Penulis: Nabila ummu Anas
Muslimah News, KELUARGA — Hingga detik ini, pengaruh buruk game online terhadap anak-anak sudah sangat meresahkan orang tua dan masyarakat. Pengaruh tersebut berdampak buruk terhadap kesehatan anak, baik fisik maupun mentalnya. Sungguh merupakan kerugian besar bagi umat Islam, jika generasi muda muslim kecanduan game online. Secara fisik, remaja yang menyukai game online akan bermasalah pada penglihatan, pola tidur, gangguan saraf, dan ototnya. Akibatnya, pada usianya yang masih muda, remaja bisa terancam berbagai macam penyakit berbahaya.
Begitu pula mentalnya, anak yang kecanduan game online tidak bisa atau kesulitan mengontrol emosinya, mudah marah, tidak bisa fokus, tidak mau bersosialisasi, dan gampang berbuat kasar atau melakukan tindak kekerasan. Demi menyelamatkan generasi masa depan, maka keluarga dan umat Islam harus berupaya agar remaja muslim terhindar dan terjaga dari pengaruh buruk game online ini.
Kesadaran Umat
Keluarga dan umat Islam harus menyadari bahaya yang dapat muncul pada remaja yang menyukai game online. Berawal dari kesadaran ini, diharapkan keluarga dan umat Islam akan siaga menjaga anak-anak umat ini dari dampak buruk game online.
Bagaimanapun juga, fasilitas yang digunakan remaja untuk bermain gim kebanyakan didapatkan dari orang tua juga. Ditambah negara juga memandang industri gim adalah industri yang menggiurkan karena berpotensi mendatangkan keuntungan materi yang besar. Di sinilah, seharusnya umat Islam sadar dan mempertanyakan kepedulian negara ini terhadap masa depan generasi mudanya. Sesungguhnya, sudah sangat jelas dampak buruk game online terhadap masa depan remaja muslim. Sayangnya, kepentingan untuk meraih cuan mengalahkan kepedulian terhadap masa depan generasi penerus bangsa.
Kaum muslim patut diwaspadai berbagai keburukan yang terjadi akibat anak kecanduan game online. Tidak hanya penyakit fisik dan mental yang muncul pada anak, tetapi juga perilaku buruk terhadap orang lain. Tindak kekerasan, perundungan, pelecehan, hingga pembunuhan bisa diperbuat anak gara-gara temannya tidak bayar utang top up game online, misalnya. Kondisi seperti ini membuat masa depan negeri sangat memprihatinkan. Mayoritas penduduknya muslim dan berusia muda, tetapi produktivitasnya terbajak dan hancur oleh game online.
Pengajian yang Membentuk Kepribadian Islam
Umat harus menyelamatkan remaja muslim dari keburukan dan bahaya game online ini. Remaja muslim harus menjadi sosok yang berkepribadian Islam dengan menjadikan akidah Islam sebagai dasar bagi pola pikir dan pola sikapnya. Dengan demikian, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang taat, cerdas, dan produktif untuk kemaslahatan dirinya dan masyarakat. Game online hanyalah sebuah permainan yang tidak boleh mengubah dan memengaruhi pola pikir dan pola sikap setiap muslim. Tidak boleh membuat remaja muslim lalai terhadap tujuan hidupnya di dunia ini.
Hal pertama yang harus dilakukan keluarga dan umat adalah mengupayakan agar semua remaja muslim terbina dengan Islam sehingga terbentuk kepribadian Islam dalam diri mereka. Orang tua harus membentuk dan mengasah pola pikir remaja muslim agar sesuai dengan Islam. Dengan demikian, mereka akan mengerti realitas yang dapat merugikan kehidupan dunia dan akhiratnya. Dengan pembinaan pemikiran ini, kaum muslim akan paham bahwa seharusnya negaralah pihak yang paling bertanggung jawab menjaga anak-anak umat. Ini karena berbagai kemudahan mengakses internet untuk bisa bermain game online dan menjamurnya industri game online ada dalam kewenangan negara.
Di samping itu, setiap muslim yang terlibat dalam pembinaan Islam ini, baik orang tua, remaja, dan masyarakat akan dipahamkan tentang kewajiban terikat dengan syariat-Nya. Dengan demikian, mereka akan taat kepada syariat dan mengerti prioritas amal yang akan mendatangkan kebaikan bagi hidupnya di dunia dan akhirat. Walaupun hukum bermain adalah mubah, tetapi jika berpeluang membawa kemudaratan, tentu kaum muslim harus menghindarinya.
Dakwah Harus Dilakukan
Selanjutnya, amal dakwah kepada umat dan penguasa harus dilakukan agar semua pihak menyadari betapa besar bahaya yang akan muncul akibat kecanduan game online bagi masa depan bangsa dan umat Islam. Keberkahan dari Allah Swt. pun akan lenyap ketika penduduk negeri ini lalai dari menaati-Nya dan banyak bermaksiat. Negara seharusnya menerapkan syariat Islam secara sempurna agar kemaslahatan bisa dirasakan setiap orang.
Untuk mencapai hal itu, negara harus menerapkan sistem pendidikan Islam sehingga terwujud output unggul yang akan membangun bangsa dan negara, bahkan peradaban. Selain itu, negara juga harus menerapkan sistem ekonomi sesuai Islam sehingga seluruh rakyat merasakan kesejahteraan. Dengan sistem ekonomi yang sesuai syariat-Nya, negara hanya akan mengembangkan industri yang membawa maslahat bagi rakyat. Tidak hanya itu, Islam juga harus diterapkan dalam seluruh sistem kehidupan manusia, seperti pemerintahan, sosial, kesehatan, peradilan, dll.
Umat Islam tentu merindukan negara seperti ini. Sebuah negara yang akan menjaga anak-anak umat ini dari berbagai kerusakan. Bahkan, negara akan berkontribusi besar dalam mempersiapkan generasi mudanya untuk membangun peradaban gemilang dan mulia.
“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Al-A’raf: 96). Wallahualam. [MNews/YG]

sebenarnya saya sangat sedih karena anak remaja saya yang disabilitas kecanduan gim mobil lejen karena melihat temannya di sekolah danikut ngegim hingga kecanduan saya sangat berharsp semogagim mobil lejen cepat hilang dan remaja akan cepat tertolong bisa menjadi diri yg jauh lebih baik lagi