[Kabar] Hasbi Aswar Ungkap Singapura Mengontrol Narasi Agama Sesuai Keinginannya

[Kabar] Hasbi Aswar Ungkap Singapura Mengontrol Narasi Agama Sesuai Keinginannya

Muslimah News, INTERNASIONAL — Pengamat hubungan internasional Hasbi Aswar, S.I.P., M.A. mengungkapkan pemerintah Singapura mengontrol narasi agama sesuai keinginannya.

“Sistem pemerintahan dan budaya politik di Singapura sangat otoriter, seperti media dikontrol, televisi milik pemerintah,  dan ketika ada suara kritis langsung dibungkam atau dikriminalisasi pemerintah. Dalam aspek beragama, Singapura juga mengontrolnya. Meskipun memfasilitasi semua agama, tetapi pemerintahnya menghendaki semua agama itu mengikuti kebijakan dan keinginan pemerintah,” jelasnya dalam “Singapura dan Islamophobia” di UIY Official, Ahad (22/5/22).

Ia menjelaskan di sana dibentuk Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) yang pimpinannya diangkat pemerintah. “Fungsi MUIS ini mengendalikan narasi-narasi agama di bawah kontrol pemerintah. Contohnya, naskah khutbah Jumat dibuat dan disahkan MUIS sehingga tiap Jumat para khatib tinggal membacakan dan tidak boleh menyampaikan khutbah yang dibuatnya sendiri. Akibatnya, opini agama itu dikontrol. Selain itu, para penceramahnya juga harus memiliki sertifikat Asatizah Recognition Scheme (ARS),” urainya.

Menjaga Stabilitas?

Alasannya, ujar Hasbi, untuk menjaga stabilitas. “Singapura secara geografis adalah negara kecil yang SDA-nya sangat terbatas. Untuk itu, dalam memenuhi kebutuhan negaranya perlu strategi, yaitu investasi dari negara lain. Salah satu yang terbesar adalah AS dengan sekitar 4 ribu perusahan yang ada di Singapura. Karena sangat tergantung dengan investasi asing, maka otomatis stabilitas politik dan sosial harus dijaga,” ulasnya.

Karena itu, tambahnya, tidak boleh yang tidak bersertifikat melakukan ceramah atau mengajarkan agama. “Kalau tetap berceramah meskipun isinya menjaga stabilitas, akan dipecat. Sebaliknya, meskipun memiliki sertifikat, tetapi isi ceramahnya dianggap ‘mengancam’, maka sertifikatnya akan dicabut. Ukurannya pun sangat tergantung pada pemerintah. Ini menjadi problem,” jelasnya.

Selain itu, ucapnya, Singapura yang pada awalnya adalah Kesultanan Islam berubah menjadi negara mayoritas keturunan Tionghoa, sedangkan Melayu menjadi minoritas.

“Singapura juga dikelilingi negara-negara Melayu sehingga keragaman agamanya dipengaruhi negara-negara tetangganya, seperti Malaysia dan Indonesia. Karena itu, jika dilihat girah Islam yang meningkat beberapa tahun terakhir termasuk naiknya popularitas Ustaz Abdul Somad (UAS) mempengaruhi pula girah tersebut di Singapura,” kupasnya.

Dari sinilah, kupasnya, didapat jawaban mengapa UAS dilarang masuk Singapura. “UAS tidak mungkin disertifikasi oleh pemerintah Singapura yang menyatakan dalam situs resminya bahwa UAS datang ke Singapura seolah untuk melancong,” katanya.

Hasbi menilai ada semacam kemungkinan UAS akan diberikan forum oleh penggemarnya yang bisa jadi ada di Singapura. “Ditambah, UAS adalah tipe penceramah yang menyampaikan apa adanya. Ini menakutkan bagi pemerintah Singapura sampai dianggap UAS mengancam kerukunan beragama dan multikultur di Singapura. Artinya, UAS dinilai dapat mempengaruhi dinamika politik di Singapura,” cetusnya.

Kepentingan Singapura

Menurut Hasbi hal ini tidak lepas dari kepentingan Singapura yang menginginkan kondisi tetap stabil, tidak boleh ada perdebatan. “Apalagi Singapura dikenal sebagai surga pencucian uang, perjudian dan L687 dilegalkan, serta hubungan dengan Israel yang sangat erat,” terangnya.

Belum lagi, imbuhnya, di balik Singapura ada AS dan sekutu-sekutunya. “Singapura juga sangat mendukung berbagai manuver politik AS di kawasan. Artinya, kalau mau berani dengan Singapura harus siap dengan segala konsekuensinya,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengingatkan, kita tidak boleh menyerah, harus melakukan sesuatu agar hal ini tidak terulang. “Persoalan ini bukan sekadar isu antara Indonesia—Singapura, tetapi berkaitan dengan tokoh Islam. Juga ajaran Islam yang dihinakan oleh Singapura, seperti istilah kafir,” ujarnya.

Jadi, ia menegaskan, karena kita menyadari menghadapi Singapura akan berhadapan dengan negara besar di belakangnya, maka harus diimbangi dengan kekuatan negara pula.

“Ke depan perlu dipikirkan bagaimana membangun kekuatan politik yang besar. Kekuatan yang membuat kita berani dan tidak gentar menghadapi musuh-musuh Islam sebagaimana Sultan Abdul Hamid II yang melarang pementasan drama di Perancis yang menghinakan Rasulullah saw.,” pungkasnya. [MNews/Ruh]

Sumber foto: Dok. MNews

Share

One thought on “[Kabar] Hasbi Aswar Ungkap Singapura Mengontrol Narasi Agama Sesuai Keinginannya”

  1. Jelas. semua hanya bs ktika umat Islam bersatu dalam sebuah sistem yg bersumber dari Sang Kholiq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *