[Kabar] Jika Negeri Muslim Bersatu, Dalam Waktu Sejam Saja Bisa Membebaskan Palestina

[Kabar] Jika Negeri Muslim Bersatu, Dalam Waktu Sejam Saja Bisa Membebaskan Palestina

Muslimah News, INTERNASIONAL — Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Yordania, Uni Emirat Arab, Qatar, Indonesia, Pakistan, Mesir, dan Turki mengutuk penutupan terus-menerus oleh otoritas pendudukan terhadap gerbang Masjidilaqsa bagi umat Muslim (11-03-2026), terutama selama bulan suci Ramadan. Mereka menegaskan penolakan dan kecaman mutlak terhadap tindakan ilegal yang tidak beralasan ini; menuntut agar entitas Yahudi segera menghentikan penutupan gerbang Masjidilaqsa; tidak menghalangi akses para jemaah ke masjid tersebut; mencabut pembatasan yang diberlakukan terhadap akses ke Kota Tua di Quds; dan menahan diri dari menghalangi umat muslim ke masjid.

Mereka juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil sikap tegas kepada entitas Yahudi untuk menghentikan pelanggaran dan praktik ilegal yang terus berlanjut terhadap tempat-tempat suci Islam, Kristen, dan pelanggaran terhadap kesucian tempat-tempat suci tersebut.

Juru bicara (jubir) jemaah ideologis internasional menyampaikan, negara-negara seperti Arab Saudi, Mesir, Pakistan, Indonesia, atau Turki sudah cukup untuk membebaskan seluruh tanah suci Palestina. “Jika mereka mau dan bersatu, dalam waktu satu jam saja Palestina bisa dibebaskan karena mereka memiliki tentara dan senjata yang dapat mencabut entitas Yahudi dari akarnya,” ucapnya pada Sabtu (14-3-2026) kepada Kantor Berita ideologis internasional.

Selain itu, urainya, mereka memiliki rakyat yang bersemangat untuk bergerak di jalan Allah. “Lalu bagaimana jika pergerakan ini adalah untuk jihad demi kiblat pertama mereka, tempat suci ketiga dari Dua Tempat Suci? Namun, mereka hanya mencukupkan diri dengan mengutuk, mengecam, dan meminta bantuan internasional untuk mengakhiri pelanggaran yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi,” kritiknya.

Kelemahan posisi para penguasa muslim, ungkapnya, terang benderang dan tampak nyata. “Di sini ada perwakilan dari delapan negara. Namun mereka, seperti biasa, hanya puas dengan ungkapan kecaman, kecaman, dan ketidaksetujuan, seperti orang asing yang tidak memiliki hubungan dengan tanah suci Palestina, dan tidak memikul tanggung jawab terhadapnya dan kaum muslim yang tidak berdaya dan tidak memiliki kekuatan maupun kekuasaan. Sesungguhnya, Masjidilaqsa dan tanah yang diberkati Allah di sekitarnya merupakan bagian penting dari kewajiban dan tradisi umat Islam, karena Allah telah menyebutkannya dalam Kitab Suci-Nya,” ucapnya.

Ia mengutip QS Al-Isra ayat 1, “Maha Suci Dia yang telah membawa hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidilaqsa, yang sekitarnya telah Kami berkati, untuk memperlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Menurutnya, Palestina telah menjadi tanah milik kaum muslim sejak ditaklukkan Khalifah Umar bin Al-Khaththab ra. sehingga ini menjadi amanah bagi seluruh umat Islam hingga Hari Kiamat. “Inilah yang mewajibkan pasukan muslim untuk melaksanakan tugas mereka, yaitu pembebasannya dan berhenti untuk menjadi penonton,” ujarnya.

Ia memandang, dengan membiarkan isu Palestina sama saja melanjutkan kesombongan, pendudukan, dan agresi entitas Yahudi. “Apalagi, sekarang Anda melihat bahwa mereka telah mulai berbicara tentang tanah “Israel Raya” dari Sungai Nil hingga Sungai Efrat. Oleh karena itu, sudah saatnya kaum muslim bersatu dalam satu otoritas global, yakni Khilafah Islam, untuk membebaskan Palestina dari penjajahan,” pungkasnya. [MNews/IK]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *