukum Islam, bahkan sebagian besar dari mereka akhirnya memeluk agama Islam.
“Kalian akan memerangi mereka atau mereka masuk Islam.” (QS Al-Fath: 16). Wallahualam. (MNews/Has]
Sumber: Qadhi Syaikh Muhammad bin Ahmad Kan’an. Daulah Bani Umayah. Al Qowam.
Sumber foto: Viva
