Krisis Ukraina dan Rusia, di Mana Peran Negeri Khatulistiwa?

Krisis Ukraina dan Rusia, di Mana Peran Negeri Khatulistiwa?

Penulis: Asy Syifa Ummu Sidiq

Muslimah News, OPINI — Konflik Ukraina dan Rusia makin memanas. Pihak Barat memperkirakan jika ketegangan antara dua negara itu terus berlanjut, Perang Dunia III tidak dapat terelakkan lagi.

Bersamaan dengan memanasnya suasana antara Eropa dan Rusia, pengamat hubungan internasional dari Universitas Padjajaran Teuku Rezasyah mendorong Indonesia untuk turun tangan menyelesaikan masalah tersebut. Lantas, mampukah negeri khatulistiwa ini mengambil peran? (cnnindonesia.com, 14/2/2022).

Sengketa Ukraina dan Rusia

Ketegangan kedua negara tersebut bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, pada 2005 dan 2014 perseteruan ini pernah memanas. Klaim Ukraina sebagai bagian dari Rusia menjadi alasan utama munculnya masalah ini.

Dalam sejarah Uni soviet, Ukraina merupakan wilayah pendudukan Rusia. Namun, seiring runtuhnya Uni Soviet, negeri itu akhirnya menjadi republik. Walaupun demikian, Rusia tetap ingin menguasainya, sedangkan Ukraina sendiri lebih memilih mendekat ke Uni Eropa.

Saat ini, Rusia mengerahkan 100.000 tentara ke perbatasan. Negara besar ini juga mengeklaim melakukan latihan perang dengan Belarus, negara yang memiliki perbatasan langsung dengan Ukraina. Selain itu, Belarus merupakan sekutu sejati Rusia. Jadi, Amerika Serikat (AS) dan negara Barat memberikan peringatan kemungkinan akan terjadi perang. (Tirto, 11/2/2022).

Politik Bebas Aktif

Indonesia adalah negara dengan politik luar negeri bebas aktif. “Bebas” berarti tidak memihak blok mana pun, sedangkan “aktif” berarti ikut menjaga perdamaian dunia. Saat ini, Indonesia juga bergabung dalam beberapa perkumpulan negara, seperti G20, APEC, ASEAN, juga masuk ke PBB.

Walaupun demikian, posisi negeri khatulistiwa ini sepertinya belum menempati kedudukan penting di mata internasional, salah satunya tentang penyelesaian konflik Israel dan Palestina. Sesering apa pun negeri ini mengecam dan berteriak mengenai kemerdekaan Palestina, nyatanya tidak berpengaruh pada Israel. Setiap waktu, negara Zionis itu tetap melancarkan aksi kejinya.

Bagaimana jika akhirnya negeri ini memutuskan berperan untuk membantu mewujudkan perdamaian Ukraina dan Rusia? Bukan tidak mungkin hal yang sama akan terulang. Sebagaimana Israel, Rusia sebagai sebuah negara besar tidak akan menghiraukan pesan Indonesia. Ketakutan Rusia sendiri hanya pada negara adidaya, yaitu AS dan sekutunya. Jadi, selama Indonesia belum menjadi negara adidaya, tidak akan memberikan rasa gentar pada negara lainnya.

Butuh Mabda

AS adalah negara adidaya yang menguasai dunia. Keputusannya selalu memberikan pengaruh besar. Mantan rival Uni Soviet ini menggunakan mabda kapitalisme sebagai landasan negaranya. Kapitalisme memakai sekularisme sebagai akidahnya. Dengan   kekuatan itu, AS berhasil melakukan agresi ke seluruh dunia untuk menguasainya.

Kapitalisme memiliki fikrah dan thariqah (metode penerapan) yang jelas. Ia independen dan tidak membebek negara lain. Inilah yang akhirnya membuat AS lebih maju dibanding negara lainnya.

Meskipun Rusia mantan Uni Soviet juga menerapkan mabda sosialisme, negara ini kalah pamor dengan kapitalisme. Bahkan, karena fikrah materialisme yang rusak, negara ini lebih dahulu tumbang dan terpecah-pecah.

Oleh karena itu, untuk menyelesaikan pertikaian antara Ukraina dan Rusia, butuh kekuatan negara yang lebih besar. Tidak mungkin berharap pada AS karena selama ini negeri Paman Sam itu hanya membuktikan kalau kapitalisme selalu menebar ketakutan. AS dapat saja menyelesaikan pertikaian antara Ukraina dan Rusia sejak awal, tetapi hal itu tidak akan terjadi karena AS pun memiliki kepentingan atas pertikaian itu.

Bagi AS, sangat penting untuk menjaga kepentingannya di Eropa. Salah satu jalan memelihara kedudukannya adalah keberadaan NATO. Konflik Ukraina dan Rusia yang berkepanjangan akan menjadi alasan AS dengan NATO-nya untuk berada di Eropa. Hal ini tentu menguntungkan untuk mencegah rival abadinya (Rusia) kembali menjadi negara sosialisme yang besar.

Islam adalah Mabda

Hanya satu harapan dunia, yaitu Islam, mabda yang saat ini belum diemban oleh negara mana pun. Sebagaimana kapitalisme, mabda Islam memiliki fikrah dan metode penerapan yang khas. Fikrah Islam adalah akidah Islam, sedangkan metode penerapannya adalah penerapan hukum Islam secara total dalam naungan negara Islam (Khilafah).

Allah Swt. sudah menjamin bahwa Islam adalah satu-satunya sistem yang benar di muka bumi ini. Hal ini Allah sampaikan dalam ayat, “Sesungguhnya agama (yang diridai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.”  (QS Ali Imran: 19)

Jaminan inilah yang seharusnya membuat umat yakin untuk mengambil Islam sebagai mabda. Apalagi dalam ayat lain, Allah memerintahkan orang yang beriman untuk menjalankan Islam secara menyeluruh. “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan (kafah), dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah: 208)

Sejarah Berbicara

Selain ayat-ayat Al-Qur’an, sejarah telah membuktikan. Sejak Allah Swt. mengutus Rasulullah saw. untuk menyebarkan Islam, agama ini menjadi agama panutan manusia. Bahkan, makin lama, kekuasaan Islam makin bertambah hingga menguasai 2/3 dunia dan bertahan hingga 13 abad. Selama itu juga Khilafah menjadi pemimpin dunia. Tidak satu pun negara dunia yang berani mengganggunya.

Oleh karenanya, konflik Ukraina dan Rusia hanya akan selesai jika ada negara penengah dengan kekuatan lebih besar dari Rusia. Tentunya berharap pada politik bebas aktif saja tidak cukup. Butuh adanya mabda Islam yang memiliki fikrah dan thariqah yang khas.

Apabila negeri ini ingin berperan menjaga perdamaian dunia, jalan satu-satunya hanya dengan mengambil Islam sebagai mabda. Wallahualam. [MNews/Has]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *