[Editorial] Debt Trap Diplomacy Cina, Bukan Mengada-ada

Pemerintah tampak tidak peduli bahwa sumber penerimaan pajak pada APBN adalah uang dari kantong rakyat. Dengan demikian, makin menumpuk utang negara, peluang mencekik kembali rakyat dengan kebijakan pajak tentu makin besar. Namun, yang lebih berbahaya dari itu, tentu adalah soal kedaulatan negara yang tergadai akibat utang.

Selengkapnya

Share

[Editorial] Umat (Benar-Benar) Butuh Penjaga

Tanpa Khilafah sang penjaga, umat Islam makin hilang kehormatannya. Harta mereka dijarah dan agama mereka direndahkan. Hukum-hukum Islam termasuk sistem negaranya pun difitnah sebagai sumber keburukan. Mereka gaungkan perang melawan teror dengan target memonsterisasi Khilafah sang penjaga dan mengkriminalkan para pengemban dakwahnya.

Selengkapnya

Share

[Editorial] Pemuda Sibuk Tawuran, para Elite Sibuk Pemenangan

Fakta kian buruknya kondisi generasi, bukan hanya muncul di saat sekarang. Namun, persentuhan kaum elite dengan generasi muda selalu dibungkus oleh kepentingan politik pragmatis. Terutama saat ada kepentingan mendulang suara, mengingat generasi muda jumlahnya banyak sebagai pemilih pemula.

Selengkapnya

Share

[Editorial] Memburu Tikus Berdasi, Mimpi Memberantas Korupsi

Sulitnya memberantas korupsi sejatinya menunjukkan buruknya sistem hidup yang sedang diterapkan. Sistem ini memang tegak di atas paham sekuler liberal yang menafikan peran agama atau prinsip halal haram dalam kehidupan. Wajar jika kebebasan perilaku menjadi hal yang lumrah dan diniscayakan.

Selengkapnya

Share

[Editorial] Paradigma Islam Mengatasi Pengangguran

Menciptakan lapangan kerja dan ruang berusaha yang kondusif semestinya menjadi prioritas kebijakan politik ekonomi Indonesia. Sayangnya, selama ini pemerintah hanya berhenti di retorika saja. Dalam Islam, negara menempatkan diri sebagai pengurus dan penjaga. Mereka berusaha maksimal mengurus dan menyejahterakan rakyat dengan jalan menerapkan syariat Islam.

Selengkapnya

Share

[Editorial] Beras Mahal, Negara Kalah Lawan Mafia (?)

Kepala Bulog mengakui, kebijakan impor beras telah dimanfaatkan para mafia untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Sayangnya, pemerintah tampak selalu gagap menghadapi situasi yang berulang terjadi ini. Padahal, negara semestinya berperan besar menyolusi kenaikan harga beras. Posisinya tidak boleh kalah oleh siapa pun yang hendak merugikan rakyat banyak.

Selengkapnya

Share

[Editorial] Mimpi Zero Korupsi dalam Sistem Sekuler Demokrasi

Budaya korupsi sudah mewabah dari level atas hingga bawah. Suap menyuap, mark up, fee proyek, perjalanan dinas, mafia kasus, dan sejenisnya, menjadi kian lumrah. Sampai-sampai, untuk mendapatkan sebagian layanan publik pun tidak lepas dari uang pelicin agar bisa kelar secepatnya. Wajar jika mimpi memberangus korupsi seakan kian jauh dari harapan.

Selengkapnya

Share

[Editorial] Menakar Keseriusan Pemerintah Mengentaskan Kemiskinan

Kemiskinan adalah problem kompleks yang berakar dari penerapan sistem politik ekonomi yang asasnya rusak sehingga memproduksi berbagai kerusakan. Sistem ini tidak lain adalah sistem kapitalisme neoliberal yang tegak di atas asas sekularisme dan diusung negara-negara adidaya, lalu dipaksakan penerapannya di negeri-negeri lainnya.

Selengkapnya

Share