[Tarikh Khulafa] Khalifah Utsman bin Affan ra. Gugur sebagai Syahid

[Tarikh Khulafa] Khalifah Utsman bin Affan ra. Gugur sebagai Syahid

Penulis: Nabila Ummu Anas

Muslimah News, TARIKH KHULAFA — Utsman bin Affan ra. adalah Khalifah yang baik, lemah lembut, dan penuh kasih sayang. Beliau dibaiat menjadi Khalifah pada usia 70 tahun dan terbunuh pada 35 H dalam usia 82 tahun.

Ketika mendengar kematian Utsman bin Affan, Aisyah ra. berkata, “Mereka telah membunuhnya. Padahal, ia adalah orang yang paling banyak menyambung tali silaturahmi dan paling bertakwa kepada Allah.”

Pengepungan Rumah Utsman bin Affan ra.

Pemberontakan dan fitnah atas Utsman mulai terpicu di Mesir, Kufah, dan Bashrah. Mereka mendatangi Madinah secara serentak dan mengepung kediaman Khalifah Utsman selama 40 hari. Khalifah Utsman mengutus Mughirah bin Syu’bah dan Amru bin Ash untuk mengajak mereka kembali kepada Kitabullah dan sunah Rasulullah. Namun, mereka menolak ajakan itu dengan sangat kasar dan tidak mau mendengarkan ucapan kedua utusan Khalifah Utsman.

Khalifah Utsman pun mengutus Ali bin abi Thalib ra. kepada mereka. Ali menyampaikan bahwa Utsman berjanji akan memenuhi tuntutan mereka, tetapi mereka juga tidak mau menerima tawaran itu dan berencana memakzulkan Khalifah Utsman.

Imam Bukhari dan Nasa’i meriwayatkan dari Ibnu Ishaq dari Abu Salmah bin Abi Abdurrahman bahwa Utsman mencoba mengingatkan para demonstran ketika mereka mengepungnya. Utsman ra. berkata, “Bersumpahlah atas nama Allah bagi orang yang pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda pada hari ketika Gunung Uhud berguncang. Rasulullah saw. menghentakkan kakinya dan berkata kepada Uhud itu, ‘Diamlah! Yang ada di atasmu ini tidak lain adalah Nabi, seorang shiddiq dan dua orang syahid.” Beberapa orang yang ada bersumpah dan membenarkan ucapan Utsman.

Utsman ra. lalu berkata lagi, “Bersumpahlah atas nama Allah, bagi orang yang pernah menyaksikan Rasulullah saw. bersabda pada saat pebaiatan ar-Ridhwan, ‘Inilah tangan Allah dan inilah tangan Utsman.”  Beberapa orang yang ada bersumpah dan membenarkan ucapan Utsman.

Setelah itu Utsman ra. berkata lagi, “Bersumpahlah atas nama Allah bagi orang yang pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda pada saat pasukan umat Islam  kekurangan perlengkapan, ‘Siapa yang akan menginfakkan hartanya?’ Lalu aku memenuhi sebagian kebutuhan pasukan dengan harta pribadiku.”  Beberapa orang yang ada di sana bersumpah dan membenarkan ucapan Utsman.

Utsman ra. berkata, “Bersumpahlah atas nama Allah bagi orang yang pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Barang siapa memperluas lahan untuk masjid ini maka ia kan mendapatkan istana di surga.’ Lalu aku membeli tanah di sekitar masjid itu dengan hartaku.” Beberapa orang yang hadir bersumpah dan membenarkan ucapan Utsman.

Kemudian Utsman ra. berkata, “Bersumpahlah atas nama Allah, bagi orang yang pernah menyaksikan bahwa sumur Raumah akan dijual, kemudian aku membelinya dengan uangku. Lalu aku hibahkan sumur itu untuk ibnusabil. Beberapa orang yang ada bersumpah dan membenarkan ucapan Utsman.

Di Mana para Sahabat ketika Khalifah Utsman ra. Terbunuh?

Ibnu Katsir berkata, “Ada orang bertanya, ‘Bagaimana Utsman ra. bisa terbunuh, padahal di Madinah ada beberapa sahabat?”

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa pertanyaan ini bisa dijawab dengan melihat beberapa aspek. Pertama, kebanyakan sahabat atau bahkan semua sahabat tidak mengira bahwa persoalan itu akan berakhir dengan terbunuhnya Khalifah Utsman.

Para pemberontak meminta Utsman memilih tiga permintaan mereka. Yaitu, hendaknya Utsman turun dari jabatannya, menyerahkan Marwan bin al Hakam kepada mereka atau mereka akan membunuhnya. Mereka berharap agar Utsman memilih untuk menyerahkan Marwan bin al Hakam atau ia turun dari jabatannya. Sedangkan mengenai terbunuhnya Utsman, tidak seorang pun menyangka hal itu akan terjadi.

Kedua, para sahabat sudah mengawal ketat Khalifah Utsman untuk menjaga keamanannya. Namun, ketika kerusuhan semakin memanas, Utsman menyuruh para sahabat meletakkan senjata mereka. Mereka melakukan perintah Khalifah Utsman, hingga akhirnya para pemberontak itu melakukan yang mereka inginkan.

Ketiga, kaum pemberontak mengambil kesempatan ketidakhadiran sebagian besar penduduk Madinah pada saat musim haji. Pasukan-pasukan sedang berada di beberapa tempat, perbatasan dan daerah lain.

Keempat, jumlah pemberontak hampir mencapai dua ribu prajurit. Sedangkan pasukan yang ada di Madinah lebih sedikit. Namun demikian, para sahabat mengutus anak-anak mereka ke beberapa daerah agar para tentara bisa kembali ke Madinah dan menolong Utsman. Akan tetapi, para pemberontak telah mengepung rumah Utsman dan membunuhnya.

Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnad-nya bahwa ketika terjadi pengepungan, Utsman bin Affan ra. berkata, “Rasulullah saw. telah menjanjikan sesuatu kepadaku dan aku akan menjalaninya dengan sabar.”

Utsman juga berkata, “Aku bermimpi bertemu Rasulullah saw. bersama Abu Bakar dan Umar. Mereka berkata kepadaku, ‘Bersabarlah. Kau akan berbuka bersama kami.'”  Ketika terbunuh, Khalifah Utsman sedang berpuasa dan membaca Kitabullah. Wallahualam. [MNews/Has]

Sumber: Prof. Dr. Ibrahim al Quraibi. Tarikh Khulafa. Qisthi Press.

Share

One thought on “[Tarikh Khulafa] Khalifah Utsman bin Affan ra. Gugur sebagai Syahid”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *