Kepedulian dan aksi nyata remaja sebagai generasi muda sangat diharapkan dalam mengurai dan mencarikan jalan keluar bagi berbagai problem yang menimpa umat Islam saat ini. Oleh karena itu, harus ada upaya menanamkan kesadaran pada remaja muslim tentang potensi mereka agar berkontribusi positif bagi kehidupan umat manusia di dunia dan akhirat.
Kategori: Keluarga
Tiga Level Tujuan Pendidikan Anak
Setiap orang tua berusaha menyekolahkan anak mereka ke lembaga pendidikan Islam tepercaya. Ada tiga tingkatan harapan besar orang tua ketika anaknya bersekolah. Level tertinggi adalah menginginkan anaknya menjadi pejuang Islam.
Saling Menjaga Kepercayaan Pasangan Akan Membawa Kebahagiaan dalam Kehidupan Pernikahan
Kepercayaan sangat diperlukan agar kita dan pasangan tumbuh lebih kuat bersama dalam suatu hubungan. Kita perlu memiliki kepercayaan sepenuhnya terhadap orang yang kita sayangi, walau kadang tidak mudah melakukannya. Saling memberi kepercayaan kepada pasangan akan membuat hubungan pernikahan berjalan indah dan tenteram.
Pendidikan Seks untuk Anak
Sepantasnyalah orang tua memberikan bekal berupa pendidikan yang menyeluruh, termasuk pendidikan seks. Orang tua adalah pihak yang paling bertanggung jawab terhadap anak dalam masalah pendidikan, termasuk pendidikan seks. Jadi, dalam hal ini, sesungguhnya tidak mutlak diperlukan adanya kurikulum khusus tentang pendidikan seks di sekolah-sekolah.
Perbedaan Pendapat dengan Pasangan, Haruskah Selalu Berujung pada Pertengkaran?
Perbedaan pendapat bisa kita temui di mana pun, bahkan di dalam keluarga, antara pasangan suami istri. Perbedaan pendapat ini sebenarnya dapat memberi warna pada keluarga jika kita mampu mengendalikannya. Artinya, jika kita dan pasangan mampu menyikapinya dengan baik, tidak akan selalu berujung pada perselisihan atau pertengkaran.
Menumbuhkan Sikap Membela Agama Allah pada Remaja Muslim
Orang tua dan keluarga tidak boleh membiarkan anak remajanya cuek dengan agamanya. Remaja muslim harus diberitahu dan dipahamkan akan akidah dan segala ajaran Islam yang harus menjadi prinsip hidup remaja. Mereka juga harus disadarkan tentang sikap semestinya ketika ajaran Islam dipermainkan.
Mendidik Anak pada Masa Golden Age
Mendidik anak pada zaman sekarang ini banyak sekali tantangannya. Pendidikan anak usia dini belum bisa optimal. Pengaruh lingkungan dan sistem sekuler saat ini kurang kondusif. Lalu bagaimana cara mendidik anak pada masa golden age agar mereka menjadi generasi emas?
Pentingnya Peran Ayah Saat Anak Memilih Pasangan Hidup
Ada peran ayah yang cukup penting, yaitu membantu memilihkan pasangan untuk anak-anaknya. Tentu saja tidak dengan maksud untuk memaksakan kehendaknya, tetapi mengomunikasikannya dengan baik sehingga terwujud kehidupan keluarga yang harmonis. Ada beberapa tuntunan Islam yang perlu diperhatikan oleh seorang ayah ketika ia memilihkan jodoh untuk anak-anaknya. Apa saja perinciannya?
Tidak Cukup Hanya Doa agar Anak Remaja Kita Dirindu Surga
Harus kita sadari, perlu upaya keras dari orang tua agar lahir dari keluarga mereka anak remaja yang dirindukan surga, kuat akidahnya, dan senantiasa berpegang teguh pada ajaran agama. Orang tua tidak boleh berputus asa, menyerah dengan kondisi yang ada, ataupun menyandarkan pada amal berdoa saja.
Dianggap Biasa, padahal Ini Toxic Parenting
Sebutan toxic parenting adalah gambaran orang tua yang memberikan pengaruh negatif pada anak. Alih-alih memotivasi dan menginspirasi anak, orang tua dengan pengasuhan toxic (beracun) ini malah “meracuni” kepribadian anak. Lantas, apa saja hal-hal yang dianggap biasa, tetapi ternyata merupakan toxic parenting?
Kuatkan Imunitas Remaja Muslim Hadapi Wabah Liberalisasi
Jangan remehkan kedangkalan pemahaman remaja kita tentang Islam. Ini adalah lampu merah yang harus menjadi perhatian serius bagi orang tua dan keluarga. Imunitas remaja muslim harus terbentuk dengan pembinaan Islam kafah sehingga Islam menjadi pemahaman yang memandu pola pikir dan sikap remaja.
Mendidik Anak Usia Dini bak Mengukir di Atas Batu
Sekularisme dan kapitalisme telah menjadikan kehidupan generasi muda kita berantakan. Fisik dan lahir bisa jadi baik-baik saja, tetapi soal moral dan spiritualnya hancur berkeping-keping. Generasi seperti inikah yang kita inginkan? Apa yang bisa kita lakukan khususnya dalam mendidik anak usia dini untuk menangkal semua itu?
