Mendudukkan Pernyataan ”Allah Menjamin Rezeki” saat Rupiah Melemah

Tata kelola ekonomi kapitalisme telah menyebabkan menurunnya nilai rupiah yang berdampak kehidupan masyarakat makin sulit. Menasihati masyarakat untuk semata pasrah pada Allah saat krisis ekonomi melanda, dengan pernyataan “Allah menjamin rezeki”, seakan-akan menjadikan Sang Pencipta sebagai tameng untuk menutupi kesalahan tata kelola ekonomi negara.

Selengkapnya

Share

[Fikrul Islam] Memahami Makna Rezeki

“Rezeki di tangan Allah” adalah pemikiran yang menjadi keyakinan dan wajib dimiliki oleh setiap orang Islam. Orang yang mengingkarinya menjadi kafir. Allah telah memberikan rezeki secara mutlak kepada siapa pun. Jadi, rezeki tergantung pada irâdah dan masyî’ah Allah Swt. saja, tetapi bukan berarti menafikan usaha manusia.

Selengkapnya

Share

[Fikrul Islam] Revisi atas Kesalahan Pemahaman Rezeki

Pemikiran “rezeki di tangan Allah” telah mengalami pergeseran sehingga kehilangan maknanya. Pemikiran tersebut menjadi kosong dan tidak membentuk pemahaman apa-apa, terutama ketika makna pemikiran yang diyakini tadi bisa mendorong seorang muslim agar melakukan aktivitas sesuai dengan pemahamannya. Dengan hilangnya makna pemikiran tersebut, berkembang khurafat dan takhayul dalam diri mereka.

Selengkapnya

Share