[Nafais Tsamarat] Berilmu, tetapi Tidak Mengamalkannya

[Nafais Tsamarat] Berilmu, tetapi Tidak Mengamalkannya

Muslimah News, NAFAIS TSAMARAT — Rasulullah saw. bersabda, “Kelak pada Hari Kiamat didatangkan seorang lelaki, lalu ia dilemparkan ke dalam neraka. Usus perutnya pun terburai. Ia berputar-putar seperti seekor keledai mengelilingi alat penggilingan. Para penduduk neraka berkumpul mengerumuninya. Mereka pun bertanya kepadanya, ‘Wahai fulan, apa yang terjadi padamu? Bukankah dulu kamu memerintahkan yang makruf dan melarang yang mungkar?’ Ia menjawab, ‘Benar. Aku dulu memang memerintahkan yang makruf, tetapi aku tidak melaksanakannya. Aku juga melarang yang mungkar, tetapi aku justru melakukannya.’” (HR Bukhari).

Seorang muslim yang berilmu, tetapi tidak mengamalkannya, berarti ia telah mengikuti jalannya orang-orang yang dimurkai (al-maghdhubi ‘alaihim). Apabila ia beramal, tetapi tanpa landasan ilmu, berarti ia telah mengikuti jalannya orang-orang yang sesat (adh-dhaallin). Jika ilmu dan amal berjalan beriringan pada diri seorang muslim, berarti ia telah berjalan di atas jalannya orang-orang yang diberi karunia oleh Allah Taala. Itulah jalan para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. (Thariq al-Wushul ila Idhah ats-Tsalatsah al-Ushul, hlm. 21). [MNews/RY-YG]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *