[Tarikh Khulafa] Kehati-hatian Khalifah Ali bin Abi Thalib ra. terhadap Harta Baitulmal

[Tarikh Khulafa] Kehati-hatian Khalifah Ali bin Abi Thalib ra. terhadap Harta Baitulmal

Penulis: Nabila Ummu Anas

Muslimah News, TARIKH KHULAFA — Pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib ra., kondisi baitulmal masih berlimpah dengan pemasukan harta kaum muslim. Sebagai Khalifah, Ali ra. juga mendapatkan santunan dari baitulmal.

Disebutkan oleh lbnu Katsir, Khalifah Ali bin Abi Thalib ra. mendapatkan jatah pakaian yang hanya bisa menutupi tubuh sampai separuh kakinya dan sering bajunya itu penuh dengan tambalan. Banyaknya harta baitulmal tidak membuat Khalifah Ali ra. tergiur menggunakannya untuk kelayakan hidupnya dan keluarga. Beliau sangat berhati-hati dengan harta milik kaum muslim ini.

Walau Ali bin Abi Thalib ra. adalah seorang khalifah, jubah yang beliau pakai sehari-hari hanya seharga tiga dirham. Sarungnya penuh tambalan. Ada yang menegur karena pakaian tersebut tidak layak untuk seorang Khalifah. Beliau menjawab, “Biar diteladani oleh orang mukmin dan ini membuat hati menjadi khusyuk.”

Terkenal dengan Kezuhudannya

Imam an-Nawawi menyatakan bahwa kezuhudan Ali bin Abi Thalib ra. sangat termasyhur di semua kalangan. Petuah Ali ra. tentang zuhud antara lain, “Dunia ini adalah bangkai. Oleh karena itu, barang siapa berorientasi kepada dunia, ia mesti bergabung dengan anjing-anjing.”

Dalam Musnad Ahmad, diriwayatkan bahwa Ali bin Abi Thalib ra. mengatakan, “Aku pernah mengganjal perutku dengan batu untuk menahan lapar. Dan sedekahku dalam satu hari mencapai empat ribu dinar.”

Menurut para ulama, uang sebesar itu bukan zakat hartanya, tetapi sedekah jariah dari penghasilan Ali ra.. Ali tidak pernah menyimpan uang sehingga saat meninggal dunia, ia hanya meninggalkan harta 600 dirham.

Sufyan bin Uyainah meriwayatkan bahwa Ali bin Abi Thalib ra. tidak pernah membangun rumahnya dengan batu bata ataupun dengan balok kayu bahkan sehari-harinya, Ali ra. hanya memakai kain kasar yang dibelinya seharga lima dirham.

Kas Baitulmal Adalah Harta Umat

Dalam kitab Fadail ash-Shahabah, Imam Ahmad meriwayatkan bahwa  suatu ketika Ibnu at-Tayyah menemui Khalifah Ali bin Abi Thalib ra.. Ia memberitahu Khalifah bahwa kas baitulmal sudah penuh dengan dinar dan dirham. “Allah Mahabesar,” kata Ali ra. menukas laporan itu. Beliau lalu pergi menuju Baitulmal bersama Ibnu at-Tayyah. Sesampainya di sana, Ali bin Abi Thalib ra. bersyair, “Ini adalah panenku dan yang terbaik ada di sini. Setiap pemanen, tangannya ada di mulutnya.”

Kemudian Khalifah Ali ra. berkata kepada Ibnu at-Tayyah, “Panggillah para orang tua yang ada di Kufah.” Setelah semuanya dipanggil dan menemui Khalifah, Ali ra. membagikan semua kas baitulmal kepada mereka. Beliau lalu berkata, “Wahai emas dan perak dekatilah orang selain aku,” Khalifah kemudian membagi-bagikan emas dan perak hingga tidak ada yang tersisa sedikit pun di baitulmal. Setelah itu, Khalifah Ali bin Abi Thalib ra. meminta agar baitulmal dibersihkan dan ia salat dua rakaat di sana.

Ahmad juga meriwayatkan bahwa khalifah Ali ra. pernah minta diantar ke baitulmal. Sesampainya di sana, Ali bin Abi Thalib ra. menyapu tempat itu, lalu berwudu dan salat di sana. Beliau berharap kelak di hari Kiamat ia tidak dituduh menumpuk dan membekukan harta umat.

Abdullah bin Ahmad meriwayatkan bahwa Khalifah Ali ra. membagi harta yang ada di kas baitulmal menjadi tujuh bagian. Kemudian ia menemukan sepotong roti dan beliau pun memotongnya menjadi tujuh bagian. Selanjutnya beliau memanggil para panglima militer dan mengundi pembagiannya di hadapan mereka.

Ketika berkobar peperangan antara Khalifah Ali bin Abi Thalib dan Mu’awiyah bin Abu Sufyan, orang-orang yang dekat di sekitar khalifah Ali ra. menyarankan agar beliau mengambil dana dari baitulmal sebagai hadiah bagi orang-orang yang membantunya. Tujuannya untuk mempertahankan diri khalifah sendiri dan kaum muslim.

Mendengar ucapan itu, Ali sangat marah dan berkata, “Apakah kalian memerintahkanku untuk mencari kemenangan dengan kezaliman? Demi Allah, aku tidak akan melakukannya selama matahari masih terbit dan selama masih ada bintang di langit.”

Pada saat menjadi Khalifah, Ali bin Abi Thalib ra. sampai hendak menjual pedang kesayangannya ke pasar. “Siapa yang mau membeli pedangku ini. Demi Allah yang memecahkan biji-bijian, pedang ini sudah lama aku gunakan untuk melindungi Rasulullah saw dalam berbagai peperangan. Seandainya aku punya uang seharga sarung, aku tidak akan menjualnya.”

Sebagai pribadi, Khalifah Ali bin Abi Thalib ra. sangat zuhud terhadap harta dunia. Ketika menjadi pemimpin, beliau sangat berhati-hati dengan harta yang ada di baitulmal. Sebab sejatinya harta baitulmal adalah harta kaum muslim yang digunakan hanya untuk kemaslahatan umat dan Islam.

Para pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban kelak di hari kiamat terkait pengelolaan harta umat ini. Sungguh, kepala negara seperti ini hanya ada dalam tatanan kehidupan yang menerapkan syariat Allah semata, Khilafah ‘ala minhajin an-nubuwwah. [MNews/Gz]

Sumber: Prof. Dr. Ibrahim al-Quraibi, Tarikh Khulafa, Qisthi Press.

Share

One thought on “[Tarikh Khulafa] Kehati-hatian Khalifah Ali bin Abi Thalib ra. terhadap Harta Baitulmal”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *