Ramadan 1447 H datang dalam suasana yang getir bagi ribuan korban bencana Sumatra. Ini karena negara belum berfungsi sebagai raa’in, pengurus yang menjadikan keselamatan dan kebutuhan rakyat sebagai prioritas utama. Belanja untuk pemulihan korban kerap dipandang sebagai beban fiskal, bukan tanggung jawab.
