Penulis: Ummu Naira Asfa
Muslimah News, OPINI — Biadab! Israel kembali melakukan serangan brutal terhadap warga Palestina saat peringatan Isra Mikraj 1443 H kemarin di sekitar Masjidilaqsa (1/3/2022). Manwar Tuqan, anak perempuan Palestina yang saat itu sedang berjalan menuju Masjidilaqsa untuk merayakan Isra Mikraj, menderita luka berat di bagian wajahnya dan rahangnya akibat lemparan granat kejut polisi Israel.
Polisi Israel juga mengeluarkan tembakan, memukuli dan menangkapi para pemuda, serta menyemprotkan gas air mata kepada kumpulan warga. Anak-anak dan perempuan tidak lepas dari pukulan hingga tembakan senjata.
Mereka juga memukul dan menyeret remaja perempuan (12) yang ada di area gerbang Damaskus, wilayah Yerusalem. Mengakibatkan remaja tersebut langsung dibawa ke rumah sakit Hadassah Ein Karem, Yerusalem. Insiden tersebut mengakibatkan 25 warga Palestina terluka, 20 orang ditangkap, dan 4 petugas mengalami luka-luka. (CNN Indonesia, 1/3/2022).
Tanpa Khilafah, Penjajahan Tidak Berkesudahan
Penjajahan atas umat Islam di Palestina terjadi sepanjang tahun dan seolah tidak berkesudahan. Kita bisa saksikan sendiri, sampai detik ini, kaum muslim di Palestina masih diserang penjajah Zionis Israel.
Setelah Khilafah Islamiah secara resmi dibubarkan pada 3 Maret 1924, umat Islam di dunia kehilangan “ibu” yang menjadi pengayom dan pelindung mereka. Umat Islam tercerai-berai tidak berdaya, menjadi remah-remah kue yang siap disantap negara-negara kafir penjajah. Negara Khilafah Islamiah tercerai-berai menjadi lebih dari 50 negeri muslim, salah satunya Palestina.
Hingga kini, kaum muslim Palestina mengalami penderitaan, cobaan, dan penjajahan, baik fisik maupun pemikiran. Oleh sebab itu, Palestina butuh penolong sejati yang dapat mengentaskan kezaliman ini.
Khilafah Mampu Menolong Palestina
Khilafah adalah ajaran Islam, penerus Negara Islam yang Nabi Muhammad saw. dirikan. Khilafah bukanlah ajaran baru yang sengaja dibuat-buat oleh sebuah partai atau organisasi tertentu. Namun, ironisnya, saat ini ide Khilafah dikriminalisasi, dimonsterisasi, bahkan dianggap sebagai ancaman.
Padahal, Khilafah memiliki potensi superbesar untuk menghimpun lebih dari 1,4 miliar umat Islam di seluruh dunia. Dengan sumber daya manusia dan alamnya, Khilafah berpotensi menjadi negara superpower yang dapat meruntuhkan hegemoni penjajah kapitalis Barat dan Timur.
Khilafah akan menegakkan syariat Allah Swt. secara kafah dan memenuhi semua hak rakyatnya, baik kaum muslim maupun nonmuslim. Khilafah pun akan menindak segala pelanggaran hukum (terhadap hak-hak Allah Swt., seperti zina; ataupun terhadap hukum dan hak-hak sesama manusia, seperti korupsi, kolusi, nepotisme, dll.). Semua inilah yang ditakuti oleh kelompok pembenci syariat Islam.
Selama 13 abad lamanya, umat Islam menjadi umat terbaik di dunia dengan kegemilangan peradabannya yang memukau. Bahkan, beberapa tokoh nonmuslim menyanjung penerapan sistem Islam kafah di bawah naungan Khilafah Islamiah.
Will Durant, seorang sejarawan Barat, memuji kesejahteraan Negara Khilafah dalam buku yang ia tulis bersama Istrinya Ariel Durant, Story of Civilization. Ia menyatakan,
“Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka. Para Khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapa pun yang memerlukan dan memberikan kesejahteraan selama beradab-abad dalam wilayah yang sangat luas. Fenomena seperti itu belum pernah tercatat (dalam sejarah) setelah zaman mereka.”
Sungguh, dengan Khilafah, umat Islam akan menjadi umat terbaik sepanjang masa, sebagainya firman Allah Swt. dalam QS Ali Imran: 110,
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”
Oleh karenanya, dengan segala potensinya yang luar biasa, Khilafah akan mampu menolong Palestina—dan seluruh negeri muslim yang terzalimi—dari para penjajah Zionis Israel, para anteknya, serta penjajah kafir Barat maupun Timur.
Bagaimana Menegakkan Khilafah?
Cara menegakkan Khilafah bukan dengan jalan demokrasi. Demokrasi bukanlah jalan yang Rasulullah saw. contohkan. Kaum muslim tidak bisa berharap pada demokrasi karena justru mereka terzalimi akibat penerapan sistem ini.
Demokrasi merupakan sistem rusak dan aus. Ibarat rumah, demokrasi sudah reyot dan mau ambruk. Jika ada orang-orang yang menganggap demokrasi itu sistem terbaik atau menganggapnya sebagai “harga mati”, sungguh orang-orang seperti itu adalah orang-orang jahil.
Saat ini, tidak hanya bumi Palestina, dunia Islam butuh Khilafah. Negeri-negeri muslim saat ini terjajah, baik secara politik, ekonomi, maupun budaya.
Penjajahan politik terjadi terhadap negeri-negeri muslim atas nama War on Terrorism. Atas nama perang melawan terorisme, kita bisa lihat dengan terang-benderang bahwa AS melancarkan serangan fisik dan melancarkan pembunuhan karakter terhadap kaum muslim dengan cap radikal, teroris, intoleran, dan sebagainya. Ini karena War on Terrorism memang masih menjadi isu yang AS pelihara untuk kepentingan nasionalnya.
Selain itu, agenda penjajahan ekonomi kapitalisme di dunia Islam pun dilancarkan melalui berbagai bentuk. Utang luar negeri, program privatisasi, investasi asing, pasar modal, dll., dirancang badan-badan penjajahan ekonomi (IMF, Bank Dunia, WTO, ataupun organisasi regional) untuk makin mengukuhkan cengkeraman penjajahan atas dunia Islam. Umat Islam sudah seperti hidangan yang diperebutkan para kapitalis Barat dan Timur. Subhanallah.
Pada aspek budaya, umat Islam juga terjajah. Remaja-remaja muslim terbuai dengan hedonisme, hura-hura, seks bebas, L68T, dsb. Belum lagi masalah akidah dan keimanan. Tidak ada yang melindungi umat Islam dari serangan misionaris.
Inilah akibat ketika ketiadaan perisai umat yang hakiki, yaitu Khilafah. Umat kehilangan perisai dan pelindungnya. “Imam laksana perisai, maksudnya seperti pelindung karena mencegah musuh yang akan menzalimi kaum muslim dan mencegah perselisihan di antara mereka, menjaga benteng Islam, dan menggetarkan manusia dengan kekuasaannya.” (Syahrul Muslim lin-Nawawi, Juz 6 Hlm. 315).
Kabar Gembira
Rasulullah saw. telah mengabarkan bisyarah (kabar gembira) tentang kembalinya Khilafah dalam hadis berikut,
“Periode kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya. Setelah itu datang periode Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah (sesuai minhaj kenabian) selama beberapa masa, hingga Allah Taala mengangkatnya. Kemudian datang periode mulkan aadhdhan (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa. Selanjutnya datang periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak) dalam beberapa masa, hingga waktu yang ditentukan Allah Taala. Setelah itu, akan terulang kembali periode Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad saw. diam.” (HR Ahmad; Shahih)
Negeri-negeri muslim yang terjajah seperti Palestina membutuhkan penolong sejati untuk keluar dari penderitaan. Oleh karenanya, kita mau memilih akan mengambil peran apa terhadap bisyarah tersebut untuk menolong saudara muslim kita dan melaksanakan perintah Allah Swt. secara kafah? Mau menjadi penonton, pejuang di garda terdepan untuk memahamkan umat tentang Khilafah, atau malah menjadi penghalang penegakannya? Wallahualam bissawab. [MNews/Gz]

Kami butuh khilafah
MasyaAllah luar biasa Palestina walaupun kondisi mrka dalam bahaya dalam kebrutalan zionis tapi semangat mereka tidak padam untuk ikut Acra mikraj. Bahkan membawa anak-anak. Sungguh berbeda dg semangat keislaman di negri ini hanya karna takut dicap radikal, dipecat dr kerjaannya kemudian lebih rela meninggalkan kajian dan meninggalkan memperjuangan Islam.
Semoga Khilafah segera tegak dan kalian wahai Palestina bisa terlindungi kembali dan kita bisa bersatu kembali dibawah naungan Khilafah Islamiyyah.