Saling Menjaga Kepercayaan Pasangan Akan Membawa Kebahagiaan dalam Kehidupan Pernikahan

Saling Menjaga Kepercayaan Pasangan Akan Membawa Kebahagiaan dalam Kehidupan Pernikahan

Kepercayaan sangat diperlukan agar kita dan pasangan tumbuh lebih kuat bersama dalam suatu hubungan. Kita perlu memiliki kepercayaan sepenuhnya terhadap orang yang kita sayangi, walau kadang tidak mudah melakukannya. Saling memberi kepercayaan kepada pasangan akan membuat hubungan pernikahan berjalan indah dan tenteram.

Penulis: Najmah Saiidah


Muslimah News, PERNIKAHAN — Menjalin hubungan dengan pasangan dalam pernikahan bukanlah hal mudah. Perlu kerja keras agar ikatan pernikahan dengan pasangan ini makin kuat dan kukuh. Untuk memperkuat hubungan, perlu adanya kesabaran, komunikasi, dan kepercayaan yang semuanya tentu tidak mudah untuk dijalani.

Kepercayaan, khususnya, sangat diperlukan agar kita dan pasangan tumbuh lebih kuat bersama dalam suatu hubungan. Kita perlu memiliki kepercayaan sepenuhnya terhadap orang yang kita sayangi, walau kadang tidak mudah untuk melakukannya.

Saling memberi kepercayaan kepada pasangan akan membuat hubungan pernikahan berjalan indah dan tenteram. Hal ini akan terwujud jika keduanya menjadikan hukum syarak sebagai pijakan berlayarnya bahtera dalam mengarungi lautan kehidupan.

Menjaga Kepercayaan Pasangan

Dalam beberapa hadis ditegaskan bahwa seorang istri yang baik adalah yang benar-benar menjaga amanah atau kepercayaan suami di rumahnya, baik menjaga harta suami maupun rahasia-rahasianya dan bersungguh-sungguh mengurus urusan-urusan rumah. Rasulullah saw. bersabda, “Dan wanita adalah penanggung jawab di rumah suaminya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban.”

Dalam hadis lain dijelaskan bahwa salah satu ciri istri salihah adalah yang taat jika diperintahkan oleh suaminya. Rasulullah saw. bersabda, ”Bagi seorang mukmin laki-laki, sesudah takwa kepada Allah Swt., maka tidak ada sesuatu yang paling berguna bagi dirinya, selain istri yang salihah, yaitu taat bila diperintah, melegakan bila dilihat, rida bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diri dan suaminya, ketika suaminya pergi.” (HR Ibnu Majah).

Rasulullah bersabda, ”Ada tiga macam keberuntungan (bagi seorang lelaki), yaitu pertama, mempunyai istri yang salihah, kalau kamu lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu, dan jika diperintah, maka ia menaatimu.” (HR Hakim).

“Tidak boleh seorang wanita puasa (sunah) sedangkan suaminya ada (tidak safar), kecuali dengan izinnya. Tidak boleh ia mengizinkan seseorang memasuki rumahnya kecuali dengan izinnya dan apabila ia menginfakkan harta dari usaha suaminya tanpa perintahnya, maka separuh ganjarannya adalah untuk suaminya.” (HR Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)

Sesungguhnya, jika kita dalami hadis-hadis tadi, telah sangat jelas bahwa Islam memerintahkan para istri untuk menjaga amanah atau kepercayaan yang diberikan kepadanya, termasuk dalam hal ini kepercayaan dari suami kepadanya. Di antaranya menjaga kehormatannya dan harta suaminya ketika suaminya tidak ada, serta hal lainnya.

Tidak hanya istri, Islam pun menuntut para suami untuk menjaga kepercayaan dan amanah yang telah diberikan kepadanya. Imam al-Ghazali dalam kitabnya, Al-Adab fid Din dalam Majmu’ah al-Imam al-Ghazali, menjelaskan, “Adab suami terhadap istri, yakni: berinteraksi dengan baik, bertutur kata yang lembut, menunjukkan cinta kasih, bersikap lapang ketika sendiri, tidak terlalu sering mempersoalkan kesalahan, memaafkan jika istri berbuat salah, menjaga harta istri, tidak banyak mendebat, mengeluarkan biaya untuk kebutuhan istri secara tidak bakhil, memuliakan keluarga istri, senantiasa memberi janji yang baik, dan selalu bersemangat terhadap istri.”

Ketika Allah memerintahkan suami mencari nafkah, memberikan perlindungan, mendidik istri dan anak-anaknya, sesungguhnya Islam telah memberikan kepercayaan hal tersebut kepada suami. Dengan pemahaman ini pulalah seorang istri menanamkan kepercayaan sepenuhnya terhadap suaminya.

Seorang suami yang paham hal ini, ketika ia keluar rumah mencari nafkah untuk keluarga, ia akan menjaga kepercayaan istri padanya dengan mencari harta halal dan berusaha maksimal untuk menghidupi keluarga. Ini semua semata-mata ia lakukan dalam rangka menunaikan kewajiban dan menjaga kepercayaan istri dan keluarganya.

Membangun Kepercayaan, Bagaimana Caranya?

Kehidupan pernikahan adalah kehidupan persahabatan antara seorang suami dan istri dengan persahabatan yang sempurna dan pergaulan yang makruf di antara keduanya. Untuk mewujudkan persahabatan yang sempurna dengan pasangan, menuntut adanya saling percaya di antara keduanya.

Memang hal ini bukan perkara mudah, tetapi kita semua harus berproses menjadi lebih baik dan yang terpenting lagi adalah memelihara rasa percaya ini terus-menerus agar keluarga yang kita bangun menjadi keluarga yang selalu berada dalam naungan rahmat Allah Swt., serta bahagia dunia dan akhirat.

Lalu, bagaimana kita mewujudkannya ?

1. Saling mencintai karena Allah Swt..

Mahabbah fillah antara suami istri harus senantiasa dipupuk sebagai perekat persahabatan di antara keduanya. Munculnya cinta karena Allah Swt. karena keduanya memiliki keimanan dan melakukan ketaatan pada-Nya. Hal ini akan memunculkan kepercayaan terhadap pasangan, bahkan akan terus menguatkannya.

Jika ada yang tidak disukai dari pasangannya, itu karena ia tidak rela pasangannya melakukan kemaksiatan dan kemungkaran terhadap Allah Swt.. Rasul saw. bersabda, “Siapa saja yang memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, berarti ia telah sempurna imannya.” (HR Al-Hakim).

2. Saling memahami.

Kita ketahui bersama bahwa pernikahan adalah menyatukan dua orang dengan latar belakang yang berbeda dan dua keluarga yang berbeda. Oleh karena itu, suami istri perlu saling memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing, serta menerimanya dengan lapang dada tanpa ada penyesalan.

Saling memahami akan menumbuhkan saling percaya di antara pasangan, berempati terhadap pasangannya sehingga tidak mudah saling berburuk sangka. Ketika pun ada permasalahan, bukan kecurigaan yang dikedepankan, tetapi melakukan tabayun terlebih dahulu, kemudian membahasnya.

Namun, hal ini tidak berarti bersikap toleran terhadap kesalahan dan kelemahan yang dapat merugikan pasangan. Sikap ini untuk memudahkan suami istri berpikir jernih sebelum memberikan pendapat dan menilai pasangannya.

3. Menunjukkan kepercayaan terhadap pasangan secara nyata dan tidak ditutupi.

Cara yang bagus untuk menunjukkan kepercayaan dengan pasangan adalah melakukan sesuatu yang ia minta, langsung tanpa harus membuatnya menunggu—selama semua itu berada dalam koridor syarak.

Hal ini akan membuat pasangan kita merasa kita mendengarkan dan memperhatikannya. Merasa didengar oleh pasangan tidak hanya dapat memfasilitasi kepercayaan, tetapi juga akan membuat kerja sama dengannya terjalin erat.

Jika kita dan pasangan belum memiliki kepercayaan penuh, jangan khawatir, memang butuh waktu dan usaha. Namun, hubungan kita akan jauh lebih kuat karena hal itu. Jadi, jangan takut untuk berusaha karena kita layak untuk memiliki kisah cinta terbaik dengan pasangan kita.t

4. Menepati janji dan tidak mengumbar janji.

Untuk membangun kepercayaan dengan pasangan dalam pernikahan, kita harus menepati setiap janji yang telah terucap kepada pasangan kita atau anak kita. Oleh karenanya, sebelum membuat janji, pertimbangkan baik-baik apa saja yang akan terjadi setelahnya.

Pastikan janji tersebut dapat kita tepati. Jika ada uzur yang akhirnya kita tidak bisa menepatinya, segera meminta maaf dan hindari berbohong kepada pasangan. Selanjutnya, kita berusaha segera untuk menepatinya dan tidak menunda-nunda.

5. Membangun kepercayaan butuh kejujuran dan juga sikap terbuka pada pasangan.

Kita harus berusaha untuk bisa menceritakan apa pun kepada pasangan. Menutupi informasi dari pasangan dapat menghancurkan kepercayaan yang telah terbangun selama pernikahan. Selain tidak berbohong, pastikan kita pun tidak menyembunyikan sesuatu dari pasangan.

6. Menjalin komunikasi yang baik dengan pasangan.

Komunikasi juga menjadi faktor penting terpeliharanya saling percaya di antara pasangan. Komunikasi merupakan jembatan pembentuk kepercayaan. Dengan komunikasi, pasangan suami istri akan lebih bisa menentukan langkah ke depan menuju kebahagiaan yang diinginkan.

Lebih dari itu, komunikasi menjadi salah satu kunci utama dalam sebuah pernikahan yang akan membebaskan pasangan dari rasa curiga, pikiran negatif, keraguan, dan kecemasan lainnya. Sebaliknya, tanpa komunikasi yang baik, kepercayaan akan sulit terbentuk sehingga ketenteraman dan kebahagiaan dalam keluarga bakal sulit dicapai.

Khatimah

Syarak telah banyak mengajarkan cara agar kehidupan pernikahan kita berjalan baik dan bisa membawa kepada kebahagiaan dan keberkahan. Salah satunya adalah senantiasa jujur dan percaya terhadap pasangan. Dengan kejujuran dan kepercayaan yang kuat satu sama lain, hubungan yang terjalin tidak hanya akan bahagia, tetapi juga akan makin langgeng.

Sebab, kepercayaan adalah hal penting dalam sebuah hubungan, terlebih dalam sebuah pernikahan. Ketika kita dan pasangan saling percaya, hal ini akan memunculkan sikap saling menerima kekurangan dan kelebihan pasangan dengan tanpa beban.

Dengan bimbingan dan tuntunan syariat Islam, sikap saling percaya ini akan membuahkan keyakinan bagi kita dan pasangan untuk saling menguatkan dan berusaha menjaga pernikahan ini menjadi tempat subur untuk meraih pahala dari Allah Swt.. Wallahualam bissawab. [MNews/Rgl]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *