Muslimah News, NASIONAL—Menko Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, seluruh bantuan pemerintah, termasuk bantuan sosial dan barang subsidi, akan disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mulai September 2026. KDMP ini akan mengalami masa transisi selama dua tahun di bawah pemerintah pusat untuk selanjutnya diserahkan kepada pemerintah dan warga desa dalam rangka menggerakkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
Namun, aktivis muslimah Najmah Saiidah mempertanyakan, mampukah program ini menyejahterakan rakyat? “Selama sistem sekuler kapitalisme diterapkan di negeri ini, kesejahteraan itu jauh panggang dari api,” tegasnya dalam acara Ngomong Politik: “Bansos Lewat KDMP, Efektif Atau Sarat Kepentingan?” pada Kamis, (6-8-2026).
Dalam pandangannya, ini akan berbeda jika yang diterapkan adalah sistem Islam sebagai ideologi paripurna. “Islam memiliki mekanisme sendiri dalam menangani kemiskinan dan memberikan jaminan kehidupan yang menyejahterakan rakyat. Bahkan, memiliki penetapan sendiri dalam menentukan kategori kalangan yang membutuhkan,” tuturnya.
Syariat Islam, jelasnya, mengajarkan bahwa negara wajib menyediakan lapangan pekerjaan bagi pria. “Negara menjadi penanggung jawab sehingga akan melakukan pembukaan lapangan kerja melalui berbagai cara, menyalurkan zakat kepada delapan golongan, dan memberi bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan secara temporal maupun permanen, baik dalam bentuk uang maupun kebutuhan pokok,” bebernya.
Bantuan yang diberikan, terangnya, bukan ala kadarnya seperti bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang ditetapkan untuk lansia sebesar Rp2,4 juta per tahun. “Ini tentu tidak mencukupi kebutuhan hidup mereka,” ucapnya.
Hukum Islam, urainya, menetapkan besaran bantuan itu sesuai kemakrufan atau standar kebutuhan hidup masyarakat secara umum. “Kebijakan ini bukan untuk kepentingan politik kekuasaan, tetapi kewajiban syariat sebagai tanggung jawab khalifah untuk melayani rakyatnya,” imbuhnya.
Hal seperti ini, ungkap Najmah, tidak akan ditemui di negeri yang berada dalam cengkeraman ideologi sekuler kapitalisme. “Jadi, sudah saatnya kembali kepada aturan Allah Swt, yaitu sistem Islam,” tutupnya. [MNews/RA]
