Saat pesta demokrasi menjelang, apa pun boleh dilakukan, termasuk memanfaatkan agama untuk meraih kekuasaan, hingga polarisasi menjadi hal yang wajar. Boleh juga berkoalisi dengan lawan dalam bentuk penjagoan. Ini karena dalam politik demokrasi, yang abadi adalah kepentingan.
Kategori: Editorial
[Editorial] Kekerasan Makin Menggila, Negara Entah ke Mana
Dalam masyarakat Islam, berbagai kerusakan tidak mendapat tempat sebagaimana dalam sistem sekarang. Penerapan syariat Islam kafah menjamin terjaganya jiwa, akal, akidah, harta, kehormatan, serta wibawa negara. Dengan kata lain, syariat Islam menutup celah bagi semua faktor pemicu kekerasan.
[Editorial] Masa Depan Generasi Muda di Tengah Maraknya Kasus Narkoba
Bagaimana nasib bangsa ini ke depan jika generasi muda makin akrab dengan narkoba dan berbagai tindak kejahatan? Terlebih negeri ini adalah negara muslim terbesar. Saat generasi mudanya berhasil dilemahkan, tentu akan sulit bagi bangsa ini untuk meraih kebangkitan dengan kehebatan ideologi Islam.
[Editorial] Banjir, Butuh Solusi Sistemis, Bukan Pragmatis!
Sungguh umat Islam hari ini harus segera bertobat kepada Allah Swt.. Kedurhakaan mereka sudah sedemikian parah hingga Allah Swt. tidak henti menurunkan bencana sebagai peringatan dalam berbagai bentuknya. Adapun cara tobatnya adalah dengan serius berjuang mengembalikan sistem kepemimpinan Islam.
[Editorial] Maut di Kanjuruhan, Dampak Kesia-siaan yang Dipertahankan
Kasus Kanjuruhan semestinya cukup untuk menjadi bahan muhasabah bagi masyarakat di negeri muslim terbesar, Indonesia. Nyatanya, ada bahaya besar yang mengancam peradaban di balik industrialisasi perhelatan sepak bola dan bisnis hiburan lain yang lumrah pada era sekarang.
[Editorial] Kenaikan Dana Parpol, Kebijakan Unfaedah dan Menyakitkan
Fungsi parpol dalam Islam bukan sebagai oposan atau batu loncatan bagi para pemburu kekuasaan, tetapi lekat dengan fungsi kepemimpinan, yakni turut memastikan penerapan syariat Islam berjalan dengan sebaik mungkin, mencegah setiap penyimpangan, dan mengoreksi penguasa dengan aktivitas utamanya melakukan dakwah amar makruf nahi mungkar.
[Editorial] Mengejar Proyek Mercusuar di Tengah Merebaknya Kemiskinan
Proyek mercusuar tampaknya sudah kadung menjadi visi untuk melanggengkan citra kekuasaan dan menjadi tolok ukur keberhasilan dalam kepemimpinan. Inilah karakter kepemimpinan sekuler kapitalisme neoliberal. Hal ini tentu berbeda dengan paradigma Islam.
[Editorial] Bocor Data, di Mana Perlindungan Negara?
Kasus Bjorka semestinya mengingatkan kita akan buruknya sistem hidup yang saat ini diterapkan, sekaligus menyadarkan tentang urgensi mewujudkan sistem kepemimpinan Islam pada masa sekarang.
[Editorial] Pengalihan Subsidi BBM Demi Ketahanan Ekonomi Nasional (?)
Ketahanan ekonomi nasional tidak mungkin terwujud jika negeri ini bersikukuh menerapkan sistem sekuler kapitalistik neoliberal. Harus segera beralih ke sistem yang memberi semua prasyarat bagi terwujudnya ketahanan ekonomi dalam kadar yang tidak terkalahkan, yakni sistem Islam.
[Editorial] Perlindungan Sosial Hanya Mewujud Sempurna dalam Sistem Islam
Perlindungan sosial yang hari ini menjadi mimpi semua orang benar-benar mampu diwujudkan oleh sistem Islam. Catatan sejarah tentang kesejahteraan hidup di bawah naungan Islam benar-benar terserak dalam catatan yang ditulis dengan tinta emas sejarah yang tidak mungkin dihapuskan.
[Editorial] Rektor Korupsi, Quo Vadis Pendidikan Tinggi?
Sistem pendidikan butuh koreksi mendasar, yakni dengan cara mengubah asasnya yang sekuler kapitalistik menjadi Islam. Mengapa harus Islam? Ini karena hanya Islam yang terbukti telah menjadikan sistem pendidikan sukses menghadirkan sebuah peradaban manusia yang gilang gemilang di atas nilai-nilai keimanan.
[Editorial] Paradoks Negeri Tercinta Setelah 77 Tahun Merdeka
Senyatanya, dua tahun pandemi telah banyak menyisakan duka. Seluruh sektor kehidupan masyarakat kita, benar-benar mengalami tekanan luar biasa. Padahal, jauh sebelum pandemi melanda, kondisi Indonesia dan dunia pun sudah tidak baik-baik saja.
