Seruan kemerdekaan Palestina di forum IAPF 2024 sejatinya terlalu klise. Seruan tersebut tidak sejalan dengan realitas dan kebutuhan Palestina atas krisis yang berlarut-larut di sana serta tidak menyentuh akar masalahnya. Masalah utama krisis Palestina adalah pendudukan Israel atas wilayah Palestina.
Kategori: Politik
Demokrasi, Layakkah Diselamatkan?
Gerakan “penyelamatan demokrasi” disuarakan berbagai kalangan, mulai dari akademisi, aktivis LSM, jurnalis, mahasiswa, hingga influencer. Di media sosial muncul narasi “Peringatan Darurat” dengan Garuda berlatar biru. Diikuti aksi turun ke jalan oleh mahasiswa di seluruh Indonesia. Layakkah demokrasi untuk diselamatkan?
Bertumpu Pada Buzzer, Kinerja Para Elite Memang Penuh Gimik
Negara jelas-jelas tidak kapabel mengurus rakyat, tetapi pencitraan malah dijadikan solusi demi meraih simpati rakyat. Alih-alih mencari solusi atas permasalahan rakyat, mereka justru menutupi kondisi rusak. Tagar “Indonesia baik-baik saja” tentu saja bertolak belakang dengan kondisi Indonesia.
Demonstrasi Dibalas Tindakan Represif, Demokrasi Antikritik
Pada masa Orde Baru, pemerintah bersikap tiran dan antikritik. Banyak aktivis dan buruh yang ditangkap, disiksa, dan pulang tinggal nama. Kini setelah reformasi berjalan selama 26 tahun, nyatanya pemerintah masih saja bersikap represif, padahal selama ini Indonesia mengaku sebagai negara demokrasi yang menjunjung tinggi suara rakyat. Lantas, bagaimana semestinya?
Kapitalisme Demokrasi, Jalan Perubahan Hakiki?
Jika kita menginginkan perubahan hakiki, janganlah terbatas pada reaksi sesaat atas satu kebijakan penguasa. Memfokuskan perubahan hanya pada persoalan cabang tidak akan mengubah segalanya. Ini karena sumber masalah yang membuat negeri ini porak-poranda adalah penerapan sistem kapitalisme demokrasi.
Sampai Kapan Dunia Abai pada Gaza?
Krisis Gaza adalah genosida sebagai konsekuensi brutalnya sistem kapitalisme yang selama ini melahirkan dan mengasuh Israel. Namun miris, para pemimpin muslim lebih sibuk dengan politik sekuler, bahkan lebih rela menjadi antek musuh Islam. Ini mencerminkan rusaknya kepemimpinan dunia Islam.
Emergency Alert! Saatnya Uninstall Demokrasi!
Meski banyak yang menganggap bahwa Islam dan demokrasi memiliki kesamaan dari asas musyawarah, sejatinya tidaklah sesederhana itu karena keduanya jelas berbeda. Selain itu, dengan berbagai ilusi yang melekat pada demokrasi, sudah selayaknya kita menyerukan peringatan sistem darurat untuk segera meng-uninstall sistem tersebut.
Politik Oportunistis ala Demokrasi, Elite Untung, Rakyat Buntung
Dalam sistem demokrasi kapitalisme, parpol bermutasi menjadi korporasi. Transaksi yang terjadi adalah transaksi politik dalam rangka membentuk koalisi demi kepentingan mereka, tentunya dengan dukungan nominal modal. Fokus pemilihan figur calon juga semata pada peluang kemenangan dan berlanjut dengan bagi-bagi kekuasaan. Jelas, pada akhirnya para elitelah yang menuai untung, sementara rakyat malah buntung.
Standar Ganda Barat dalam Aksi Genosida terhadap Kaum Muslim
Di tengah ancaman genosida yang menimpa umat Islam, Barat hanya membisu. Di satu sisi Barat menyerukan perdamaian dunia, tetapi di sisi lain mereka mendiamkan perlakuan Myanmar terhadap Rohingya dan membiarkan Zion*s terus menyerang Palestina. Kalaupun mereka peduli, itu sebatas formalitas dalam wujud kecaman dan kutukan saja.
Memboikot Produk Prancis, Umat Harus Tetap Optimis
Islamofobia yang dialami kaum muslim di berbagai tempat sejatinya menegaskan betapa hipokritnya demokrasi. Negara-negara Barat yang konon selalu terdepan menyuarakan HAM, nyatanya menjadi negara-negara yang memiliki kasus islamofobia parah.
Ilusi Sejahtera di Negara Oligarki dan Keniscayaan di Bawah Naungan Khilafah
Seiring waktu, makin tampak bahwa pengelolaan kekuasaan berlandaskan paradigma neoliberal hanyalah ruang subur bagi model pemerintahan oligarki, yakni pemerintahan berwatak zalim, bengis, dan kejam.
Bara di Bangladesh
Di negara mana pun—Bangladesh, Indonesia, maupun negara lainnya—sistem sekularisme dengan ekonomi kapitalisme hanya akan memperburuk masalah, bahkan akan selalu memunculkan masalah baru. Semestinya ini menjadi pembelajaran bahwa tidak akan pernah ada perubahan hakiki jika masih menerapkan sistem kapitalisme.
