Tidak Cukup Hanya Doa agar Anak Remaja Kita Dirindu Surga

Tidak Cukup Hanya Doa agar Anak Remaja Kita Dirindu Surga

Penulis: Nabila Ummu Anas


Muslimah News, DUNIA REMAJA — Anak saleh merupakan investasi berharga bagi setiap orang tua. Setiap muslim penuh harap memiliki anak saleh dan salihah yang senantiasa mendoakan ibu bapaknya meski keduanya telah meninggal dunia. Tidak sekadar saleh, tetapi juga anak remaja yang dirindukan surga.

Mempersiapkan anak remaja yang kukuh imannya dan terikat dengan hukum syarak bukanlah perkara ringan. Terlebih pada masa penuh fitnah hari ini. Arus informasi dengan berbagai konten mengkhawatirkan melesat lebih cepat memasuki kehidupan remaja muslim daripada pemahaman agama yang kafah.

Harus kita sadari, perlu upaya keras dari orang tua agar lahir dari keluarga mereka anak remaja yang dirindukan surga, kuat akidahnya, dan senantiasa berpegang teguh pada ajaran agama. Orang tua tidak boleh berputus asa, menyerah dengan kondisi yang ada, ataupun menyandarkan pada amal berdoa saja.

Senantiasa Rangkul Anak Remaja Kita dengan Pemahaman Islam Kafah

Allah Swt. berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At-Tahrim: 6)

Ayat ini memberi motivasi pada para orang tua yang beriman agar tidak membiarkan anak remajanya hidup seperti air mengalir tanpa ada pegangan dan tidak tahu ke mana arah hidup yang ingin ia tuju. Ini karena sudah tentu orang tua mana pun tidak ingin anaknya tercebur ke dalam neraka. Namun, sebaliknya, orang tua pasti berharap kelak berkumpul kembali bersama anak-anaknya di surga.

Allah Swt. telah menyediakan surga itu untuk orang tua dan remaja mukmin yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

“Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah kemenangan yang agung.” (QS An-Nisa: 13)

Bahkan, dengan pemahaman Islam kafah, remaja muslim akan memiliki karakter Islam yang melekat erat pada pola pikir dan pola sikapnya. Al-Qur’an dan Sunah akan menjadi pegangan hidupnya. Para orang tua harus senantiasa hadir menjaga agar pemahaman ini melandasi setiap perilaku anak remajanya.

Sungguh, kehadiran orang tua sebagai sahabat yang membersamai dan senantiasa merangkul anak remajanya pada saat ia menjalani berbagai hal dalam kehidupannya adalah sangat ia butuhkan.

Keluarga, Wadah Mengasah Pola Pikir dan Pola Sikap Remaja

Membentuk dan meningkatkan pola pikir dan sikap harus menjadi agenda harian keluarga. Mendiskusikan berbagai realitas yang dialami atau terindra dan menstandarkannya dengan Islam kafah harus menjadi kebiasaan anggota keluarga, termasuk anak remaja.

Para remaja harus terlibat dalam setiap pembicaraan yang akan memotivasi mereka untuk menggunakan pemahaman Islam kafahnya sebagai pisau analisis.

Tidak boleh hanya berhenti pada diskusi untuk kepuasan argumen saja, tetapi juga terimplementasi dalam sikap peka dan peduli terhadap segala yang terjadi di sekitar. Meskipun empati dan kepekaan sosial tidak akan menyelesaikan masalah dengan tuntas, setidaknya anak remaja kita telah melatih dirinya untuk menjadi problem solver dan—secara individu—memahami cara me-riayah umat di sekitarnya.

Taqarrub ilallah adalah kebiasaan kedua yang selalu hadir dalam keluarga. Ini akan menguatkan pola sikap remaja muslim. Mereka akan cenderung pada amal saleh, bukan amal sia-sia. Waktu luang akan mereka isi dengan membaca Al-Qur’an, bahkan menghafalnya. Ditambah berpuasa sunah, bersedekah, salat sunah, dan lain sebagainya.

Dari Ibnu Abbas ra., dikatakan bahwa ada empat golongan manusia yang dirindukan oleh surga. Nabi Muhammad saw. bersabda, “Surga merindukan empat golongan: orang yang membaca Al-Qur’an, menjaga lisan (ucapan), memberi makan orang lapar, dan puasa di bulan Ramadan.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi).

Dengan demikian, tidak cukup bagi orang tua hanya berdoa memohon kepada Allah agar mendapat anak saleh dan dirindukan surga. Namun, setiap orang tua muslim harus bekerja serius dan cerdas untuk mewujudkannya. Bisa jadi usaha ini membutuhkan pengorbanan harta, waktu, dan tenaga. Akan tetapi, sekali lagi, ini bukan upaya sia-sia, apalagi apabila dilandasi keikhlasan karena Allah semata.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah Surga Firdaus menjadi tempat tinggal.” (QS Al-Kahfi: 107)

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kalian, siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya.” (QS Al-Mulk: 2) [MNews/Gz]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *