Rupanya, pemerintah benar-benar serius dalam memosisikan pemuda di garda terdepan sebagai “budak” pemulihan ekonomi kapitalisme. Bukan saja menempatkan pemuda menjadi garda terdepan menghidupkan ekonomi riil melalui program petani milenial, e-commerce, santripreneur, dan sebagainya, pemerintah juga tengah menyeret pemuda menghidupkan ekonomi nonriil dalam pasar modal.
Penulis: Endiyah Puji Tristanti
Warren Buffet, “If you don’t find a way to make money while you sleep, you will work out until you die.”
Muslimah News, FOKUS — Perusahaan sekuritas AS, seperti Robinhood, E-Trade, TD Ameritrade, Charles Schwab, Interactive Brokers, Fidelity, hingga Merrill Lynch tengah gencar merekrut anak-anak muda untuk berinvestasi saham.[1] Keinginan meraup keuntungan berlipat secara cepat menarik milenial untuk terjun mengadu peruntungan bisnis saham.
Di tengah popularitas investasi saham pada kalangan milenial, kondisi tragis tidak terelakkan. Alexander Kearns, seorang mahasiswa University of Nebraska, AS, memilih bunuh diri karena ada dugaan ia rugi besar saat main saham. Di Indonesia, Pemuda A (27) tewas setelah loncat dari salah satu apartemen di Setiabudi, Jakarta Selatan, juga diduga karena merugi investasi saham.[2]
Untuk kesekian kalinya, generasi muda kembali menjadi korban tekanan praktik bisnis yang tidak adil dalam sistem kapitalisme sekuler.
Membangun Generasi Bermental Penjudi
Dari sisi demografi, investor pasar modal di Indonesia didominasi kelompok umur di bawah 30 tahun, yaitu mencapai 59,50%. Dari sisi jenjang pendidikan, mayoritas investor tersebut berlatar belakang Sekolah Menengah Atas (SMA) atau mencapai 56,75%. Berdasarkan pekerjaan, 27,59% investor adalah pelajar.[3]
Melirik potensi ini, BEI dan OJK Lampung kembali mengadakan kegiatan Indonesia Investment Festival (Investival) 2021 untuk mengedukasi akademisi, mahasiswa, dan pelajar tentang pasar modal (25/10/2021). Kegiatan ini menjadi rangkaian agenda World Investor Week (WIW), sebuah kampanye global seminggu penuh yang digagas oleh International Organization of Securities Commissions (IOSCO).[4]
IOSCO sendiri adalah sebuah wadah tempat pengawas pasar modal dari seluruh dunia tergabung yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya edukasi dan perlindungan investor pasar modal. Lembaga ini telah bekerja secara intensif dengan G20 dan Financial Stability Board (FSB)/Dewan Stabilitas Keuangan dalam agenda reformasi regulasi global.
Investival tahun ini melibatkan universitas dan sekolah-sekolah tingkat SLTA yang tersebar di Bandarlampung, yaitu Universitas Lampung (Unila), Universitas Bandar Lampung (UBL), Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, dan Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Lampung. Kemudian 10 SMA yaitu SMA Al Kautsar, SMA Xaverius Pahoman, SMA YP Unila, SMAN 1, SMAN 2, SMAN 10, SMKN 4, SMAN 6, SMAN 5, dan SMAN 9.
Rupanya, pemerintah benar-benar serius dalam memosisikan pemuda di garda terdepan sebagai “budak” pemulihan ekonomi kapitalisme. Bukan saja menempatkan pemuda menjadi garda terdepan menghidupkan ekonomi riil melalui program petani milenial, e-commerce, santripreneur, dan sebagainya, pemerintah juga tengah menyeret pemuda menghidupkan ekonomi nonriil dalam pasar modal.
Pembangunan Generasi Miskin Visi
Dalam catatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024, indeks pembangunan pemuda (IPP) Indonesia telah memiliki base line 55,33 (2020). Untuk mendukung tercapainya pembangunan berkelanjutan (SDGs) 2030, pemerintah berusaha menaikkan target IPP nasional 2024 sebesar 57,67. Sedangkan secara nasional, domain lapangan dan kesempatan kerja memiliki nilai indeks terendah (2015–2018) dari 35 menjadi 40 poin.[5]
Pemerintah akhirnya memutar otak lagi agar menemukan cara untuk melibatkan pemuda secara aktif turut menyukseskan tercapainya target pembangunan nasional. Sekularisme yang telah mendasar memberikan guideline kepada pemerintah untuk mengabaikan halal/haram sebagai standar pakem pembuatan seluruh kebijakan. Alhasil, pemerintah memberikan dorongan besar kepada pemuda berpartisipasi aktif dalam pasar modal.
Sungguh, perkara ini merepresentasikan kekacauan berpikir para pemangku kebijakan pada saat sistem ekonomi kapitalisme gagal memenuhi janjinya membuka lapangan kerja bagi pemuda. Strategi kebijakan pembangunan entrepreneur milenial tanpa adanya kesanggupan negara membiayai modal usaha bagi seluruh wirausaha muda telah menjerumuskan mereka pada bisnis spekulatif di pasar modal.
Akibatnya, generasi muda terdidik untuk bermental penjudi yang mengedepankan spekulasi ketimbang berpikir benar, rasional, dan ilmiah. Generasi gagal menjadi sosok problem solver, menjadi sosok tidak produktif menghasilkan solusi, bahkan menjauhkan peran pemuda sebagai agent of change.
Adapun bunuh diri hanyalah secuil fakta rusak wujud ketakmampuan generasi dalam menyelesaikan problematik kehidupan dengan benar. “Lost generation” ini secara pasti akan membahayakan umat dan dunia pada masa mendatang apabila pemerintah tidak segera menyadari kesalahan garis-garis kebijakan yang mereka adopsi.
Bisnis Pasar Modal adalah Bisnis Haram dan Mudarat
Keterpurukan ekonomi dunia sesungguhnya akibat penerapan sistem ekonomi kapitalisme yang bersendi riba dan spekulasi pada perbankan dan pasar modal. Perekonomian dunia porak-poranda karena semua pemerintahan di seluruh dunia telah durhaka terhadap ayat Allah Swt..
“Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS Al Baqarah: 275)
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan” (QS Al-Maidah: 90)
Oleh sebab itu, mengarahkan pemuda untuk berbisnis dalam pasar modal semata demi pemulihan ekonomi bangsa dan negara merupakan kesalahan besar pemerintah. Suatu kebodohan juga apabila para pemuda beramai-ramai menyambut seruan untuk terjun dalam bisnis haram tersebut.
Pemuda Harapan Umat: Beriman dan Berpikir Rasional
Pemuda adalah aset suatu bangsa dan seluruh umat. Dalam peradaban yang gagal mewujudkan kesejahteraan bagi manusia di muka bumi, peran strategis pemuda adalah sebagai agen perubahan. Tugas utama pemuda tidak lain adalah berpikir secara mendasar dan menyeluruh untuk mendesain ulang tatanan kehidupan dunia yang telah rusak akibat kapitalisme yang rakus dan tamak.
Pemuda harus bergerak dengan visi yang benar yang berbeda dan berada di luar grand design sistem kapitalisme ataupun komunisme. Visi ini hanya ada satu, yakni visi membangun peradaban terbaik berdasarkan ideologi Islam. Wajib menggenggam visi ini agar perjuangan pemuda tidak kandas di tengah jalan lalu pemuda menjadi generasi berwatak pragmatis yang kalah dengan realitas sistem yang bobrok.
Generasi agent of change terlahir untuk mengubah keadaan menjadi baik dan benar, bukan untuk kalah dan terwarnai sampah peradaban kapitalisme sekuler. Pemuda perlu membentengi diri dari bejatnya syahwat kapitalisme yang merusak iman dan rasionalitas generasi. Perkara ini, yaitu keimanan dan rasionalitas, merupakan dua senjata utama pemuda yang bercita-cita membangun tatanan kehidupan dunia yang gemilang di bawah naungan peradaban Islam yang agung.
Generasi agent of change juga butuh fokus perjuangan agar pergerakan mereka melesat secepat anak panah menuju titik target yang benar. Memulihkan ekonomi yang ambruk akibat penerapan berbagai kebijakan ekonomi kapitalisme dengan cara mengambil solusi kebijakan kapitalisme adalah perkara irasional. Sungguh memalukan jika ada pemuda yang terjerumus dalam hal yang tidak masuk nalar tersebut.
So, agar mampu berpikir benar, pemuda harus meninggalkan mental spekulan yang meninggalkan proses berpikir secara benar. Adapun proses berpikir benar itu sendiri perlu bimbingan keimanan yang meletakkan kedaulatan berada di tangan syarak (syariat). Dengan tunduk pada kedaulatan syarak, pemuda akan mampu menjadi sosok merdeka, visioner, solutif, dan terbebas dari kekangan liberalisme budak materialisme.
Situasi kondusif untuk membangun pemuda dengan visi mulia agent of change menuju peradaban agung dan mulia hanya akan terwujud ketika Khilafah Islamiah tegak. Hanya Khilafah Islamiah yang mampu memberikan landasan berpikir yang benar, yaitu akidah Islam yang akan mendorong generasi muda untuk terus berkarya memakmurkan dunia dengan visi jauh ke depan ‘khairu ummah’ sebagai jalan untuk meraih rida-Nya. Wallahualam. [MNews/Gz]
Referensi:
[1] inews.id/finance/keuangan/tragis-mahasiswa-di-as-bunuh-diri-karena-rugi-main-saham
[2] cnbcindonesia.com/market/20210323114401-17-232152/viral-bunuh-diri-gegara-saham-jadi-investor-harus-bagaimana
[3] jpnn.com/news/pelajar-dan-mahasiswa-sekarang-doyan-main-di-pasar-modal-nih-buktinya
[4] kabarsiger.com/read/investival-2021-bei-dan-ojk-edukasi-mahasiswa-dan-pelajar-tentang-pasar-modal
[5] bappenas.go.id/id/berita-dan-siaran-pers/indeks-pembangunan-pemuda-indonesia/)

Selamatkan generasi muda dgn penerapan Syariat Alloh SWT secara kaaffah
Jgn sampai lost generation..Subhanallah
Tak ada sedikitpun kebaikan yg diberikan oleh kapitalisme semua sisi kehidupan rusak parah bukan Hanya fisik tapi jg jiwa2 manusia ,semoga pertolongan Alloh Segera tiba agar kehidupan dibumi ini segera pulih
Para pemangku2 jabatan rela berbuat apa sja demi untuk tercapainya suatu tujuan yaitu ingin memulihkan kondisi ekonomi nya yg sedang terpuruk, walaupun dengan cara membuat para generasi muda untuk menjadi “budak” nauzubillah….