[Kabar] Rakyat Palestina Terjebak dalam Penindasan Pasukan Pendudukan dan para Pemukim Yahudi

[Kabar] Rakyat Palestina Terjebak dalam Penindasan Pasukan Pendudukan dan para Pemukim Yahudi

Muslimah News, INTERNASIONAL — Pasukan pendudukan (Zion*s) telah memberlakukan pengepungan militer di berbagai wilayah Tepi Barat bagian utara sejak Jumat (24-7-2026). Pengepungan ini diberlakukan melalui pengetatan prosedur yang signifikan di pos pemeriksaan militer dan penggerebekan terus-menerus di desa-desa dan kota-kota yang melumpuhkan pergerakan penduduk di dalamnya.

Kota Nablus, khususnya, telah menghadapi pengepungan militer tersebut akibat serangan para pemukim terhadap Desa Tell, di barat daya kota. Bahkan, cakupan operasi dengan cepat meluas di berbagai daerah.

Dua Penindasan

Juru bicara (jubir) Divisi Perempuan jemaah dakwah ideologis internasional menyampaikan kepada Kantor Berita ideologis internasional, Kamis (30-7-2026), bahwa rakyat Palestina terjebak dalam dua penindasan, yaitu oleh tentara pendudukan dan kelompok pemukim Yahudi.

Ia menggambarkan tindakan para pemukim di bawah perlindungan pasukan pendudukan terhadap rakyat Palestina. “Ini kejahatan brutal yang terorganisasi. Mereka membunuh, membakar rumah dan harta benda, mengusir orang-orang dari rumahnya dan merebutnya, meratakan tanah dengan buldoser, mencabut pohon dan tanaman, mendirikan pos-pos permukiman di tanah tersebut, mencuri atau membunuh ternak, membakar masjid dan menulis slogan-slogan rasis di dindingnya, juga menodai Masjidilaqsa dengan menari dan bernyanyi di halamannya. Bahkan, ini didukung oleh pemerintah sayap kanan ekstrem Netanyahu dengan tujuan mengusir penduduk Palestina,” bebernya.

Ia mengutip data dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) bahwa lebih dari 1.330 insiden yang melibatkan pemukim di Tepi Barat telah didokumentasikan sejak awal 2026. “Pemerintah Zion*s memberi kebebasan kepada para pemukim untuk melakukan kejahatan. Pemerintah memberlakukan hukum-hukum rasis dan tidak adil serta melakukan pembantaian brutal terhadap rakyat tanah suci di Tepi Barat, Gaza, danAl-Quds, termasuk pembunuhan, pemenjaraan, penyitaan tanah, pembangunan penghalang dan gerbang, serta penghancuran rumah dan fasilitas di sana,” paparnya.

Akibatnya, jubir menuturkan, terjadi berbagai bentuk penderitaan dan siksaan. “Ratusan keluarga telah kehilangan tempat tinggal setelah rumah mereka dihancurkan, sementara yang lain kehilangan sumber pendapatan setelah toko, fasilitas industri dan komersial mereka dihancurkan, lahan pertanian mereka disita, atau tanaman mereka dibakar. Banyak anak-anak dilarang bersekolah, terutama di daerah Masafer Yatta dan Al-Aghwar (daerah Lembah Yordania). Orang-orang sekarang hidup di penjara besar di bawah bayang-bayang pos pemeriksaan dan penghalang, belum lagi penutupan jalan-jalan kota dan desa serta penghinaan dan penderitaan yang dialami di pos pemeriksaan dan gerbang tersebut,” urainya.

Ia mengatakan, di tengah pengepungan dan operasi militer yang sedang berlangsung, Direktur bantuan medis di Kegubernuran Nablus menceritakan banyaknya kesaksian paramedis dan rekan-rekan mereka yang mengerikan. “Tentara pendudukan tidak lagi hanya menunda ambulans selama beberapa menit, seperti yang terjadi sebelumnya, tetapi sekarang menahannya selama berjam-jam, disertai penghinaan, penggeledahan, dan memaksa pasien, termasuk wanita hamil, untuk keluar dari ambulans. Terkadang, ada penyitaan kunci kendaraan. Tidak pernah kami saksikan dalam bentuk seperti ini bahkan pada bulan-bulan pertama setelah 7 Oktober 2023,” kutipnya.

Menghentikan Pembantaian

Dengan kondisi ini, ia menyeru kaum muslim untuk menghentikan pembantaian dan kejahatan keji terhadap rakyat tanah suci di Tepi Barat, Gaza, dan Al-Quds. “Wahai kaum muslim, berapa lama lagi kalian akan tetap diam dan mengecewakan rakyat Palestina? Apakah kalian menunggu masra, tempat haji Nabi saw. dihancurkan dan digantikan dengan kuil mereka? Apakah kalian menunggu rakyat tanah suci dimusnahkan sepenuhnya? Atau apakah kalian menunggu orang-orang Yahudi berhasil melaksanakan rencananya untuk menggusur mereka?” tanyanya prihatin.

Terakhir, ia pun berharap rakyat Palestina dapat segera dibebaskan oleh para pendukung agama Allah sebagaimana yang dilakukan para pendukung Rasulullah saw. dalam memperkuat Islam dan membebaskan negeri-negeri tertindas. [MNews/RA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *